youngster.id - Adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Asia Tenggara terus berkembang, dari tahap eksperimen menuju penerapan dalam operasional bisnis. Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengelola berbagai model AI, mulai dari efisiensi biaya hingga keamanan dan tata kelola.
Studi 2026 yang dilakukan McKinsey, Singapore Economic Development Board, dan Tech in Asia menunjukkan bahwa 81% perusahaan di enam pasar Asia Tenggara telah beralih dari eksperimen menuju tahap uji coba atau memperluas skala penerapan AI.
Melihat kebutuhan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) menjalin kemitraan strategis dengan F5 untuk menghadirkan Indosat Intelligence Suite. Platform ini dirancang untuk mempermudah perusahaan mengakses dan menerapkan AI melalui lingkungan yang terkelola, tanpa harus membangun serta mengoperasikan sendiri infrastruktur yang kompleks.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bahwa perusahaan membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap model AI untuk mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
“Dengan full-stack AI sebagai fondasi, Indosat Intelligence Suite akan menjadi intelligence factory, atau pabrik kecerdasan, bagi perusahaan, membantu mereka memilih AI yang tepat sesuai kebutuhan dan memperluas skalanya secara aman di seluruh kawasan,” ujar Vikram dikutip Sabtu (10/10/2026).
Indosat Intelligence Suite dikembangkan di atas ekosistem AI full-stack Indosat di Indonesia, yang mencakup energi, pusat data, komputasi, konektivitas, dan model AI. Melalui kolaborasi dengan F5, ekosistem tersebut diperluas menjadi platform yang menghubungkan infrastruktur dan model AI dengan berbagai kebutuhan bisnis di kawasan.
Salah satu kemampuan utama Indosat Intelligence Suite adalah mengintegrasikan lebih dari 300 model AI open-source dan closed-source dalam satu antarmuka. Katalog tersebut mencakup Sahabat-AI, model yang di-hosting oleh Indosat, serta berbagai model AI global yang terhubung ke platform.
Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat memilih model sesuai kebutuhan, mulai dari pemrosesan bahasa lokal hingga tugas yang membutuhkan kemampuan penalaran tingkat lanjut. Sistem juga dirancang untuk mengarahkan permintaan berdasarkan biaya, kualitas, dan latensi agar setiap kebutuhan dapat ditangani oleh model yang paling sesuai.
Selain menyederhanakan akses, platform ini menyediakan pengelolaan penggunaan dan pengeluaran AI secara terpadu. Token dikonversi menjadi kredit yang dapat dialokasikan ke berbagai model, aplikasi, dan tim sehingga perusahaan memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap konsumsi AI.
Chairman, President, dan Chief Executive Officer F5, François Locoh-Donou, mengatakan bahwa platform ini menghadirkan lapisan tata kelola terintegrasi antara aplikasi perusahaan dan infrastruktur AI yang mendukungnya.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengakses, mengarahkan, mengukur, dan mengelola penggunaan berbagai model AI tanpa harus membangun setiap lapisan infrastrukturnya secara mandiri.
Platform ini juga mengintegrasikan kemampuan F5 AI Security untuk membantu melindungi sistem dari ancaman, termasuk risiko dalam OWASP Top 10 untuk aplikasi large language model (LLM) dan kebocoran data.
Chief Revenue Officer F5, Chad Whalen, menilai bahwa banyak perusahaan masih menghadapi kesulitan saat membawa AI dari tahap uji coba ke lingkungan produksi karena harus menyeimbangkan inovasi dengan kedaulatan data, tata kelola, dan kepastian biaya.
“Dengan menggabungkan platform dan jangkauan Indosat di pasar serta pengalaman F5 dalam mengamankan workload dan API AI dalam skala besar, kami dapat membantu perusahaan di seluruh kawasan memanfaatkan teknologi AI yang tepercaya, aman, dan dioptimalkan sesuai kebutuhan mereka,” ujar Chad.
Untuk menjangkau berbagai skala bisnis, Indosat Intelligence Suite menawarkan tiga skema layanan, yaitu Pay as You Go, Unified Enterprise Credit, dan Dedicated Capacity. Pilihan ini ditujukan bagi pengembang, bisnis yang sedang berkembang, perusahaan besar, instansi pemerintah, hingga organisasi di sektor teregulasi.
Saat diluncurkan, platform tersebut ditargetkan menjangkau 50 bisnis dan organisasi. Indosat juga menyediakan akses awal dengan harga promosi yang berlaku sepanjang tahun.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post