youngster.id - Penyedia infrastruktur fixed broadband LinkNet (PT Link Net Tbk) menjalin kemitraan strategis dengan International Finance Corporation (IFC) untuk memperluas jaringan serat optik (fiber) di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat inklusi digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Dalam kemitraan ini, IFC (anggota Grup Bank Dunia) menyediakan paket pembiayaan dalam mata uang Rupiah senilai total US$350 juta (sekitar Rp5,5 triliun). Pendanaan ini terdiri dari pinjaman langsung IFC sebesar US$200 juta—yang menandai investasi pertama IFC di sektor infrastruktur fixed broadband Indonesia—serta mobilisasi dana sebesar US$150 juta dari Asian Development Bank (ADB).
Kanishka Gayan Wickrama, CEO LinkNet mengatakan, investasi jumbo ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur broadband berkecepatan tinggi, khususnya di kota-kota sekunder dan tersier yang selama ini masih memiliki akses terbatas terhadap konektivitas berkualitas.
“Kemitraan kami dengan IFC merupakan langkah maju yang signifikan dalam memperluas konektivitas inklusif di seluruh Indonesia, sekaligus memastikan keberlanjutan sebagai inti dari strategi pertumbuhan kami,” ujar Kanishka, dikutip Jum’at (6/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pendanaan ini juga akan mendukung pemutakhiran jaringan guna meningkatkan efisiensi energi dan ketahanan infrastruktur.
Selain ekspansi jangkauan, inisiatif ini mendorong efisiensi di sektor telekomunikasi melalui transisi dari koneksi berbasis tembaga (Hybrid Fiber-Coaxial) ke jaringan serat optik modern. Kabel serat optik dikenal lebih hemat energi dalam transmisi data dan menawarkan keandalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kabel tradisional.
Saat ini, penetrasi fixed broadband di Indonesia baru mencapai sekitar 23%, masih tertinggal jauh dibandingkan rata-rata regional Asia-Pasifik yang berada di angka 52%. Ekspansi fiber berkecepatan tinggi ini menjadi krusial untuk menutup kesenjangan digital tersebut.
Euan Marshall, Country Manager IFC untuk Indonesia, menekankan bahwa akses konektivitas yang andal adalah kunci untuk membuka peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja yang lebih baik, dan memacu inovasi.
“Melalui kerja sama dengan LinkNet, kami mendukung peningkatan skala infrastruktur broadband modern yang membantu menjembatani kesenjangan konektivitas dan memungkinkan dunia usaha untuk berpartisipasi serta tumbuh dalam ekonomi digital global,” kata Euan.
LinkNet, yang merupakan anak perusahaan dari Axiata Group Berhad, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama infrastruktur fiber di Indonesia guna memenuhi permintaan pasar yang terus melonjak akan layanan internet kabel berkualitas tinggi.
STEVY WIDIA
