youngster.id - Pada pembukaan flagship technology event Bali Tech Week (BTW) 2026 di Bali, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, menegaskan kembali tiga arah utama transformasi digital nasional: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Komdigi menekankan pentingnya mengonversi skala pasar digital Indonesia yang besar menjadi produktivitas, inovasi, dan kemandirian teknologi.
“Tugas utama kita tidak lagi hanya membangun konektivitas Indonesia, tetapi juga memastikan konektivitas itu diterjemahkan menjadi pertumbuhan, baik ekonomi, masyarakatnya, maupun perbaikan layanan publik. Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang layak dikejar kalau tidak ada keterjagaan,” ujar Meutya, dikutip Selasa (20/10/2026).
Pilar Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga
Dalam paparannya, Meutya merinci tiga pilar strategis yang menjadi fondasi transformasi digital nasional, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Pilar pertama, Terhubung, berfokus pada pemerataan konektivitas inklusif. Komdigi mencatat penggunaan internet di Indonesia pada tahun 2026 telah mencapai 235 juta penduduk dengan tingkat penetrasi sebesar 81,72%, sementara jangkauan jaringan 4G telah menyentuh 98,96% populasi. Selaras dengan prinsip no one left behind, Komdigi berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan kecepatan internet hingga ke wilayah Indonesia bagian timur.
Pilar kedua, Tumbuh, diarahkan untuk memperkuat ekonomi dan talenta digital. Mengacu pada laporan e-Conomy SEA, nilai transaksi bruto (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menembus US$99 miliar atau tumbuh 14% secara tahunan (year-on-year). Guna mengoptimalkan potensi tersebut, Komdigi telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, membina 80 startup, serta menarik investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar melalui ekosistem Garuda Spark.
Adapun pilar ketiga, Terjaga, menempatkan aspek pelindungan dan keamanan data sebagai prioritas utama. Komdigi memfokuskan tata kelola pada pelindungan masyarakat, pengawasan Artificial Intelligence (AI), penguatan Pelindungan Data Pribadi (PDP), hingga pelindungan anak di ruang digital melalui implementasi PP Tunas guna menciptakan kepastian hukum bagi masyarakat sekaligus investor.
Saling Memperkuat Fondasi Digital Nasional
Meutya menegaskan bahwa ketiga pilar transformasi digital tersebut dirancang untuk saling melengkapi dan tidak dapat berjalan secara terpisah.
“Ketiga prioritas tersebut saling memperkuat. Infrastruktur yang andal memungkinkan inovasi. Talenta yang berkualitas mengubah teknologi menjadi kegiatan produktif. Tata kelola yang bertanggung jawab memberikan keyakinan kepada masyarakat dan dunia usaha untuk berpartisipasi,” tegas Meutya.
Melalui gelaran Bali Tech Week 2026, Komdigi mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pelaku industri, pendiri startup, akademisi, hingga investor internasional—untuk berkolaborasi memperkuat rantai nilai ekonomi digital Indonesia yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post