Aplikasi Safe Travel, Inovasi Pemerintah untuk Lindungi WNI di Luar Negeri

Pengunjung mencoba aplikasi Safe Trafel. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Kementerian Luar Negeri memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi guna melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri dengan meluncurkan aplikasi Safe Travel berbasis Android dan iOS. Aplikasi ini berfungsi memberikan bantuan, juga dapat memantau sebaran, lokasi, dan identitas WNI dan TKI di luar negeri.

“Kami memandang penting memanfaatkan teknologi dalam menghadapi situasi keamanan WNI dan TKI yang berada di luar negeri, baik untuk sementara ataupun menetap. Kemenlu meluncurkan aplikasi Safe Travel,” kata Retno LP Marsudi, Menteri Luar Negeri RI dalam peluncuran The Safe Travel Fest bertajuk “Responsibly Fun”, Sabtu (14/4/2018) di Central Park, Jakarta.

Menlu mengatakan, aplikasi Safe Travel @safetravelkemlu yang diilhami dari bencana gempa bumi di Nepal pada 2015 tersebut dirancang dengan konsep aman dan menyenangkan, berisikan informasi praktis yang diperlukan WNI dan TKI. “Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis,” ujar Retno.

Menurut Menlu, aplikasi ini sangat penting karena tren wisata keluar negeri semakin meningkat. Data Kementerian Luar Negeri menunjukkan sebanyak 2.978.446 WNI berada di luar negeri. Dari jumlah tersebut, mayoritas sebesar 2.825.939 merupakan pekerja migran, sisanya terdiri atas pelajar dan Anak Buah Kapal (ABK). Sementara itu, tercatat 18 juta WNI berpergian ke luar negeri untuk keperluan wisata, termasuk wisata religi (haji dan umroh).

Baca juga :   SMAN Singaraja Juara Lomba Karya Ilmiah Nasional

Retno menjelaskan, ada beberapa keuntungan apabila mengunduh aplikasi Safe Travel seperti mendapatkan informasi lengkap mengenai 180 negara terkait dengan tingkat keamanan dan kerawanan suatu negara yang ditandai dengan indikator warna; informasi alamat, nomor telepon, faksimili, email, dan hotline Perwakilan RI, baik Kedutaan Besar RI, Konsulat Jenderal RI, ataupun bila terdapat Konsulat RI di negara tersebut; hukum dan tata aturan yang berlaku di masing-masing negara, mata uang setempat, tempat ibadah, lokasi wisata, dan informasi kuliner Indonesia.