Roblox Berlakukan Sistem Klasifikasi Usia IGRS untuk Pengguna Indonesia

Roblox

Roblox akan mengembangkan kecerdasan buatan generatif dengan pembuatan objek 4D. (Foto: ilustrasi/roblox)

youngster.id - Platform game dan kreasi imersif Roblox akan memberlakukan Indonesia Game Rating System (IGRS) pada seluruh konten dan pengalaman yang tersedia di platformnya di wilayah Indonesia.  Langkah ini untuk memastikan bahwa setiap permainan yang dapat diakses oleh pengguna selaras dengan standar klasifikasi usia yang ditetapkan pemerintah.

Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufmann, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan ruang digital yang aman bagi penggunanya melalui kolaborasi dengan standar lokal.

“Roblox senantiasa berkomitmen dalam menghadirkan ruang digital yang aman bagi para pengguna. Kami bangga dapat berkolaborasi dengan IGRS untuk menghadirkan klasifikasi usia sesuai standar yang berlaku di Indonesia. Hal ini membantu pemain dan keluarga dalam memilih permainan yang paling tepat bagi mereka,” ungkap Kaufmann dikutip Kamis (5/2/2026).

Penerapan IGRS ini merupakan kelanjutan dari rangkaian fitur keamanan Roblox yang telah diwajibkan sebelumnya, termasuk fitur Estimasi Usia Wajah yang mulai berlaku di Indonesia pada 13 Januari 2026.

Dengan adopsi IGRS ini, Roblox menunjukkan kepatuhannya terhadap hukum lokal serta komitmen untuk menyelaraskan kebijakan platform dengan standar global dari International Age Rating Coalition (IARC) demi menciptakan ekosistem yang aman dan beradab bagi komunitasnya.

Melalui pembaruan ini, pengguna di Indonesia kini dapat menemukan dua jenis informasi klasifikasi pada kolom deskripsi di setiap permainan. Pertama peringkat IGRS, yang merupakan klasifikasi usia resmi Indonesia, seperti 13+, 15+, hingga 18+. Lalu label Content Maturity Roblox, deskripsi global yang memberikan rincian spesifik mengenai jenis konten, mulai dari kategori Minimal, Mild, Moderate, hingga Restricted.

Fitur ini memungkinkan orangtua untuk mengatur secara penuh jenis konten yang dapat diakses oleh anak berdasarkan informasi dari label kematangan konten yang tersedia.

Plt. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital-Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah nyata perlindungan anak di ruang digital.

“Kami optimisTIS inisiatif ini akan memberikan manfaat dalam menghadirkan sistem klasifikasi usia yang kredibel dan mudah dimengerti bagi para orang tua maupun pemain di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah para orang tua dalam menentukan konten Gim Roblox yang paling tepat untuk anak-anak maupun diri mereka,” ungkap Sonny.

Ke depannya, Roblox berencana untuk mengganti label Content Maturity secara bertahap dengan sistem rating resmi tersebut guna memberikan kejelasan yang lebih baik bagi pengguna.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version