Sabtu, 28 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Digital Business

Analisis Momentum Works: Peringatan Menkeu Purbaya bagi e-Commerce Asing di Indonesia

27 Maret 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
e-commerce

Analisis Momentum Works: Peringatan Menkeu Purbaya bagi e-Commerce Asing di Indonesia (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia mengirimkan pesan kuat kepada platform e-commerce asing, terutama yang terhubung dengan Tiongkok, meskipun tidak sampai melakukan pelarangan total. Menurut analisis pasar Momentum Works, sikap pemerintah Indonesia mencerminkan kekhawatiran serius terhadap dominasi produk dan platform asing di ekosistem perdagangan digital domestik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini menyuarakan keprihatinan atas keluhan publik terkait maraknya barang impor murah dari Tiongkok di platform lokal.

“Jika ini terus berlanjut tanpa intervensi, seolah-olah kita menyerahkan pasar domestik kita langsung ke Tiongkok,” ujar Purbaya, seperti dilansir TN Global, Jum’at (27/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pemerintah sedang merumuskan strategi untuk memastikan produk domestik dapat “bersaing dan kembali menonjol di pasar kita.”

Momentum Works mencatat ini adalah pertama kalinya seorang menteri senior pemerintah secara publik angkat bicara mengenai isu tersebut, menggarisbawahi keseriusan kekhawatiran atas pengaruh asing di sektor e-commerce Indonesia.

Baca juga :   Flip Masuk Daftar 10 Aplikasi Yang Mentransformasi Generasi Masa Kini

Konsultan tersebut merujuk pada preseden tahun 2023 ketika Menteri Koperasi dan UKM saat itu, Teten Masduki, mengusulkan pelarangan TikTok Shop. Meskipun awalnya dianggap sebagai sinyal kecil karena otoritas regulasinya yang terbatas, beberapa minggu kemudian pemerintah menerapkan larangan, mengejutkan ByteDance, induk TikTok Shop.

ByteDance kemudian menegosiasikan akuisisi Tokopedia yang sedang kesulitan dari GoTo Group, mengubah potensi lawan menjadi pendukung. Momentum Works menekankan bahwa platform e-commerce asing harus menavigasi kompleksitas Indonesia dengan hati-hati. Shopee, misalnya, secara historis mengandalkan tim manajemen lokal, berinvestasi dalam pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memfasilitasi ekspor, dan membatasi aliran lintas batas tertentu agar sejalan dengan prioritas pemerintah. Sejak mengakuisisi Tokopedia pada 2023, TikTok Shop mengadopsi taktik serupa untuk mengatasi kekhawatiran regulasi.

Konsultan tersebut memperkirakan TikTok Shop akan terlibat erat dengan regulator untuk menghindari terulangnya kegagalan tahun 2023. Dengan pemerintahan baru dan kondisi ekonomi global yang lebih tidak pasti, Momentum Works percaya ruang untuk salah membaca sinyal kebijakan lebih kecil dari sebelumnya.

Baca juga :   Pemerintah Minta E-Commerce Prioritaskan Produk Lokal Dari Pelaku UMKM

Tren pasar menggarisbawahi taruhannya. Pada tahun 2024, Shopee memegang estimasi 46 persen pangsa pasar di Indonesia, sementara TikTok Shop menyumbang sekitar 11 persen. Momentum Works melaporkan bahwa TikTok Shop telah lebih dari dua kali lipat nilai barang dagangan bruto (GMV) sejak saat itu, mendekati pangsa Shopee, terutama untuk barang-barang premium dan bermerek yang masih disukai di Tokopedia.

Di seluruh kawasan, pemerintah semakin mengatur e-commerce lintas batas. Thailand telah mengenakan PPN pada impor online bernilai kecil, sementara hukum e-commerce baru Vietnam, yang berlaku 1 Juli 2026, menggeser tanggung jawab verifikasi dan perpajakan ke platform.

Momentum Works menyoroti bahwa di Indonesia, e-commerce lintas batas business-to-consumer (B2C) relatif kecil, tetapi 70% hingga 80% barang yang dijual di platform domestik masih diproduksi di Tiongkok. Menurut Momentum Works, regulasi dan perpajakan mungkin mengekang impor oportunistik, tetapi tidak mengubah struktur pasokan yang mendasarinya. Pertanyaan besarnya adalah apakah Indonesia dapat membangun ekosistem pasokan domestik yang mampu bersaing dengan rantai pasok global atau apakah pemasok asing akan terus beradaptasi dan masuk kembali dalam bentuk baru.

Baca juga :   Shopee Gelar Pertukaran Seller Ke Thailand

Momentum Works menyimpulkan pernyataan Purbaya, memberi sinyal bahwa meskipun Indonesia mungkin tidak melarang e-commerce Tiongkok secara langsung, pemerintah menegaskan pengawasan yang lebih kuat untuk melindungi pemain domestik. Bagi platform seperti TikTok Shop dan Shopee, keberhasilan menavigasi lanskap regulasi Indonesia yang terus berkembang akan membutuhkan penyeimbangan pertumbuhan dengan keterlibatan lokal dan kepatuhan. (*AMBS)

Tags: e-commerce asingMenkeu PurbayaMomentum WorksRegulasi DigitalShopeeTiktok ShopUMKM
Previous Post

Laporan HID 2026: Manajemen Identitas Jadi Prioritas Utama Keamanan Global

Next Post

Wukong: Platform AI-Native Alibaba untuk Revolusi Produktivitas Perusahaan

Related Posts

Laba Bersih Shopee
Digital Business

Laba Bersih Shopee Melonjak Tiga Kali Lipat

16 Maret 2026
0
Mastercard Global Commerce Suite
Digital Business

Mastercard Luncurkan Global Commerce Suite, Mudahkan Transaksi Lintas Negara bagi UMKM

11 Maret 2026
0
Shopee Festival Ramadan Kreator 2026
Digital Business

Shopee Festival Ramadan Kreator 2026, Dorong Ekosistem Kreator Tumbuh

20 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Wukong Alibaba AI

Wukong: Platform AI-Native Alibaba untuk Revolusi Produktivitas Perusahaan

Kualitas Kredit Fintech JULO

JULO Jaga Kualitas Kredit Fintech di Tengah Pertumbuhan Industri

trafik data Indosat

Jaringan Indosat Tangguh Saat Trafik Data Meroket Lebih Dari 20%

Discussion about this post

Recent Updates

AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
Roblox

Patuhi Regulasi RI, Roblox Batasi Konten dan Komunikasi Pengguna di Bawah 16 Tahun

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
Roblox

Patuhi Regulasi RI, Roblox Batasi Konten dan Komunikasi Pengguna di Bawah 16 Tahun

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version