youngster.id - Perusahaan teknologi finansial (fintech) LinkAja mencatatkan lonjakan kinerja keuangan signifikan pada semester I-2026. Perusahaan membukukan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) lebih dari 200% secara tahunan (year on year/YoY) atau melonjak lebih dari sembilan kali lipat, serta mencetak kenaikan laba bersih hingga melebihi 100%.
Seiring dengan perolehan tersebut, pengguna aktif bulanan (monthly active users) LinkAja tumbuh 5% YoY. Saat ini ekosistem perusahaan ditopang oleh lebih dari 92 juta pengguna terdaftar serta lebih dari 2,5 juta merchant yang tersebar di seluruh Indonesia.
Capaian positif ini tak lepas dari langkah reorientasi strategis LinkAja yang bergeser dari sekadar platform pembayaran digital (e-wallet) menjadi Financial Service Enabler.
Chief Executive Officer (CEO) LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, menjelaskan bahwa transformasi ini dirancang untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar melalui integrasi layanan keuangan di berbagai ekosistem digital.
“Melalui kapabilitas seperti payment gateway, QRIS, merchant payment, money transfer, incentive disbursement, account linkage, hingga solusi finansial bagi bisnis, LinkAja membangun konektivitas yang memungkinkan layanan keuangan hadir secara lebih terintegrasi di berbagai ekosistem,” ujar Yogi, dikutip Kamis (20/8/2026).
Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan dan Sektor Syariah
Guna memperkuat diversifikasi layanan, LinkAja mengandalkan kolaborasi strategis bersama ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN), institusi keuangan, hingga perusahaan teknologi. Strategi ini ditujukan untuk melayani berbagai skenario bisnis, baik business-to-consumer (B2C), business-to-business (B2B), maupun business-to-business-to-consumer (B2B2C).
Chief Finance & Strategy Officer LinkAja, Wannahari Harahap, menekankan bahwa agenda pertumbuhan perusahaan berfokus pada kualitas dan fundamental bisnis yang sehat.
“Pertumbuhan yang dicapai kami tidak hanya dilihat dari sisi angka, tetapi juga dari kualitas dan keberlanjutan bisnis. Kami terus membangun fondasi yang lebih sehat dengan mengoptimalkan kapabilitas finansial dan teknologi, sekaligus memperluas peluang melalui ekosistem dan strategic partnership,” kata Wannahari.
Di sisi lain, ekosistem syariah turut menjadi pilar penting bagi strategi jangka panjang perusahaan. Setelah enam tahun beroperasi, layanan LinkAja Syariah kini telah menjangkau lebih dari 9 juta pengguna dengan volume transaksi menembus 213 juta transaksi.
Selain memfasilitasi transaksi komersial, LinkAja Syariah telah menyalurkan dana donasi dan sosial pengguna sebesar Rp403 miliar melalui kerja sama dengan lebih dari 31 lembaga sosial dan keagamaan. Memasuki tahun 2026, LinkAja memperluas fitur syariahnya melalui kehadiran kalkulator zakat serta integrasi menu BAZNAS untuk mempermudah akses pembayaran zakat secara digital. (*AMBS)
