youngster.id - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat pertumbuhan kinerja operasional sebesar 15,09% secara konsolidasi sepanjang 2025 seiring penerapan transformasi digital melalui sistem operasional terintegrasi PTOS-C di terminal internasional dan domestik.
Digitalisasi proses operasional tersebut meningkatkan efektivitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono, mengatakan peningkatan kinerja merupakan hasil dari penguatan sistem kerja yang terintegrasi dan adaptif berbasis teknologi digital.
“Melalui penerapan PTOS-C, kami memastikan setiap proses operasional berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bagus.
Sepanjang 2025, IPCC melayani total 1.245.840 unit kargo konsolidasi yang terdiri dari CBU, alat berat, serta truk dan bus. Angka ini meningkat 188.009 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja paling tinggi tercatat pada segmen truk dan bus yang tumbuh 46,32% secara tahunan (YoY) atau bertambah 80.893 unit.
Selain itu, jumlah kunjungan kapal konsolidasi mencapai 3.604 kunjungan, meningkat 23,46% YoY atau bertambah 685 kunjungan dibandingkan 2024.
IPCC juga mencatat peningkatan signifikan pada layanan kendaraan ramah lingkungan. Terminal Branch Jakarta menangani 101.713 unit kendaraan listrik dan hybrid, setara 10,62% dari total CBU sepanjang 2025. Hal ini menunjukkan meningkatnya permintaan pasar terhadap kendaraan rendah emisi.
Di sisi ekspor, IPCC menangani 390.803 unit CBU hingga Desember 2025, tumbuh 9% YoY. Vietnam menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan volume 77.181 unit kendaraan.
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menilai capaian ini sebagai bagian dari transformasi ekosistem logistik kendaraan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan ini merupakan hasil dari penguatan peran terminal kendaraan melalui transformasi digital dan pengembangan layanan terintegrasi untuk mendukung daya saing industri otomotif nasional,” ujar Sugeng.
Untuk mendukung peningkatan permintaan, IPCC juga memperluas layanan dengan mengoperasikan lima terminal satelit yang terintegrasi secara digital guna memperkuat rantai pasok industri otomotif dan sektor pertambangan.
Melalui transformasi digital dan penguatan layanan terintegrasi, IPCC menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kinerja operasional sekaligus mendukung ekosistem logistik kendaraan nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan. (*AMBS)

















Discussion about this post