Kris Samuel : Hobi Traveling yang Melahirkan Bisnis Kreatif

Kris Samuel, Founder & CEO Uttara Indonesia (Foto: Dok. Pribadi/Youngster.id)

youngster.id - Dunia bisnis kreatif memang tidak ada batasnya. Mulai dari tren fesyen hingga hobi pun bisa jadi usaha yang menghasilkan keuntungan. Tak heran jika usaha di bidang kreatif terus tumbuh dan tak ada matinya. Bahkan, bisnis ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memprediksikan pendapatan domestik bruto (PDB) industri kreatif tahun depan bisa mencapai 6,25%. Pertumbuhan sebesar ini akan mampu menyerap tenaga kerja hingga 16,70 juta orang. Jumlah tersebut tak lepas dari sumbangan dari tiga industri, yakni kuliner sebesar 41,69%, fesyen sebanyak 18,15% dan industri kriya sebanyak 15,7%.

Belakangan ini industri kriya semakin muncul dengan produk-produk baru. Inspirasi bisnis ini memang bisa muncul dari mana saja. Salah satunya, yang dilakukan oleh Kris Samuel. Hobi naik gunung dan kemping mengantarnya jadi pengusaha.

Kris adalah pemilik dari usaha perlengkapan outdoor, seperti hammock, tas ransel, airbag dan flying sheet camping dengan merek Uttara. Produk ini ditujukan kepada mereka yang gemar beraktivitas di luar ruangan, traveling, mendaki gunung serta pecinta alam.

Menurut Kris, bisnis rintisannya di bidang outdoor ini bermula dari hobi jalan-jalan, yang dilanjutkan dengan membuat provider open trip.

“Awalnya dimulai dengan hobi jalan-jalan yang dilanjutkan dengan membuat provider open trip. Dan pada open trip ke Pahawang, pesertanya overkuota, jadi saya sebagai tour leader harus memberikan jatah tempat tidur saya ke peserta. Nah waktu itu tercetuslah ide untuk membuat tempat tidur gantung atau hammock untuk tempat tidur saya, inilah cikal bakal dari usaha rintisan yang saya dirikan dengan nama ‘Uttara’ ini,” cerita Kris kepada Youngster.id.

Berkat usahanya itu, Kris berhasil memenangkan ajang kompetisi wirausaha The Big Start Indonesia 2017. Menurut dia, apa yang dilakukan melalui usaha rintisan yang dibangunnya ini juga ingin memberikan manfaat dan berkontribusi bagi masyarakat luas khususnya para traveller dalam mendapatkan produk leisure berkualitas dengan harga terjangkau.

“Yang jelasnya, dengan hadirnya ‘Uttara’ ini kami ingin memberikan pilihan untuk produk leisure berkualitas dengan harga terjangkau dengan design yang menarik bagi para traveller,” jelas Kris.

Baca juga :   Henry Koenaifi : Setiap Orang Bisa Saja Menjadi Startup Di Era Digital

Pria kelahiran Bandung, 13 Desember 1989 ini mengaku memulai bisnisnya dengan modal tekad. “Prinsipnya lakukan apa yang seharusnya dilakukan, karena langkah selanjutnya baru kelihatan setelah kita sudah melangkah, one step at a time,” tutur Kris penuh semangat.

 

Tangkap Peluang

Kris mengungkapkan, alasan ia terjun di dunia bisnis sebenarnya bukan karena tuntutan ekonomi, atau tuntutan orang tua. Sebelum mendirikan Uttara, Kris lebih dulu bekerja partime di sebuah institusi pendidikan karakter anak yang kerap membuat kegiatan luar ruang. Pengalaman ini turut dijadikan modal membuka provider open trip.

Dari pengalaman itu, dia pun membuka provider open trip dan menjadi tour guide. Pekerjaan itu dia ambil juga lantaran hobinya naik gunung. Dari pengalaman mengantarkan klien untuk melakukan berbagai kegiatan alam itulah Kris menangkap peluang baru yang dapat memberinya penghasilan. “Dari situ saya melihat kalau liburan yang menyenangkan memiliki dampak yang besar pada kehidupan sehari-hari. Dan saya ingin bisa membuat barang yang bisa memberikan dampak positif terhadap liburan itu,” sambungnya.

Kris terdorong untuk memproduksi hammock dan perlengkapan outdoor travelling sendiri. “Sebenarnya, awal bikin hammock itu untuk kebutuhan sendiri, buat tidur di luar tenda karena dulu saya sering antar klien naik gunung atau camping gitu,” ucapnya.

Awalnya, Kris mendapatkan banyak pesanan dari teman-teman komunitas. Namun, rupanya pesanan makin banyak, sehingga akhirnya Kris memutuskan untuk serius menggarap produk Uttara, dan diluncurkan pada Januari 2016.

“Karena sudah sering menerima pesanan, saya buat brand saja sekalian dan lebih serius dibisniskan,” tuturnya.

Sebelum dipasarkan, Kris telah bekerjasama dengan komunitas hammocking Jakarta. “Ternyata hammock Uttara bisa kuat menahan beban sampai 300 kilogram (kg). Kami memberi barang ke mereka memang untuk uji coba, bukan untuk promosi. Intinya, kami ingin membina hubungan baik,” ungkap Kris.

Dari sanalah dia mendapat rekomendasi untuk memasarkan produk hammock di toko Kawani, gerai perlengkapan outdoor terbesar di Bandung. Dan ternyata untuk dapat masuk ke sana tidak mudah. “Pertama datang, saya ditolak. Pemilik toko tak selalu ada di tempat. Baru pada kedatangan yang ketiga, saya bertemu pemilik toko,” kisahnya.

Baca juga :   Devriansyah Kurniawan : Bisnis Kreatif Tak Ada Matinya

Dari sana dia mulai mengembangkan produk, memikirkan nama, packaging, dan lain-lain. Kris pun memproduksi hammock dibantu oleh usaha konveksi keluarganya. “Kesuksesan yang saya dapat ini, pastinya, tak lepas dari peran orang tua dan istri saya,” tutur anak sulung dari dua bersaudara itu.

Awalnya, Uttara hanya memproduksi hammock berukuran 270 cmx150 cm yang memiliki kemampuan maksimal beban 300 kilogram (kg). Kini, sudah ada 12 produk yang diproduksi oleh Uttara, yaitu hammock, fly sheet camping, daypack (tas lipat), airbag (kasur angin), sling bag (tas selempang), tas messenger, matras angin (sleeping pad), stand hammock berbahan besi, jaket, kursi angin dan easy pack. Diklaim Kris, kini produksinya sudah mencapai 500–700 item per bulannya.

“Harga hammock Rp 110.000 per buah. Sedangkan produk lain di kisaran Rp 150.000–Rp 180.000 per buah. Khusus untuk air bag Rp 350.000 per buah, itu yang paling mahal,” jelas Kris.

Diklaim Kris, dengan harga jual yang ditawarkan kepada konsumen itu, pihaknya menjamin memberikan kualitas terbaik di setiap produknya. “Omset baru di angka Rp 50 juta perbulannya,” tegasnya.

 

Kreativitas Kris Samuel dalam mengembangkan produk perlengkapan outdoor melalui brand Uttara mendapat apresiasi sebagai Pemenang Big Start Season 2 Blibli.com 2017 (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

 

Benahi Pemasaran

Kris mengaku tak ingat modal awal yang dikeluarkan ketika memulai bisnisnya ini. “Pastinya nggak inget, soalnya nggak dihitung, tapi di bawah Rp 1 juta,” ujar Kris. “Karena memulai dengan jumlah kecil ya cepat balik modalnya, apalagi saya bisa membeli bahan mentah dalam kuatitas yang sedikit. Kemudian uangnya diputar lagi dan seterusnya. Kalau boleh dibilang, dengan modal kecil itu, modal cepat kembali saat itu,” sambungnya.

Kini produk Uttara tidak lagi hanya hammock tetapi juga, tas ransel, airbag hingga flying sheet camping. Produk-produk ini juga telah dipasarkan di seluruh Indonesia hingga ke Sorong Papua.

“Bersyukur, wilayah pemasaran yang dicapai sudah ke seluruh Indonesia. Paling jauh di Indonesia di Sorong, Papua. Kemudian kami ada toko affiliasi di Singapure dan Malaysia,” ucap Kris bangga.

Baca juga :   Crowde Targetkan Rp 100 miliar Dana Investasi Untuk Petani di 2018

Lulusan Psikologi, Universitas Maranatha ini berharap bisa mengembangkan pasar lebih luas lagi. Apalagi, kini hammock Uttara sudah tersedia di Singapura dan Malaysia. Pasalnya, ada seorang traveller asal Malaysia tertarik menjadi reseller saat melihat produk Uttara di pameran. Sedangkan di Singapura, produk Uttara sudah masuk di salah satu toko peralatan outdoor travelling di sana. “Kalau mau lebih memperluas pasar luar negeri, balik lagi ke penguatan branding,” ucapnya.

Setelah memperluas cakupan pemasaran, tantangan berikutnya yang dihadapi Kris adalah produk pesaing. Khususnya, kompetitor asal luar negeri yang selama ini menguasai pasar lokal. Di sisi lain, lantaran mengincar pasar pemula, Kris juga mesti bersaing dengan kompetitor lain, yakni barang imitasi yang memakai merek luar.

“Harga mereka jauh lebih murah dari harga pasar dengan kualitas jauh di bawah Uttara. Maklum, banyak traveller pemula lebih mengedepankan harga murah dibanding kualitas. Sementara, Uttara menjual produk berkualitas dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

Untuk itu, target Kris ke depan adalah ingin semakin memperkuat branding Uttara dan gencar berpromosi via online.

“Saya ingin Uttara punya support system yang bagus untuk online. Kami harus perkuat online, karena pasar kami ada di sana. Ke depan saya berharap Uttara bisa konsisten mengeluarkan 1 hingga 2 produk baru tiap bulannya, dan menambah 1 dan 2 saluran distribusi tiap bulannya. Dan yang pasti, saya ingin memproduksi produk yang keren,” pungkasnya.

 

==================================

Kris Samuel

  • Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 13 Desember 1989
  • Pendidikan Terakhir : S1 Psikologi, Universitas Maranatha
  • Mulai Usaha : Januari 2016
  • Nama Brand    : Uttara
  • Nama Perusahaan : Uttara Indonesia
  • Modal Awal           : Rp 1 juta
  • Omzet           : Rp 50 juta/bulan
  • Jumlah karyawan : 3 orang
  • Prestasi  : Pemenang Big Start Season 2 Blibli.com 2017

=======================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia