youngster.id - Konsumsi internet masyarakat Indonesia terus melonjak di 2026. Mulai dari streaming video, mobile gaming, hingga layanan berbasis AI dan cloud, semuanya mendorong kebutuhan koneksi yang lebih cepat dan stabil. Di tengah lonjakan trafik data tersebut, persaingan operator telekomunikasi pun makin agresif, terutama dalam memperluas jaringan 5G dan memperkuat kualitas layanan digital.
Momentum inilah yang mulai dimanfaatkan XLSMART Telecom Sejahtera pasca merger. Presiden Direktur dan CEO XLSMART Telecom Sejahtera, Rajeev Sethi mengatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah memperkuat kualitas jaringan dan memperluas pengalaman 5G pelanggan di seluruh Indonesia.
“Fokus utama XLSMART saat ini adalah memperkuat kualitas jaringan dan memperluas pengalaman 5G pelanggan di seluruh Indonesia. Kami ingin memastikan setiap pelanggan dapat menikmati konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan seamless untuk mendukung kebutuhan digital yang terus berkembang,” ucapnya dikutip Selasa (12/5/2026).
Memasuki kuartal pertama 2026, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 38% menjadi Rp11,84 triliun, didorong meningkatnya penggunaan layanan data dan percepatan integrasi jaringan di berbagai wilayah Indonesia.
Kinerja ini ikut mendorong laba bersih yang dinormalisasi melonjak 254% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp1,37 triliun. Sementara itu, EBITDA yang dinormalisasi tercatat sebesar Rp5,43 triliun dengan margin mencapai 46%.
Layanan data dan digital masih menjadi motor utama pertumbuhan bisnis perusahaan. Kontribusinya kini mencapai 91,8 persen terhadap total pendapatan, seiring meningkatnya kualitas pelanggan dan tingginya pemanfaatan layanan data bernilai tambah.
Kenaikan blended ARPU ke level Rp47,3 ribu juga menjadi sinyal bahwa strategi monetisasi layanan digital mulai menunjukkan hasil positif.
Menurut Rajeev, integrasi jaringan menjadi fondasi utama dalam membangun pengalaman digital generasi berikutnya.
Hingga kuartal pertama 2026, sekitar 40,3 ribu site telah berhasil diintegrasikan ke jaringan XLSMART. Perusahaan juga menambah sekitar 4,9 ribu site baru untuk memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kapasitas layanan data di berbagai wilayah strategis.
Tak hanya itu, XLSMART juga telah menyelesaikan sekitar 77% target tower dismantling sebagai bagian dari efisiensi operasional pasca merger.
Penguatan infrastruktur ini beriringan dengan melonjaknya trafik data yang tumbuh 36 persen secara tahunan menjadi 3.867 petabytes. Lonjakan tersebut dipicu tingginya aktivitas digital masyarakat, mulai dari streaming video, mobile gaming, hingga kebutuhan komputasi berbasis cloud.
Untuk menjawab kebutuhan itu, perusahaan terus mempercepat ekspansi 5G melalui pendekatan blanket coverage di berbagai kota besar.
Hingga akhir Maret 2026, jaringan 5G XLSMART telah hadir di 43 kota dan ditargetkan terus bertambah sepanjang tahun ini.
Ekspansi ini dinilai penting karena teknologi 5G diproyeksikan menjadi fondasi utama bagi perkembangan ekosistem digital masa depan, termasuk pemanfaatan AI, cloud, hingga berbagai layanan digital generasi berikutnya.
Sepanjang kuartal pertama 2026, belanja modal perusahaan mencapai Rp2,25 triliun yang difokuskan pada integrasi jaringan, modernisasi infrastruktur, ekspansi layanan 5G, dan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan.
Dengan dukungan lebih dari 253 ribu BTS serta strategi multi-brand melalui XL Prepaid, AXIS, SMARTFREN, XL PRIORITAS, XL SATU, dan layanan enterprise, XLSMART optimistis bisa memainkan peran penting dalam mempercepat transformasi digital nasional.
“Kami percaya konektivitas berkualitas merupakan fondasi penting untuk mempercepat transformasi digital nasional dan menghubungkan setiap orang Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik,” tutup Rajeev.
Di tengah kebutuhan konektivitas yang terus tumbuh, persaingan operator kini tak lagi sekadar soal cakupan sinyal, tetapi siapa yang mampu menghadirkan pengalaman digital paling relevan bagi masyarakat Indonesia.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post