Sabtu, 20 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Digital Business

Bank Raya Perkuat Transformasi Digital Dan Perbaikan Kualitas Debitur Legacy

19 Maret 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Yup x BankRaya

Kolaborasi Yup dan Bank Raya Untuk Pemudah Akses Perbankan Digital (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) perkuat langkah transformasi digital melalui inovasi di Aplikasi Raya. Berdasarkan laporan keuangannya, Bank digital PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp 498,61 miliar sepanjang 2025. Pada periode yang sama 2024, AGRO masih mencatatkan laba sebesar Rp 50,89 miliar.

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan langkah Bank Raya untuk bertransformasi digital adalah dengan melakukan strategi perbaikan kualitas guna mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

“Kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital,” katanya dikutip dalam keterangan pers, Rabu (18/3/2026).

Menurut Subagia, transformasi ini juga tercermin pada aspek penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga. Bank Raya juga mencatat rasio LDR tercatat 80,83%, Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) di angka 84,41%, serta rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio) tercatat 474,93% dan Rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) tercatat sebesar 171,98% diatas ketentuan minimum sebesar 100%.

Kondisi tersebut mempengaruhi kinerja AGRO pada 2025. Selain itu, perlambatan dalam kinerja keuangan tahun 2025 dikarenakan perusahaan mengambil langkah perbaikan pada debitur-debitur legacy yang secara bertahap portofolionya akan diturunkan melalui pembentukan cadangan.

Di sisi lain Bank Raya terus memperkuat pertumbuhan bisnis digital secara prudent yang saat ini porsinya terus meningkat menjadi 39,8% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 32,1% sejalan dengan transformasi untuk terus memperkuat pertumbuhan bisnis digital. Bank Raya menargetkan di tahun 2026 bahwa porsi kredit digital akan lebih besar dari kredit legacy.

Selain itu, dia mengatakan sisi permodalan juga masih terjaga terlihat dari rasio Total CAR sebesar 40,25% dan rasio Tier 1 CAR sebesar 39,30% yang akan mendukung ekspansi pertumbuhan bisnis Bank Raya ke depan.

“Komitmen kami untuk melakukan perbaikan pada debitur legacy dilakukan agar bank dapat bertumbuh lebih sehat secara jangka panjang,” ujarnya.

Sementara pendapatan bunga neto atau net interest income (NIM) sebesar Rp 696,34 miliar. Secara rinci, pendapatan bunga sebesar Rp 1,19 triliun, namun beban bunga sebesar Rp 493,91 miliar sepanjang 2025.

Di samping itu Bank Raya mencatatkan penyaluran kredit digital sebesar Rp 28,75 triliun pada 2025 atau tumbuh 39,8% secara tahunan. Outstanding kredit digital mencapai Rp 3,07 triliun atau naik 33,9% (yoy), sehingga mendorong total kredit menjadi Rp 7,72 triliun atau meningkat 8,3% (yoy).

Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mengerek pendapatan bunga Bank Raya sebesar 14,0% (yoy) menjadi Rp 1,19 triliun, dari sebelumnya Rp1,05 triliun pada 2024. Porsi kredit digital kini mencapai 39,8% dari total kredit, naik dari 32,1% pada akhir 2024. Di sisi pendanaan, Bank Raya membukukan pertumbuhan digital saving sebesar Rp 2,20 triliun atau melonjak 66,7% (yoy).

Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan transaksi aplikasi Raya sebesar 16,3% (yoy) menjadi 4,7 juta transaksi. Perseroan juga terus memperkuat dana murah (CASA) melalui ekspansi tabungan digital, dengan rasio CASA naik menjadi 33,62% dari 27,50% pada 2024.

“Kinerja tersebut mencerminkan fokus perseroan dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital yang berkualitas, dan optimisme terhadap prospek bisnis digital ke depan,” ucapnya.

Sejalan dengan itu Bank Raya terus memperluas inovasi produk digital lending melalui Pinang Dana Talangan untuk mendukung produktivitas Agen BRILink, Pinang Flexi sebagai pinjaman multiguna bagi karyawan tetap, serta Pinang Maksima yang difokuskan pada pembiayaan berbasis invoice bagi pelaku usaha.

Hingga akhir 2025, outstanding Pinang Flexi meningkat 20,5% (yoy) menjadi Rp 1,03 triliun, Pinang Dana Talangan tumbuh 52,9% (yoy) menjadi Rp 1,08 triliun, sementara Pinang Maksima melonjak 71,53% (yoy) hingga mencapai Rp 880 miliar.

 

STEVY WIDIA

Tags: Aplikasi RayaBank DigitalPT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)
Previous Post

Skenario Yang Perlu Dipegang Saat Berinvestasi di Tengah Konflik

Next Post

Grab Mulai Ekspansi Di Luar Asia Tenggara, Akuisisi Foodpanda Taiwan

Related Posts

Amar Bank
Digital Business

Kantongi Laba Rp71,12 Miliar di Q1 2026, Amar Bank Alokasikan Dividen Rp110,1 Miliar

19 Juni 2026
0
Bisnis Digital Bank Raya
Digital Business

Akselerasi Bisnis Digital, Kredit Digital Bank Raya Meroket 29% di Kuartal I 2026

10 Juni 2026
0
Krom Bank
Digital Business

Tembus 1 Juta Rekening, Krom Bank Himpun DPK Rp10 Triliun Secara Organik

3 Juni 2026
0
Load More
Next Post
Pesan-Antar Makanan

Grab Mulai Ekspansi Di Luar Asia Tenggara, Akuisisi Foodpanda Taiwan

Startup Stablecoin BVNK

Mastercard Akuisisi Startup Stablecoin BVNK Senilai US$1,8 Miliar

Transaksi Digital Indonesia

Transaksi Digital Indonesia Melonjak 130% Saat Lebaran, Kesiapan Sistem TI Perusahaan Diuji

Discussion about this post

Recent Updates

SPUN x Privy

Pangkas Kerumitan Dokumen, SPUN dan Privy Integrasikan Layanan Pengajuan Visa Digital

19 Juni 2026
Strategi DBS Indonesia

Dongkrak NPAT DBS Treasures 289%, Ini Strategi Wealth Management Bank DBS Indonesia

19 Juni 2026
Amar Bank

Kantongi Laba Rp71,12 Miliar di Q1 2026, Amar Bank Alokasikan Dividen Rp110,1 Miliar

19 Juni 2026
Sekolah Vokasi Jatim Gandeng HGI Research Centre, Cetak Talenta Digital Berwawasan Global

Sekolah Vokasi Jatim Gandeng HGI Research Centre, Cetak Talenta Digital Berwawasan Global

19 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
SPUN x Privy

Pangkas Kerumitan Dokumen, SPUN dan Privy Integrasikan Layanan Pengajuan Visa Digital

19 Juni 2026
Strategi DBS Indonesia

Dongkrak NPAT DBS Treasures 289%, Ini Strategi Wealth Management Bank DBS Indonesia

19 Juni 2026
Amar Bank

Kantongi Laba Rp71,12 Miliar di Q1 2026, Amar Bank Alokasikan Dividen Rp110,1 Miliar

19 Juni 2026
Sekolah Vokasi Jatim Gandeng HGI Research Centre, Cetak Talenta Digital Berwawasan Global

Sekolah Vokasi Jatim Gandeng HGI Research Centre, Cetak Talenta Digital Berwawasan Global

19 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version