youngster.id - Layanan perbankan digital besutan Astra Financial dan WeLab, Bank Saqu, terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi pelaku usaha mandiri atau solopreneur di Indonesia. Melalui berbagai inisiatif strategis seperti penyelenggaraan Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club 2026 bekerja sama dengan IDN, bank digital ini aktif mempertemukan para solopreneur dengan calon pembeli (buyer), investor, hingga mitra strategis guna membuka peluang ekspansi bisnis yang lebih luas.
Hingga saat ini, Bank Saqu telah mencatatkan basis pengguna yang masif dengan melayani lebih dari 3,8 juta nasabah, di mana segmen solopreneur menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan bisnisnya.
Relationship Banking Director Bank Saqu, Hendrik Komandangi, menekankan bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan produk yang kompetitif, tetapi juga pengelolaan keuangan yang matang, kesiapan modal, serta kemitraan yang tepat.
“Banyak pelaku usaha memiliki produk yang kompetitif dan potensi pasar yang besar. Namun, untuk meningkatkan skala bisnis, mereka perlu memahami kebutuhan pasar, membangun kemitraan yang tepat, serta memiliki pengelolaan keuangan dan kesiapan modal yang baik. Melalui The Founders Club, kami ingin membantu menghubungkan potensi tersebut dengan peluang bisnis yang lebih konkret,” ujar Hendrik, dikutip Kamis (29/10/2026).
Solusi Akses Permodalan Lewat Saku Kredit dan Modal Kerja
Guna mendukung kebutuhan finansial para pelaku usaha, Bank Saqu menghadirkan pendekatan relationship banking yang menyeluruh. Layanan ini dirancang khusus agar dapat beradaptasi dengan dinamika kebutuhan dana seiring perkembangan skala usaha solopreneur.
Adapun pilar dukungan permodalan yang disediakan mencakup fasilitas Saku Kredit, yaitu pembiayaan dengan limit awal hingga Rp30 juta yang fleksibel untuk mendukung kebutuhan likuiditas jangka pendek. Selain itu, Bank Saqu juga menyediakan Kredit Modal Kerja sebagai solusi pembiayaan terstruktur guna mendanai kebutuhan operasional harian hingga mendukung rencana ekspansi bisnis yang lebih besar.
Perluasan Akses Pasar Melalui Speed Business Matching
Selain memperkuat permodalan, Bank Saqu fokus memperluas akses pasar para solopreneur melalui program pendampingan yang berkelanjutan. Melalui sesi interaktif seperti Match. Make. Grow! Speed Business Matching Session, para solopreneur terpilih diberikan kesempatan emas untuk mempresentasikan produk dan layanan mereka secara langsung dalam sesi berdurasi terarah dengan calon investor dan korporasi.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan kapasitas solopreneur yang telah dirintis Bank Saqu sejak 2024 melalui Solopreneur Academy. Jika sebelumnya fokus diberikan pada peningkatan literasi dan pembelajaran, kini cakupan program diperluas secara nyata ke arah penciptaan pasar, kolaborasi lintas industri—mulai dari sektor F&B, kopi, MICE, hingga teknologi—serta solusi perbankan yang relevan.
Dengan mengusung semangat #SelaluBersama, Bank Saqu optimis dapat terus menjembatani kebutuhan finansial dan memperluas jaringan bisnis para solopreneur, sehingga mampu tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang produktif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post