youngster.id - Emiten kendaraan listrik komersial, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), menandatangani kesepakatan awal (non-binding term sheet) bersama PT Danantara Investment Management (Persero) (DIM) dan induk usahanya, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Kesepakatan ini membuka peluang potensi pendanaan strategis hingga Rp2 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), DIM dan/atau afiliasinya akan bertindak sebagai investor, sementara BNBR memberikan jaminan atas pendanaan tersebut. Skema pendanaan yang diusulkan mencakup opsi konversi, dengan detail lebih lanjut yang akan dituangkan dalam dokumen definitif usai uji tuntas (due diligence).
Suntikan dana tersebut dialokasikan untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial nasional melalui model Mobility-as-a-Service (MaaS), termasuk pengadaan armada bus dan truk listrik di berbagai daerah.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk investasi pada transisi energi jangka panjang serta bagian dari prioritas pemerintah dalam mengurangi emisi dan memperkuat rantai nilai industri baterai nasional.
“Investasi pada elektrifikasi mobilitas komersial merupakan investasi pada transisi energi jangka panjang yang dapat membawa dampak positif pada percepatan adopsi kendaraan listrik nasional. Selaras dengan prioritas Pemerintah Indonesia, kami melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi emisi, memperkuat industri nasional, mendorong hilirisasi, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan,” ujar Pandu, dikutip Rabu (2/9/2026).
Pandu menegaskan bahwa term sheet ini masih bersifat non-binding dan akan dilanjutkan dengan proses analisis komersial serta kepatuhan pada regulasi transaksi material dan afiliasi.
Perkuat Kapasitas Manufaktur dan Layanan MaaS
Direktur Utama VKTR, Anindra Ardiansyah Bakrie, menyambut baik kolaborasi strategis ini sebagai amanah untuk membawa perusahaan masuk ke fase pertumbuhan berikutnya.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan ini. Bersama-sama, kami ingin turut membentuk masa depan mobilitas Indonesia agar menjadi lebih maju, berkelanjutan, dan mandiri. Ini merupakan momentum penting dalam membuka babak baru bagi solusi mobilitas listrik di Indonesia,” ungkap Anin.
Melalui anak usahanya, PT VKTR Sakti Industries, perusahaan mengoperasikan fasilitas manufaktur kendaraan listrik komersial berbasis Completely Knocked Down (CKD) di Magelang, Jawa Tengah, dengan kapasitas produksi hingga 3.000 unit bus dan truk per tahun.
Hingga Februari 2026, sebanyak 122 bus listrik rakitan VKTR telah beroperasi melayani transportasi publik di Jakarta, dengan 30 unit tambahan yang tengah menyelesaikan proses bodywork. VKTR juga memperluas jangkauan operasionalnya ke Semarang lewat pengadaan 27 bus listrik low-deck 12 meter, serta mengembangkan bisnis MaaS berkolaborasi dengan Pertamina New & Renewable Energy. (*AMBS)
















Discussion about this post