youngster.id - Grab Holdings, perusahaan ride-hailing dan pesan antar makanan asal Singapura resmi mengakuisisi bisnis pengiriman makanan Foodpanda di Taiwan senilai US$ 600 juta atau sekitar Rp 10 triliun. Akuisisi ini menjadi langkah ekspansi pertama Grab di luar wilayah Asia Tenggara.
“Akuisisi ini menandai masuknya Grab secara resmi ke pasar Taiwan, yang menjadi pasar operasi kesembilan dan yang pertama di luar Asia Tenggara,” kata Anthony Tan CEO dan Founder Grab dalam utasan laman resmi Grab, Senin (23/3/2026).
Menurut Anthony, pengalaman Grab di Asia Tenggara dinilai relevan dengan karakteristik pasar Taiwan, terutama dalam pengelolaan sistem pengiriman dan logistik di kota-kota padat penduduk.
“Taiwan memiliki potensi besar dengan populasi sekitar 23 juta jiwa dan permintaan tinggi terhadap layanan berbasis mobile. Pasar di Taiwan dianggap memiliki kemiripan dengan konsumen di Asia Tenggara,” ungkapnya.
Grab mengungkapkan, kesepakatan akuisisi ini masih menunggu persetujuan dari regulator dan diperkirakan akan selesai pada paruh kedua tahun 2026. Perusahaan menargetkan proses transisi pengguna, mitra merchant, dan mitra pengemudi ke platform Grab dapat diselesaikan pada awal tahun 2027.
Setelah akuisisi dengan Foodpanda rampung, jangkauan layanan perusahaan akan diperluas hingga mencakup 21 kota di Taiwan. Grab akan mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk optimalisasi rute pengiriman, personalisasi rekomendasi makanan, serta efisiensi operasional.
Akuisisi ini diperkirakan akan mengubah peta persaingan layanan pesan-antar makanan di Taiwan. Sebelum rencana akuisisi ini, pasar pengantaran makanan di Taiwan didominasi oleh dua pemain utama, yaitu Foodpanda dan Uber Eats.
Data menunjukkan bahwa pada periode 2022 hingga 2023, Foodpanda menguasai sekitar 52% pangsa pasar, sementara Uber Eats sebesar 48%.
Dengan menggabungkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Grab dan jaringan lokal Foodpanda yang sudah luas, langkah akuisisi ini dinilai dapat memperkuat posisi Grab di pasar Taiwan.
Berdasarkan data industri, bisnis Foodpanda di Taiwan pada tahun 2025 tercatat menghasilkan nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMS) sekitar US$1,8 miliar atau sekitar Rp 30 triliun per tahun.
Sebelumnya Foodpanda merupakan bagian dari Delivery Hero, sebuah perusahaan asal Jerman yang mengoperasikan layanan pengantaran makanan di lebih dari 70 negara.
Saat ini, Grab beroperasi di delapan negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Singapura, dan Vietnam, dengan layanan utama mencakup transportasi online, pengantaran makanan, hingga layanan keuangan digital.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post