youngster.id - Kampus mulai memainkan peran besar dalam melahirkan inovasi berbasis riset yang siap dikembangkan menjadi bisnis nyata dan berdampak bagi industri. Seperti yang dilakukan IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I).
Mereka menggelar Seleksi Presentasi dan Wawancara Proposal Pengembangan Inovasi dan Inkubasi Startup Program PRIME STeP IPB 2026 bersama tim Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kepala LPA2I IPB University Handian Purwawangsa mengatakan, IPB saat ini tengah membangun ekosistem riset dan inovasi yang terintegrasi dari tahap awal hingga proses komersialisasi.
“Startup memiliki peran penting dalam membangun konektivitas bisnis antarpelaku usaha rintisan sehingga tercipta kolaborasi yang lebih kuat dalam ekosistem inovasi. Inovasi juga akan difokuskan untuk menghasilkan produk yang siap ditangkap industri maupun startup untuk dikomersialkan,” ungkapnya dikutip dari laman ipb.ac, Selasa (12/5/2026).
Menurut Handian, pengembangan startup berbasis riset menjadi langkah penting agar hasil penelitian kampus tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu berkembang menjadi solusi nyata yang dibutuhkan masyarakat dan industri.
Program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi dan inkubasi startup berbasis riset di perguruan tinggi. Kegiatan ini berlangsung pada 7–9 Mei 2026 di Gedung Startup Center STP IPB, Kampus Taman Kencana, Kota Bogor.
Melalui program ini, inovator yang lolos seleksi akan memperoleh dana pengembangan produk mulai dari Rp300 juta hingga Rp900 juta. Sementara startup terpilih berkesempatan mendapatkan dukungan pengembangan usaha sebesar Rp200 juta sampai Rp500 juta sesuai tahap perkembangan bisnis mereka.
Ketua Tim Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Laela Sifa menjelaskan bahwa seleksi bersama di IPB University merupakan tahap akhir setelah sebelumnya dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi lain.
“Seleksi bersama kali ini diikuti oleh 75 startup dan 51 inovasi dari berbagai bidang,” jelasnya.
Melalui program PRIME STeP 2026, IPB University berharap dapat melahirkan lebih banyak startup berbasis riset yang mampu berkembang dan memiliki daya saing tinggi.
Selain memperkuat inovasi di lingkungan kampus, program ini juga diharapkan mampu mempercepat hilirisasi riset agar hasil penelitian akademik dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri nasional dan masyarakat luas.
Di tengah perkembangan ekonomi digital dan industri teknologi Indonesia yang semakin pesat, startup berbasis riset dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi motor baru inovasi nasional.
STEVY WIDIA














Discussion about this post