youngster.id - Menindaklanjuti Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang kewajiban penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik (RME), Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Cabang Bali menggandeng Privy untuk mengakselerasi digitalisasi operasional. Melalui forum CEO Meeting yang dihadiri 50 pimpinan rumah sakit swasta di Bali, kolaborasi ini berfokus pada implementasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi guna mempermudah alur administrasi kesehatan.
Langkah ini menjadi krusial mengingat efisiensi administrasi, mulai dari pencatatan medis hingga pengelolaan klaim BPJS Kesehatan, kini sangat bergantung pada validitas dokumen digital.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Lanjutan dan Bioteknologi Kemenkes RI, Haidar Istiqlal, menegaskan bahwa RME bukan sekadar peralihan kertas ke digital, melainkan investasi data kesehatan yang terintegrasi.
“Ketika data rekam medis tercatat secara terstruktur dan dokumen ditandatangani secara elektronik dengan sertifikat yang sah, maka integrasi antar fasilitas kesehatan dapat berjalan secara akurat dan efisien,” ujar Haidar, Selasa (12/5/2026).
Hal senada disampaikan oleh Frizco Surgaria dari BPJS Kesehatan Wilayah XI. Ia menjelaskan bahwa adopsi digital berdampak langsung pada kelancaran pembayaran klaim. Dokumen yang ditandatangani secara digital meminimalisir ketidaksesuaian data yang sering menjadi penyebab utama tertundanya klaim rumah sakit.
Ketua ARSSI Cabang Bali, dr. I Nyoman Gede Bayu Wiratama Suwedia, mengakui bahwa integrasi data dan keabsahan hukum dokumen menjadi tantangan bersama bagi 50 rumah sakit anggota ARSSI di Bali.
“Kami menggandeng Privy sebagai penyedia TTE dan Identitas Digital yang telah dipercaya institusi kesehatan. Tujuannya agar rumah sakit swasta di Bali lebih solid dan kolaboratif dalam mengadopsi RME yang sah secara hukum,” ungkap dr. Bayu.
Vice President Business Development Privy, Bara Sakti Walandouw, menjelaskan bahwa teknologi TTE tersertifikasi dapat memangkas waktu koordinasi antar divisi rumah sakit secara signifikan.
“Proses yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari dapat diselesaikan dalam hitungan menit. TTE Privy memastikan setiap tahapan digitalisasi tetap sah secara hukum dan dapat diverifikasi keasliannya,” jelas Bara.
Saat ini, Privy telah digunakan oleh lebih dari 71 juta pengguna dan 200 ribu perusahaan, termasuk grup rumah sakit besar seperti Hermina, Sentra Medika, dan EMC Hospital Group. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat misi transformasi kesehatan nasional melalui ekosistem digital yang aman.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post