Rabu, 9 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Startup & Entrepreneurship

Ada 37 Juta Pelaku UMKM Perempuan Yang Perlu Difasilitasi

29 Juli 2022
in Startup & Entrepreneurship
Reading Time: 2 mins read
UMKM Dikelola Perempuan

Pelatihan ekonomi digital untuk UMKM Perempuan dan nelayan di Lombok Tengah. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Ada 37 juta pelaku UMKM perempuan sebagai kekuatan penggerak perekonomian yang perlu difasilitasi untuk mendapatkan akses setara ke teknologi, keterampilan, dan layanan keuangan digital. Hal ini mendorong Women’s World Banking dan UN Capital Development Fund meluncurkan Women’s Digital Financial Inclusion (WDFI) Advocacy Hub.

Ini adalah koalisi global untuk mengakselerasi aksi kolektif guna meningkatkan inklusi keuangan digital bagi perempuan, pada 20 Juli 2022. Koalisi ini bertujuan menutup kesenjangan gender dalam akses ke teknologi digital, keterampilan, dan produk keuangan digital bagi perempuan pengusaha—khususnya di negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

“Ada tiga perempat dari 1miliar perempuan di seluruh dunia tidak mendapatkan akses ke sistem keuangan formal. Bayangkan sebuah skenario di mana para perempuan itu punya peluang yang sama untuk mengakses teknologi, keterampilan, dan layanan keuangan,” kata ,” kata Mary Ellen Iskenderian, Presiden dan CEO Women’s World Banking dalam keterangan pers, Jumat (29/7/2022).

Iskenderian menjelaskan, WDFI Advocacy Hub adalah platform kolaborasi global dengan terobosan-terobosan baru yang memungkinkan skenario tersebut menjadi kenyataan sekaligus menutup kesenjangan inklusi keuangan.

Indonesia dan Ethiopia dipilih sebagai dua negara pada tahap yang berbeda dari evolusi inklusi keuangan digital. Di Indonesia, dalam kaitannya dengan Presidensi G20, ada fokus pada pertumbuhan ekonomi digital. Dengan 37 juta pelaku UMKM perempuan di Indonesia, peluang untuk menggerakkan perekonomian sangat besar. Mereka hanya perlu memiliki akses yang setara ke teknologi, keterampilan, dan layanan keuangan digital.

“Perempuan pengusaha sangat membutuhkan akses yang setara ke teknologi digital dan layanan keuangan digital, serta pelatihan keterampilan dan kepercayaan diri untuk menggunakan keduanya secara maksimal. WDFI Advocacy Hub dapat menyatukan riset, pengetahuan, dan pelaku, di satu tempat, untuk mengembangkan tiga elemen penting ini: teknologi, keuangan, dan pengetahuan,” ungkap Iskenderian.

Menurut data Global Findex terkini, Indonesia memiliki kesenjangan gender yang sedikit terbalik dibandingkan situasi global, yaitu 52,3% perempuan memiliki rekening bank, sedikit lebih besar dibandingkan pria (51,2%). Namun, pemegang akun pria tumbuh lebih cepat sepanjang 2017-2021 dibandingkan perempuan. Jika data tersebut diterjemahkan ke populasi, ada sekitar 49 juta (47,7%) perempuan yang tidak memiliki rekening bank dan 9 juta (8,9%) perempuan yang memiliki rekening bank tidak aktif.

Advocacy Hub dan koalisi lokal akan memberikan advokasi kebijakan dan praktik inklusi keuangan digital untuk mendukung UMKM milik perempuan, dengan fokus utama pada pengusaha mikro. Kebijakan dan praktik ini dapat meningkatkan akses ke teknologi, keterampilan, maupun layanan keuangan digital. Koalisi lokal WDFI Advocacy Hub di Indonesia bermitra dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Seiring upaya dunia untuk pulih dari pandemi COVID-19, sudah seharusnya inklusi keuangan digital menjadi prioritas mendasar bagi para penentu kebijakan nasional, regional, dan global. Jumlah perempuan yang tertinggal dalam transisi ke ekonomi digital ini terlalu banyak. Kami melihat banyak peluang untuk mengakselerasi perubahan dan memastikan perempuan dapat ikut dalam laju transisi dunia,” kata Preeti Sinha, Executive Secretary United Nations Capital Development Fund.

Didukung oleh Bill and Melinda Gates Foundation, WDFI Advocacy Hub adalah kolaborasi beragam pemangku kepentingan, termasuk penyedia layanan keuangan, FinTech, masyarakat sipil, dan organisasi bilateral dan multilateral.

 

STEVY WIDIA

Tags: UMKM PerempuanUN Capital Development FundWomen’s Digital Financial Inclusion (WDFI) Advocacy HubWomen’s World Banking
Previous Post

DOKU Tunjuk Mantan Petinggi Grab Jadi CEO Baru

Next Post

Telkom Akan Hadirkan Metaverse Mall Di Digiland 2022

Related Posts

Amartha 10X Run 2026 Bawa Semangat UMKM Perempuan di Lintasan Lari
Industry

Amartha 10X Run 2026 Bawa Semangat UMKM Perempuan di Lintasan Lari

8 Agustus 2026
0
SanggaTech for Her Sanggabiz
Startup & Entrepreneurship

Dorong Inklusi dan Kemandirian Digital, Sanggabiz Luncurkan Program ‘SanggaTech for Her’ Berbasis AI

6 Agustus 2026
0
DANA SisBerdaya - DisBerdaya 2026
Startup & Entrepreneurship

Dongkrak Pendapatan UMKM 113%, DANA dan Ant International Umumkan Pemenang SisBerdaya & DisBerdaya 2026

2 Juli 2026
0
Load More
Next Post
Telkom Metaverse Mall

Telkom Akan Hadirkan Metaverse Mall Di Digiland 2022

Telkomsel Roli

Platform Digital Lifestyle & Customer Loyalty Roli Kini Lebih Sasar Generasi Muda

Luwjistik dan Lion Parcel

Lion Parcel Gandeng Startup Luwjistik Untuk Perkuat Layanan Pengiriman Internasional

Discussion about this post

Recent Updates

Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2026

Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2026 Gelar Promo, Respons Perilaku Belanja Mindful Konsumen

9 September 2026
Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi

Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi

9 September 2026
Transaksi Content Commerce Asia Tenggara 2026

Transaksi Content Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$77,9 Miliar pada 2026

8 September 2026
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh 5,2% pada 2026

8 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2026

Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2026 Gelar Promo, Respons Perilaku Belanja Mindful Konsumen

9 September 2026
Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi

Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi

9 September 2026
Transaksi Content Commerce Asia Tenggara 2026

Transaksi Content Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$77,9 Miliar pada 2026

8 September 2026
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh 5,2% pada 2026

8 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version