Rabu, 9 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Startup & Entrepreneurship

Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi

9 September 2026
in Startup & Entrepreneurship
Reading Time: 3 mins read
Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi

Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perusahaan modal ventura milik negara (VC BUMN) di Indonesia secara efektif mengerem investasi baru pada sektor teknologi. Berdasarkan laporan Tech in Asia, penjedaan investasi ini menjadi titik tekanan baru bagi ekosistem startup nasional yang sebelumnya telah melemah akibat penurunan pendanaan dari sektor swasta.

Sikap super hati-hati dari lembaga investasi berorientasi pemerintah ini menguat setelah munculnya kasus hukum terkait investasi pada startup agritech TaniHub beserta kerugian yang menyertainya. Pada Juni lalu, empat mantan eksekutif dari MDI Ventures dan BRI Ventures dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara. Dampak kasus tersebut membuat para pengelola dana BUMN kini mempertimbangkan risiko pribadi dan institusional sebelum memberikan persetujuan pendanaan ke startup teknologi tahap awal.

Peralihan Strategi ke Sektor Konsumer

Mandiri Capital Indonesia (MCI), lengan investasi Bank Mandiri, menjadi pengecualian yang mencolok. Investasi terbarunya yang dipublikasikan adalah pendanaan pada Juli lalu untuk Dore by LeTAO, merek kue dan dessert terinspirasi Jepang.

Langkah ini menggambarkan pergeseran strategi investor BUMN ke sektor bisnis yang dinilai lebih mudah dipahami, dioperasikan, dan divaluasi ketimbang startup teknologi berorientasi high-growth. Walaupun bisnis makanan dan konsumer tetap memiliki risiko, model pendapatan dan operasi fisiknya dinilai lebih stabil dari fluktuasi valuasi serta isu tata kelola (governance) yang sempat mengguncang sektor teknologi.

Pendanaan Startup Merosot Tajam

Pengetatan ini terjadi saat pasar startup Indonesia memasuki fase yang sangat berbeda dibandingkan masa funding boom tahun 2021. Nilai pendanaan startup tercatat merosot hingga sekitar US$700 juta melalui 70 transaksi sepanjang tahun 2025, jauh menurun jika dibandingkan dengan masa puncak yang mencapai US$10,9 miliar dari 267 transaksi.

Penurunan jumlah transaksi membatasi ruang bagi dana ventura untuk menyalurkan modal, sementara melambatnya aksi penawaran umum perdana (IPO) dan akuisisi membuat strategi exit makin sulit dicapai.

Head of Investment BNI Ventures, Edmund Carulli, mengungkapkan bahwa pasokan perusahaan baru yang siap didanai kini makin menipis, mencerminkan penurunan aktivitas founder sekaligus perilaku investor yang makin selektif.

Padahal, modal ventura BUMN memegang peran sentral dalam ekspansi teknologi Indonesia pada siklus sebelumnya. Mereka menyuplai modal bagi perusahaan muda yang kemudian tumbuh menjadi entitas teknologi terbesar di Indonesia, seperti GoTo, Bukalapak, Xendit, dan Kredivo. Portfolio mereka juga berhasil mencatatkan beberapa aksi exit melalui pencatatan saham di bursa maupun merger dan akuisisi (M&A).

Tahun lalu, MDI Ventures (lengan modal ventura Telkom Indonesia) mencatatkan dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar US$656 juta, sedangkan Mandiri Capital mencatatkan US$322 juta. Skala peran sektor publik ini menunjukkan besarnya dampak dari sikap hati-hati BUMN terhadap para founder, investor pendamping (co-investors), dan pendanaan lanjutan.

Menjaga Portofolio Eksisting dan Ketidakpastian Restrukturisasi

Meskipun aktivitas pendanaan baru melambat, BNI Ventures menyatakan tetap berfokus melakukan sekitar dua hingga tiga investasi per tahun dengan komitmen senilai $US2 juta hingga US$5 juta per perusahaan, walau belum ada investasi baru yang disetujui pada tahun berjalan saat laporan dibuat. MDI Ventures juga menyatakan terus meninjau peluang baru sembari mendukung perusahaan yang sudah ada dalam portofolionya. Namun dalam praktiknya, mengelola investasi eksisting sangat berbeda dengan mendanai startup baru, terutama ketika komite investasi menghadapi pengawasan ketat terkait potensi kerugian dan tata kelola.

Kondisi ini makin kompleks seiring restrukturisasi sektor BUMN secara luas. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Danantara (sovereign wealth fund Indonesia) untuk memangkas jumlah BUMN dari lebih dari 1.000 menjadi 250 perusahaan hingga akhir tahun. Sebelum konsolidasi ini rampung, para eksekutif lembaga investasi BUMN menghadapi ketidakpastian terkait struktur, pendanaan, maupun skema tata kelola organisasi mereka ke depan. Beberapa dana kelolaan berpotensi dikonsolidasi, direposisi, atau diberi mandat yang lebih sempit, sementara yang lain mungkin menghadapi perubahan kepemimpinan dan proses persetujuan.

Kondisi yang terjadi saat ini merupakan pergeseran menuju ruang aman alih-alih penarikan penuh dari pasar. Investor BUMN masih memiliki modal, pengetahuan sektor, dan jaringan untuk mendukung startup Indonesia, tetapi kesiapan mereka untuk menanggung risiko tahap awal telah berkurang.

Bagi para founder, perubahan ini berimplikasi pada siklus penggalangan dana (fundraising) yang lebih panjang, ketergantungan yang lebih besar pada investor strategis korporasi, serta fokus yang lebih kuat pada pertumbuhan pendapatan dan efisiensi modal. (*AMBS)

 

Tags: BNI VenturesBRI VenturesDanantaraInvestasi TeknologiMandiri Capital IndonesiaMDI Venturespendanaan startupstartup IndonesiaTech in Asia)VC BUMNVenture Capital BUMN
Previous Post

Transaksi Content Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$77,9 Miliar pada 2026

Next Post

Kebutuhan Digital Meningkat, Layanan Pascabayar Telkomsel Berevolusi Jadi Paket Digital

Related Posts

Privy Top 30 AFA Awards 2026
Startup & Entrepreneurship

Privy Masuk Top 30 Finalist Asia FinTech Alliance Awards 2026, Wakili Indonesia di Kancah Regional

8 September 2026
0
Living Lab Ventures Nihon MA Center
Startup & Entrepreneurship

Memperkuat Konektivitas Investasi Indonesia–Jepang, Living Lab Ventures Gandeng Nihon M&A Center

8 September 2026
0
Google DeepMind Accelerator AI for the Planet
Startup & Entrepreneurship

Dua Startup Indonesia Terpilih dalam Program Akselerator Google DeepMind

8 September 2026
0
Load More
Next Post
Kebutuhan Digital Meningkat, Layanan Pascabayar Telkomsel Berevolusi Jadi Paket Digital

Kebutuhan Digital Meningkat, Layanan Pascabayar Telkomsel Berevolusi Jadi Paket Digital

Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2026

Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2026 Gelar Promo, Respons Perilaku Belanja Mindful Konsumen

Discussion about this post

Recent Updates

Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2026

Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2026 Gelar Promo, Respons Perilaku Belanja Mindful Konsumen

9 September 2026
Kebutuhan Digital Meningkat, Layanan Pascabayar Telkomsel Berevolusi Jadi Paket Digital

Kebutuhan Digital Meningkat, Layanan Pascabayar Telkomsel Berevolusi Jadi Paket Digital

9 September 2026
Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi

Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi

9 September 2026
Transaksi Content Commerce Asia Tenggara 2026

Transaksi Content Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$77,9 Miliar pada 2026

8 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2026

Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2026 Gelar Promo, Respons Perilaku Belanja Mindful Konsumen

9 September 2026
Kebutuhan Digital Meningkat, Layanan Pascabayar Telkomsel Berevolusi Jadi Paket Digital

Kebutuhan Digital Meningkat, Layanan Pascabayar Telkomsel Berevolusi Jadi Paket Digital

9 September 2026
Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi

Venture Capital BUMN Mengerem Investasi Startup Teknologi

9 September 2026
Transaksi Content Commerce Asia Tenggara 2026

Transaksi Content Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$77,9 Miliar pada 2026

8 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version