youngster.id - Platform pertukaran aset kripto, Tokocrypto, memperluas portofolio aset digitalnya dengan meluncurkan produk inovatif terbaru berupa Tokenized Stocks. Melalui kehadiran produk ini, investor kripto domestik kini dapat memperoleh eksposur langsung terhadap saham perusahaan-perusahaan raksasa dunia secara lebih mudah dan transparan.
Deretan aset Tokenized Stocks yang dihadirkan mencakup saham dari korporasi ternama global seperti SpaceX, Tesla, Circle Internet Group, Micron Technology, SanDisk, hingga NVIDIA. Setiap token yang diterbitkan memiliki rasio jaminan 1:1 terhadap saham acuan serta didukung oleh bukti kepemilikan jaminan (Proof-of-Collateral) yang dapat diverifikasi langsung secara onchain.
Langkah strategis Tokocrypto ini menjadi jembatan penting dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA) di Tanah Air. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menjelaskan bahwa industri kripto global saat ini sedang bertransformasi dari fase spekulatif menuju fase yang lebih produktif dan berbasis utilitas tinggi.
“Tokenized Stocks membuka babak baru bagi investor kripto Indonesia untuk mengenal aset global melalui teknologi blockchain. Produk ini bukan hanya tentang menghadirkan pilihan aset baru, tetapi juga tentang bagaimana tokenisasi dapat menjembatani pasar keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital,” ungkap Calvin, Rabu (24/6/2026).
Keunggulan utama dari Tokenized Stocks ini adalah menyederhanakan akses investasi. Pengguna di Indonesia tidak perlu lagi melewati proses pembukaan rekening sekuritas luar negeri yang rumit untuk memegang eksposur saham global. Selain itu, dari sisi kepatuhan, produk ini telah diatur secara compliance di Uni Emirat Arab (UAE) demi memastikan struktur hukum yang jelas.
Adopsi terhadap saham yang ditokenisasi menunjukkan pertumbuhan masif di pasar internasional. Berdasarkan data industri, Allium Research mencatat bahwa supply dari tokenized equities global telah menembus angka sekitar US$1 miliar sejak mulai berkembang pada pertengahan tahun 2025. Pertumbuhan ini diperkuat oleh laporan Kraken yang menyebutkan volume transaksi produk xStocks miliknya telah melampaui US$25 miliar per Februari 2026.
Sementara itu, dalam proyeksi jangka panjang, Citi Institute memperkirakan pasar tokenized assets dapat menyentuh angka US$5,5 triliun pada tahun 2030 pada skenario dasar, dan berpotensi melonjak hingga US$8,2 triliun dalam skenario bullish. Dalam laporan tersebut, sekuritas pasar publik seperti saham AS dan treasury dinilai akan menjadi motor penggerak utama bagi adopsi teknologi ini.
Di dalam negeri, inovasi yang dilakukan Tokocrypto ini berjalan selaras dengan arah kebijakan regulator. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menggodok Peraturan OJK (POJK) terkait tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets) yang ditargetkan rilis paling lambat pada Kuartal III-2026.
Tokocrypto menyambut positif langkah proaktif OJK tersebut. Calvin menilai bahwa peta jalan (roadmap) regulasi yang jelas akan menjadi katalis utama agar ekosistem aset digital dapat tumbuh dengan sehat, aman, dan kompetitif.
Ke depan, teknologi blockchain diharapkan tidak hanya dipandang sebagai instrumen perdagangan komoditas semata, melainkan menjadi infrastruktur baru yang mampu menghadirkan akses keuangan yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*AMBS)

















Discussion about this post