youngster.id - Perjalanan menuju perguruan tinggi tidak selalu mudah bagi banyak anak muda Indonesia. Bagi sebagian keluarga, keterbatasan ekonomi menjadi tantangan yang harus dihadapi di tengah upaya mengejar cita-cita. Tahun ini, lebih dari 150 mitra driver dan anak mitra Gojek mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Program Beasiswa Gojek 2026.
Hal menarik, untuk pertama kalinya, penerima manfaat tidak hanya berasal dari anak mitra, tetapi juga mitra driver aktif yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan perluasan program tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan mitra dan keluarga mereka.
“Perluasan Program Beasiswa Gojek merupakan wujud apresiasi dan komitmen kami untuk terus mendorong kesejahteraan para mitra driver dan keluarga. Kami paham bahwa di balik setiap perjalanan yang ditempuh teman-teman mitra setiap hari, ada mimpi masa depan yang sedang diperjuangkan,” ucapnya dikutip Kamis (18/6/2026).
Menurut Hans, akses pendidikan yang lebih luas diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi para mitra dan keluarga untuk berkembang serta meraih kehidupan yang lebih baik.
Gojek bersama Yayasan GoTo Merah Putih (YGMP) mengumumkan penerima Beasiswa Gojek Gelombang 2 melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pada gelombang ini, lebih dari 75 mitra driver dan anak mitra dari berbagai daerah di Indonesia menerima beasiswa.
Jumlah tersebut melengkapi gelombang pertama yang diumumkan pada April lalu, ketika 75 anak mitra berhasil mendapatkan beasiswa setelah diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Dengan tambahan penerima pada gelombang kedua, total penerima Beasiswa Gojek 2026 kini mencapai lebih dari 150 orang, meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu penerima beasiswa tahun ini adalah Simon Vega Rumaijuk, mitra driver Gojek aktif yang berhasil diterima di Program Studi S1 Pendidikan Musik Universitas Negeri Medan (Unimed).
Di tengah kesibukannya bekerja sebagai mitra driver, Simon tetap konsisten mengembangkan kemampuan di bidang musik. Ketekunan tersebut akhirnya membawanya diterima di jurusan yang sesuai dengan minat dan cita-citanya.
“Saya sangat bersyukur mendapatkan Beasiswa Gojek. Dukungan ini membuat saya bisa lebih fokus menjalani perkuliahan dan mengembangkan kemampuan di bidang musik. Saya berharap suatu hari nanti dapat membanggakan orang tua dan keluarga melalui pendidikan yang saya tempuh,” katanya.
Kisah perjuangan juga datang dari Rahma Aqilah Haziqah, anak mitra driver Gojek yang berhasil diterima di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI).
“Saya terinspirasi dari ketangguhan Ayah sebagai mitra driver Gojek. Beasiswa Gojek ini hadir di waktu yang tepat sehingga saya bisa lebih fokus mengejar cita-cita berkarier di bidang research and development obat dan kosmetik tanpa menambah beban orang tua,” ujarnya.
Ketua Yayasan GoTo Merah Putih, Amelia Callista, mengatakan, melalui perluasan Program Beasiswa Gojek tahun ini, Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih berharap semakin banyak mitra driver dan keluarga mereka yang memiliki kesempatan meraih pendidikan tinggi. Tidak hanya membantu meringankan biaya pendidikan, program ini juga diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mewujudkan cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Di balik ribuan pendaftar yang kami terima tahun ini, terpilih 150 penerima Beasiswa Gojek yang merupakan putra-putri terbaik bangsa dan berhasil diterima di berbagai universitas negeri terbaik di Indonesia. Dari semuanya, terdapat begitu banyak kisah tentang ketekunan, kerja keras, dan semangat untuk terus melangkah maju,” pungkasnya.
Dari total penerima beasiswa tahun ini, sebanyak 54,76 persen diterima di program studi sains dan teknologi (Saintek), sementara 45,24 persen lainnya memilih program studi sosial dan humaniora (Soshum). Mereka berhasil masuk ke berbagai perguruan tinggi negeri ternama, termasuk Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan sejumlah kampus unggulan lainnya.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post