youngster.id - GoTo (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk) kembali membukukan kinerja keuangan yang solid pada Kuartal II-2026. Perusahaan induk dari Gojek dan GoPay ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp252 miliar, menandai dua kuartal berturut-turut meraih profitabilitas setelah sebelumnya membukukan laba bersih Rp171 miliar pada Kuartal I-2026.
Pertumbuhan kinerja perseroan juga tecermin dari Gross Transaction Value (GTV) inti yang melonjak 83% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp164 triliun. Sementara itu, pendapatan bersih GoTo tumbuh 31% YoY mencapai Rp5,7 triliun.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa pencapaian ini ditopang oleh efisiensi operasional serta performa kuat dari lini bisnis Fintech (GoPay).
“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul, di mana profitabilitasnya kini telah melebihi bisnis On-demand Services (ODS) untuk pertama kalinya,” ujar Hans, dikutip Kamis (30/7/2026).
Fintech Lampaui On-Demand Services
Lini bisnis Fintech (GoPay) mencatatkan lonjakan EBITDA yang disesuaikan hingga 447% YoY menjadi Rp481 miliar, dengan pendapatan bersih naik 53% YoY melampaui Rp2,0 triliun. Jumlah pengguna bertransaksi bulanan (Monthly Transacting Users/MTU) meningkat 29% YoY menjadi 28,8 juta pengguna, sementara nilai buku pinjaman (loan book) tumbuh 58% YoY menjadi Rp11 triliun dengan kualitas rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang tetap stabil.
Sementara itu, segmen On-demand Services (Gojek) mengantongi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp464 miliar (naik 41% YoY) dengan pendapatan bersih sebesar Rp3,6 triliun. Nilai GTV segmen ODS tercatat naik 2% YoY menjadi Rp16,7 triliun.
Terkait aturan baru Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026 mengenai penyesuaian batas komisi 8% untuk transportasi roda dua (GoRide) yang berlaku per 1 Juli 2026, Hans menyebut dampak finansialnya baru akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Meski demikian, pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh 2026 tetap dipertahankan pada kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Untuk merespons aturan tersebut, GoTo penyesuaian pedoman kinerja internal: Pedoman Fintech, dinaikkan menjadi Rp1,7–1,8 triliun (dari sebelumnya Rp1,4–1,5 triliun); Pedoman ODS, disesuaikan menjadi Rp1,4–1,5 triliun (dari sebelumnya Rp1,7–1,8 triliun).
Rencana Pembatalan Saham Tresuri dan Program Apresiasi Mitra
Seiring dengan penguatan kinerja keuangan, GoTo mengumumkan rencana untuk membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau setara dengan kurang lebih 2,7% dari total saham beredar. Aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dijadwalkan mendatang.
Di sisi lain, GoTo berkomitmen untuk terus menyalurkan investasi bagi ekosistemnya, termasuk perluasan Program Apresiasi Mitra Driver Gojek yang mencakup kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa pendidikan, hingga program Umrah gratis. (*AMBS)

















Discussion about this post