Jumat, 13 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Aplikasi LYKE Ditutup dan Beralih ke JollyChick

5 Maret 2018
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
Agnez Mo Jadi Co-Founder LYKE

LYKE mengumumkan menunjukan Agnes Monica sebagai CCO. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Ditengah pertumbuhan pasar e-commerce, ada juga yang mengalami kegagalan. Yang terbaru adalah LYKE, yang harus menghentikan layanan di bulan Maret ini. Layanan ini akan beralih ke JollyChick, e-commerce dari Tiongkok.

CEO LYKE Bastian Purrer telah memberikan pernyataan resmi mengenai hal itu. Menurut dia, keputusan ini diambil berdasarkan sulitnya menjalankan bisnis secara efisien di bidang e-commerce fesyen.

“Saya merasa terlalu cepat masuk ke bisnis ini. Aplikasi seperti LYKE sebenarnya cukup digemari di luar negeri, karena layanan pembayaran di sana telah cukup berkembang. Dari sini saya belajar bahwa penentuan waktu (timing) sangat penting dalam membangun startup,” jelas Purrer.

LYKE sendiri merupakan aplikasi e-commerce khusus fesyen dan kecantikan yang didirikan oleh Purrer pada tahun 2015. Lewat aplikasi tersebut, LYKE menjadi semacam agregator dari seluruh produk fesyen yang dijual oleh e-commerce dan pedagang online lain, sehingga memudahkan pengguna untuk menemukan produk yang sesuai dengan minat mereka.

Baca juga :   Kemenkeu Bangun Sistem Data Base UMKM Penerima KUR

Pada bulan Agustus 2016 yang lalu, mereka berhasil mendapat pendanaan seri A senilai US$ 4 juta atau sekitar Rp 53 miliar. Investasi tersebut dipimpin oleh HV Holtzbrinck Ventures dari Jerman dan Asia Pacific Internet Gropu (APACIZG) dari Singapura. LYKE juga telah menggandeng Agnes Mo sebagai co-founder sekaligus Chief Creative Officer pada Oktober 2017.

Sebelumnya Purer telah mengklaim LYKE mempunyai sekitar 1,6 juta pengguna. Namun pendapatan yang mereka dapatkan dari transaksi pengguna masih lebih kecil dibanding biaya operasional yang harus mereka keluarkan. Salah satu aspek yang tidak efisien dalam bisnis e-commerce menurut Purrer adalah pembayaran. Saat ini mayoritas pembayaran dilakukan dengan transfer bank, yang butuh biaya cukup tinggi untuk mengelolanya.

Baca juga :   Edutech Pijar Belajar Mampu Kembangkan Kompetensi Siswa

LYKE akan segera beralih ke JollyChick, e-commerce dari Tiongkok yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 2017, dan berniat untuk fokus mengembangkan bisnis mereka di tanah air pada tahun ini.

 

STEVY WIDIA

Tags: e-commerceJollyChickLYKE
Previous Post

Facebook Hadirkan Solusi Iklan Berbasis Messenger

Next Post

Brand Indonesia Berpartisipasi Di ajang Balap Motor Internasional

Related Posts

Blibli - YouTube Shopping
Digital Business

Blibli Hadir di YouTube Shopping, Integrasikan Produk Yang Direkomendasi Kreator

9 Maret 2026
0
Genjot Penjualan Furnitur, Lazada Hadirkan Fitur Layanan Instalasi
Digital Business

Genjot Penjualan Furnitur, Lazada Hadirkan Fitur Layanan Instalasi

7 Maret 2026
0
Komunitas TikTok
Digital Business

Penemuan dan Komunitas TikTok Mempengaruhi Tren Perdagangan E-commerce

5 Maret 2026
0
Load More
Next Post
Brand Indonesia  Berpartisipasi Di ajang Balap Motor Internasional

Brand Indonesia Berpartisipasi Di ajang Balap Motor Internasional

Liana Dewi dan Friska Arfanty : Penuhi Kebutuhan Para Ibu di Era Milenial

Liana Dewi dan Friska Arfanty : Penuhi Kebutuhan Para Ibu di Era Milenial

Tren Pengguna Uber di 2017

Uber Luncurkan Layanan Kesehatan

Discussion about this post

Recent Updates

Apple Developer Academy

Apple Developer Academy Kelima Digelar, Lebih dari 100 Peserta Ikut Kelas Perdana

13 Maret 2026
Kinerja Keuangan Bukalapak 2025

Pendapatan Bukalapak Melonjak 46% di 2025, Segmen Gaming Jadi Kontributor Utama

13 Maret 2026
Investasi Digital Ajaib

Pertumbuhan Pengguna Investasi Digital Ajaib Capai 7 Juta Investor

13 Maret 2026
NTT DATA x NVIDIA

NTT DATA Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Inovasi Global

13 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Apple Developer Academy

Apple Developer Academy Kelima Digelar, Lebih dari 100 Peserta Ikut Kelas Perdana

13 Maret 2026
Kinerja Keuangan Bukalapak 2025

Pendapatan Bukalapak Melonjak 46% di 2025, Segmen Gaming Jadi Kontributor Utama

13 Maret 2026
Investasi Digital Ajaib

Pertumbuhan Pengguna Investasi Digital Ajaib Capai 7 Juta Investor

13 Maret 2026
NTT DATA x NVIDIA

NTT DATA Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Inovasi Global

13 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version