ITSEC Asia Usul Stock Split 1:2, Targetkan Likuiditas dan Akses Investor Ritel

ITSEC Asia Stock Split

Presiden Direktur PT ITSEC Asia Patrick Dannacher. (Foto: istimewa/itsec)

youngster.id - Emiten keamanan siber, PT ITSEC Asia Tbk mengusulkan aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan serta memperluas akses bagi investor ritel maupun institusi ke pasar modal.

Presiden Direktur dan CEO ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyatakan bahwa stock split ini mencerminkan optimisme perusahaan terhadap lintasan pertumbuhan sektor keamanan siber dan AI di Indonesia.

“Kami ingin lebih banyak investor, mulai dari partisipan ritel hingga mitra institusi, memiliki titik masuk yang terjangkau ke dalam perusahaan yang sedang membangun kapabilitas keamanan kritis dari Indonesia untuk pasar global,” ujar Patrick.

Melalui stock split ini, jumlah saham beredar perseroan akan meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 13,43 miliar saham, dari posisi sebelumnya yang sebesar 6,71 miliar saham. Seiring dengan peningkatan jumlah saham, nilai nominal per saham akan berubah dari Rp25 menjadi Rp12,50.

Rencana ini telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat tertanggal 24 Februari 2026. Namun, pelaksanaannya masih memerlukan lampu hijau dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 16 April 2026.

Jika usulan tersebut disetujui, saham dengan nilai nominal baru diperkirakan akan mulai diperdagangkan di bursa pada 26 Mei 2026.

Aksi korporasi ini juga akan memicu penyesuaian proporsional terhadap Waran Seri I (CYBR-W) milik perusahaan. Jumlah Waran: meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 480 juta unit dari sebelumnya 240 juta unit. Harga Pelaksanaan turun menjadi Rp200 per waran dari harga sebelumnya Rp400.

Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan nilai ekonomis pemegang waran tetap terjaga secara proporsional sesuai dengan standar instrumen ekuitas di pasar modal.

Manajemen ITSEC Asia juga menegaskan tidak berencana melakukan aksi korporasi lain yang memengaruhi struktur modal dalam kurun waktu enam bulan setelah stock split efektif. Hal ini memberikan kepastian bagi investor terkait potensi dilusi dan stabilitas modal perusahaan dalam jangka pendek.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version