youngster.id - Kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian melalui platform digital kini tidak lagi terbatas pada jam belanja konvensional. Data GrabAds menunjukkan jumlah pesanan GrabMart pada pukul 02.00–05.59 WIB sepanjang 2025 tumbuh 40,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini memperlihatkan peluang bagi brand untuk menjangkau konsumen pada waktu yang sebelumnya mungkin belum menjadi fokus utama pemasaran.
Pertumbuhan juga terjadi pada malam hari. Pesanan GrabMart meningkat 38,4% pada pukul 21.00–22.29 WIB dan 36,3% pada pukul 22.30–01.59 WIB.
Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, mengatakan perubahan waktu belanja membuka peluang baru bagi industri makanan dan minuman (F&B) serta barang konsumsi cepat habis (fast-moving consumer goods/FMCG).
“Pertumbuhan belanja pada malam hingga dini hari menunjukkan bahwa konsumen kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk di luar jam belanja konvensional,” ujar Roy dikutip Jumat (23/10/2026).
Data GrabAds juga menunjukkan bahwa kategori produk yang dibeli konsumen berbeda menurut waktu belanja. Pada pagi hari, buah-buahan, sayuran, bumbu masak, serta daging dan makanan beku menjadi pilihan favorit. Sementara itu, camilan dan es krim diminati pada siang hingga sore hari, sedangkan minuman dan camilan menjadi kategori favorit pada malam hari.
Strategi Brand Perlu Mengikuti Perjalanan Konsumen
Selain waktu belanja, cara konsumen menemukan produk juga menjadi perhatian. GrabAds mencatat enam dari sepuluh pesanan GrabMart diawali dengan pencarian langsung melalui fitur pencarian. Pola ini berbeda dengan GrabFood, di mana 79% pesanan dimulai dari eksplorasi berbagai pilihan.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran perlu disesuaikan dengan kebiasaan konsumen di setiap platform. Brand perlu membangun kesadaran dan preferensi sejak awal, sekaligus memastikan produk mudah ditemukan ketika konsumen siap membeli.
Pendekatan ini dikenal sebagai Top of Mind to Top of Cart, yaitu strategi yang menghubungkan pembangunan kesadaran terhadap brand dengan upaya mendorong keputusan pembelian. Melalui first-party consumer insights atau data konsumen yang diperoleh langsung dari ekosistemnya, GrabAds membantu brand memahami perjalanan konsumen dan menjangkau mereka pada berbagai tahap.
“Peluang bagi brand bukan hanya tentang menjangkau lebih banyak konsumen, tetapi juga hadir dengan pesan yang tepat ketika kebutuhan mereka muncul dan ketika keinginan untuk membeli belum terbentuk,” kata Roy.
Sejalan dengan tren tersebut, jumlah brand F&B skala perusahaan (enterprise F&B brands) yang menggunakan solusi full-funnel marketing GrabAds meningkat lebih dari 120% dalam setahun terakhir. Pendekatan ini menghubungkan aktivitas pembangunan brand dengan strategi yang mendorong konversi atau pembelian.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai waktu, GrabMart menghadirkan kampanye Belanja Terima Beres yang menawarkan kemudahan belanja kebutuhan harian 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dengan berbagai promo dan pengiriman dalam waktu kurang dari satu jam.
Grab juga mengembangkan DailyMart by Grab, sebelumnya bernama GrabMart Kilat. Layanan ini menyediakan pilihan produk segar, seperti buah-buahan, sayuran, dan daging, yang dikirim langsung dari toko yang dikelola secara khusus oleh GrabMart.
Bagi pelaku industri F&B dan FMCG, perubahan kebiasaan belanja menjadi peluang untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan, mulai dari membangun kesadaran hingga mendorong pembelian.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post