youngster.id - Untuk membangun foundasi adopsi AI di masa depan seiring transformasi perusahaan menjadi smart retailer, PT Erajaya Swasembada Tbk (Erajaya Group) mengadopsi Agentforce Marketing dan Data 360 dari Salesforce. Langkah ini untuk memperkuat strategi pemasaran berbasis data serta program layalitas pelanggan Erajaya.
Deputy CEO Erajaya Group Hasan Aula mengatakan, seiring pertumbuhan Erajaya Group di berbagai vertikal bisnis, kemampuan untuk menghadirkan pengalaman yang konsisten dan relevan dalam skala besar menjadi semakin penting.
“Salesforce menyediakan platform terintegrasi yang memungkinkan kami menyatukan data, mengelola customer journey, serta berinteraksi dengan pelanggan secara lebih bermakna di seluruh brand maupun kanal,” ucapnya dikutip dari keterangan pers, Rabu (11/3/2026).
Menurut Hasan, Erajaya memanfaatkan kemampuan personalisasi berbasis AI dari Salesforce untuk menghadirkan rekomendasi produk dan konten yang disesuaikan khusus berdasarkan perilaku serta riwayat pembelian pelanggan, sehingga meningkatkan engagement maupun konversi.
Erajaya juga dapat menjalankan kampanye email, mobile, dan digital secara terkoordinasi untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang konsisten dan terpersonalisasi di seluruh titik interaksi.
Selain memperkuat kampanye pemasaran, Erajaya juga memanfaatkan solusi Salesforce untuk pengelolaan program loyalitas guna membangun hubungan pelanggan jangka panjang. Dengan terintegrasinya manajemen loyalitas pelanggan langsung ke dalam aktivitas pemasaran, Erajaya mengembangkan program loyalitasnya melampaui sekadar poin dan reward, menjadi komponen strategis dalam keseluruhan pengalaman pelanggan end-to-end.
“Hal ini memperkuat efektivitas pemasaran kami saat ini sekaligus membangun fondasi yang kuat untuk inovasi berbasis AI di masa depan,” katanya lagi.
Erajaya merupakan grup ritel dan distribusi terbesar di Indonesia dengan lebih dari 2.000 gerai ritel di seluruh negeri, yang mencakup portofolio beragam mulai dari toko gadget dan elektronik, gaya hidup, makanan dan minuman, bahan kebutuhan sehari-hari, hingga dealer kendaraan listrik.
Setelah pertama kali mengimplementasikan Salesforce pada tahun 2020, Erajaya kini mampu menghadirkan hyper-personalisation secara masif, melayani basis pelanggan yang sangat besar dengan menghadirkan pengalaman pelanggan yang relevan dan konsisten di setiap merek dan titik interaksi.
Erajaya memanfaatkan kemampuan personalisasi berbasis AI dari Salesforce untuk menghadirkan rekomendasi produk dan konten yang disesuaikan khusus berdasarkan perilaku serta riwayat pembelian pelanggan, sehingga meningkatkan engagement maupun konversi. Erajaya juga dapat menjalankan kampanye email, mobile, dan digital secara terkoordinasi untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang konsisten dan terpersonalisasi di seluruh titik interaksi.
President Director Salesforce Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, Agentforce Marketing memungkinkan Erajaya mengelola customer journey secara end-to-end di berbagai kanal, serta mengintegrasikan data, insight, dan eksekusi dalam satu platform terpadu. Hal ini memungkinkan tim pemasaran merancang dan mengotomatisasi interaksi yang dipersonalisasi secara real-time, sehingga engagement (keterlibatan) tetap konsisten dan relevan di sepanjang customer lifecycle.
“Di tengah tingginya laju pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, Erajaya menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan-perusahaan terdepan di Indonesia beralih dari pendekatan pemasaran berbasis kanal menuju strategi yang sepenuhnya terintegrasi dan berpusat pada pelanggan,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan Agentforce Marketing, Erajaya menghadirkan pengalaman lintas kanal yang personal bagi tiap pelanggan. Langkah ini mendorong pertumbuhan pelanggan yang pesat hingga kini mencapai jutaan pengguna, sekaligus menjadikannya salah satu program loyalitas gaya hidup terbesar di Indonesia.
“Kami bangga dapat mendukung Erajaya dalam membangun fondasi data yang kuat untuk menghadirkan pengalaman omnichannel yang lebih personal saat ini, sekaligus mempersiapkan organisasi untuk memanfaatkan inovasi AI dan bertransformasi menjadi Agentic Enterprise di masa depan,” pungkas Andreas.
STEVY WIDIA
