youngster.id - UNICEF Indonesia dan DBS Foundation resmi menjalin kemitraan selama dua tahun untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan fokus pada pendidikan dan gizi.
DBS Foundation mengalokasikan dana sebesar SG$3,51 juta (sekitar US$2,7 juta) untuk program terpadu bagi anak usia 4–12 tahun di PAUD dan sekolah dasar. Program ini ditargetkan menjangkau sedikitnya 5.270 penerima manfaat langsung, termasuk anak-anak, orang tua, guru, dan kepala sekolah.
Chief of Education UNICEF Indonesia, Katheryn Bennett, mengatakan masa awal kehidupan merupakan periode krusial bagi tumbuh kembang anak.
“Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang cukup dan kesempatan belajar berkualitas, mereka memiliki fondasi untuk tumbuh optimal dan mencapai potensi penuh,” ujar Katheryn, dikutip Kamis (26/2/2026).
Sementara itu, Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menegaskan komitmen DBS Foundation dalam menciptakan dampak berkelanjutan.
“Kolaborasi dengan UNICEF bertujuan meningkatkan status gizi dan hasil pendidikan anak-anak sekaligus membantu menciptakan sistem yang dapat memutus lingkaran ketidakberuntungan,” kata Mona, dikutip Kamis (26/2/2026).
Program ini mencakup pelatihan guru, penguatan literasi dan numerasi, pemantauan gizi anak, serta edukasi bagi orang tua tentang pola makan sehat. Kemitraan ini juga mendukung pemerintah daerah dan pusat dalam memperkuat sistem pendidikan dan gizi demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post