CapCut AI Content Fest 2026, Bawa Cerita Kreator Indonesia ke Layar Lebar

Finalis, Juri dan Pelaksana AI Content Fest 2026. (Foto: istimewa/capcut)

youngster.id - Perkembangan teknologi AI tidak hanya mengubah cara orang bekerja, tetapi juga membuka cara baru bagi kreator untuk menghasilkan karya. Hal ini terlihat dalam AI Content Fest 2026 yang digelar CapCut, dengan membawa karya film pendek berbasis AI dari kreator Indonesia ke layar lebar.

Mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”, puncak AI Content Fest 2026 menampilkan 10 karya terpilih dari kreator berbagai daerah di Indonesia.

“Indonesia punya begitu banyak cerita dan talenta kreatif yang layak mendapatkan panggung lebih besar. Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” kata Jessica Wowor, Head of Content Operations, CapCut Indonesia dikutip Sabtu (12/9/2026).

Festival film pendek berbasis AI perdana dari CapCut ini mengajak kreator mengangkat berbagai cerita tentang Indonesia, mulai dari identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, hingga pengalaman serta harapan mereka tentang Indonesia.

Jessica menjelaskan, dalam proses kreatifnya, para finalis memanfaatkan CapCut Video Studio dan berbagai fitur kreatif berbasis AI untuk mengembangkan ide hingga menghasilkan visual dalam karya mereka.

“Kehadiran AI dalam proses tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi salah satu alat yang membantu kreator mengeksplorasi ide yang sebelumnya mungkin sulit diwujudkan,” ujarnya.

Tidak hanya ditampilkan di layar lebar, 10 film terpilih juga mendapatkan penilaian dan tanggapan langsung dari sejumlah pelaku industri kreatif, yakni Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.

Sesi tersebut memberikan kesempatan bagi para finalis untuk memperkenalkan karya sekaligus mendapatkan perspektif profesional mengenai ide, visual, hingga cara mereka menyampaikan cerita.

“Kami ingin kreator melihat CapCut bukan sekadar sebagai alat untuk menyunting video, tetapi sebagai ruang untuk mengeksplorasi ide dan membawa kreativitas mereka lebih jauh,” kata Jessica.

Menurutnya, berbagai fitur kreatif di CapCut, termasuk teknologi berbasis AI, dapat membantu kreator mencoba format, visual, dan cara bercerita yang lebih ambisius. Hal ini juga membuka peluang bagi kreator yang ingin mengembangkan karya ke ranah film dan hiburan.

Sebagai bentuk apresiasi, AI Content Fest 2026 turut memberikan penghargaan dalam delapan kategori, yaitu Student Awards, Most Popular AI Microfilm, Special Selection Award, Best Story, Best Visual, Jury’s Special Mention, Next Icon Award, dan Best AI Micro Film.

Karya-karya tersebut diputar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81. Selain itu, eksplorasi AI dalam karya kreatif juga ditampilkan melalui kolaborasi CapCut dengan musisi Raim Laode.

Dalam kolaborasi tersebut, Raim membuat video musik berbasis AI untuk single terbarunya, “Dunia Yang Nanti”. Video musik ini pertama kali ditayangkan dalam puncak AI Content Fest 2026.

AI Content Fest 2026 menjadi salah satu upaya CapCut untuk memperluas kesempatan bagi kreator Indonesia. Tidak hanya melalui teknologi penyuntingan video, CapCut juga menghadirkan berbagai program seperti CapCut Gala, Creator Lab, dan CapCut Creative Partner (CPP).

Program-program tersebut memberikan kesempatan bagi kreator untuk mengembangkan kemampuan, bertukar pengetahuan, mengeksplorasi tools kreatif, mendapatkan apresiasi, dan memperluas jangkauan karya mereka.

Di tengah perkembangan AI, ruang seperti ini menjadi penting karena teknologi tidak hanya digunakan untuk mempercepat produksi konten. Bagi kreator, AI juga dapat menjadi alat untuk mencoba lebih banyak ide dan membawa cerita sederhana menjadi karya yang memiliki panggung lebih besar.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version