youngster.id - NVIDIA memperkokoh posisinya bukan hanya sebagai raksasa produsen cip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), tetapi juga sebagai investor paling aktif di panggung modal ventura (venture capital/VC) global. Berdasarkan laporan keuangan triwulanan NVIDIA periode hingga 26 Juli 2026, nilai investasi ekuitas perusahaan melonjak drastis mencapai US$99 miliar, naik signifikan dari sekitar US$7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Data pendanaan Dealroom mencatat bahwa sepanjang Januari hingga 8 September 2026, NVIDIA (termasuk unit modal venturanya, NVentures) telah berpartisipasi dalam 88 putaran pendanaan ventura. Angka ini telah melampaui total 86 putaran sepanjang 2025 dan jauh di atas 26 putaran pada 2021. Dengan laju investasi saat ini, NVIDIA diproyeksikan akan terlibat dalam hampir 128 putaran pendanaan pada akhir 2026.
Geser Firma Modal Ventura Kawakan di Pendanaan Megaround
Peta persaingan pendanaan tahap lanjut (megaround) bernilai US$100 juta atau lebih mengalami pergeseran tajam. Selama delapan bulan pertama 2026, NVIDIA terlibat dalam 53 putaran megaround bernilai US$100 juta atau lebih. Angka ini melonjak dari 22 putaran pada periode yang sama tahun 2025, sekaligus melampaui nama-nama besar VC global seperti Andreessen Horowitz (28 putaran) dan Sequoia (25 putaran).
Bahkan tanpa memperhitungkan NVentures, NVIDIA secara independen tetap menduduki peringkat ketiga global dengan keterlibatan dalam 39 putaran dari total 762 megaround bernilai US$100 juta atau lebih yang tercatat sepanjang Januari–Agustus 2026.
Kondisi ini berbalik arah dibanding pemain dominan siklus megaround 2021. Pada 2021, Tiger Global memimpin dengan 189 putaran bernilai US$100 juta atau lebih, SoftBank dengan 166 putaran, dan Coatue dengan 99 putaran. Namun pada delapan bulan pertama 2026, partisipasi ketiga firma tersebut merosot masing-masing menjadi 13, 10, dan 27 putaran.
Sebaliknya, lonjakan NVIDIA berlangsung konsisten dari hanya 1 putaran pada 2021, 18 putaran pada 2023, 21 putaran pada 2024, 46 putaran pada 2025, hingga mencapai 53 putaran sepanjang 2026 berjalan. General Catalyst, yang memimpin keterlibatan megaround terbanyak pada 2025 dengan 53 putaran, baru mencatatkan 26 putaran pada tahun ini.
Terpusat di Pengembang Model Bahasa Besar dan Infrastruktur AI
Secara keseluruhan, total dana yang dihimpun dalam putaran pendanaan yang diikuti oleh NVIDIA pada 2026 mencapai US$205 miliar. Dari angka fantastis tersebut, sebanyak US$172 miliar di antaranya disumbang oleh tiga laboratorium AI raksasa.
Kontribusi terbesar berasal dari OpenAI yang menggelar putaran pendanaan senilai US$122 miliar, di mana NVIDIA mengonfirmasi setoran langsung sebesar US$30 miliar. Selanjutnya, NVIDIA juga mengambil bagian dalam putaran Seri G milik Anthropic senilai US$30 miliar dengan nilai komitmen mencapai US$10 miliar. Melengkapi jajaran tiga besar tersebut, NVIDIA turut berpartisipasi dalam putaran Seri E yang diraih xAI senilai US$20 miliar.
Di luar ketiga perusahaan pengembang model besar tersebut, perusahaan rintisan di sektor robotika, pembuat cip, dan penyedia cloud AI yang didukung NVIDIA berhasil mengumpulkan total pendanaan US$33 miliar. Dealroom mencatat NVIDIA bertindak sebagai investor utama (lead investor) pada 12 dari total putaran pendanaan tersebut pada 2026.
Melihat alokasi sektor dari 53 megaround yang diikuti NVIDIA, porsi terbesar sebanyak 19 putaran mengalir ke perusahaan pengembang dan pelatih model AI. Sementara itu, 12 putaran disalurkan ke perusahaan penyedia kapasitas GPU atau pengoperasian model bagi pihak ketiga, disusul 6 putaran yang menyasar perusahaan cip, jaringan, serta daya pusat data (data center power).
Di luar infrastruktur utama, sebanyak 11 putaran dialokasikan untuk produsen robotik dan kendaraan otonom. Adapun 5 putaran sisanya diberikan kepada perusahaan yang mengembangkan aplikasi AI khusus di bidang hukum, material, rekayasa teknik, hingga layanan kesehatan.
Empat kategori pertama berada di lapisan infrastruktur antara cip dan pengguna akhir. Sementara itu, perusahaan aplikasi yang menyasar bisnis di luar industri AI secara akumulatif hanya meraih US$1,8 miliar dari total US$205 miliar.
Sinergi Rivalitas dan Konsentrasi Geografis Investasi
Putaran pendanaan yang diikuti NVIDIA cenderung padat pemodal, dengan rata-rata 8,5 investor per putaran dibandingkan rata-rata megaround sebesar 5,8 investor. Secara keseluruhan, terdapat 273 investor berbeda yang berbagi porsi pendanaan dengan NVIDIA.
Uniknya, pihak yang paling sering berbagi putaran pendanaan bersama NVIDIA bukanlah firma VC tradisional, melainkan pesaing utamanya di industri cip AI, yaitu AMD (termasuk AMD Ventures) serta Alphabet, yang masing-masing terlibat dalam 9 putaran yang sama dengan NVIDIA. Di jajaran firma modal ventura, Sequoia berbagi dalam 7 putaran dan Andreessen Horowitz dalam 6 putaran, sementara dana ventura asal Toronto, Radical Ventures, berada di 6 putaran bersama NVIDIA.
Dari segi geografis, investasi NVIDIA menunjukkan konsentrasi yang sangat kuat di wilayah barat. Di Amerika Serikat, NVIDIA terlibat dalam 37 dari 419 megaround atau sekitar 9% dari total pendanaan raksasa yang ada. Dominasi tersebut berlanjut ke Eropa, di mana keterlibatan NVIDIA dalam 12 dari 105 megaround (sekitar 11%) menjadikannya investor paling aktif di benua tersebut, melampaui nama-nama besar seperti Temasek dengan 8 putaran serta Lightspeed dan Index Ventures yang masing-masing mengantongi 7 putaran. Di Inggris saja, NVIDIA berhasil masuk dalam 9 dari 39 megaround.
Sebaliknya, peta investasi NVIDIA menunjukkan kekosongan di wilayah Asia dan Timur Tengah. Perusahaan tidak mencatatkan investasi sama sekali pada 151 megaround di Tiongkok, serta absen di India dan kawasan Timur Tengah. Pembatasan ekspor teknologi dari pemerintah Amerika Serikat membatasi penjualan produk NVIDIA ke Tiongkok, yang membuktikan bahwa arah aliran modal NVIDIA terikat erat dan mengikuti ketersediaan pasokan cip mereka.
Langkah agresif ini menempatkan NVIDIA di jajaran pemegang saham berbagai perusahaan yang menjadi pembeli utama produk cip mereka. Seorang pendiri startup yang menggalang dana US$100 juta atau lebih pada 2026 memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pendanaan dari NVIDIA dibandingkan dari firma modal ventura kawakan seperti Sequoia. Peta persaingan lanskap modal ventura kini berubah, di mana investor paling dominan dalam putaran raksasa bukan lagi sekadar penyedia dana, melainkan pemasok utama komponen teknologi yang dibutuhkan perusahaan untuk bertumbuh. (*AMBS)



















Discussion about this post