Lion Group Investasi Rp214,3 Miliar untuk Kembangkan Stablecoin Rupiah

Lion Group Investasi Stablecoin Rupiah NIDR

Perkuat Jaringan Finansial Asia Tenggara, Lion Group Investasi Rp214,3 Miliar untuk Kembangkan Stablecoin Rupiah (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Perusahaan finansial global Lion Group Holding Ltd. mengumumkan partisipasinya dalam proyek investasi strategis bernilai hingga US$12 juta atau setara dengan Rp214,3 miliar. Suntikan dana fantastis ini dialokasikan untuk PT Nusantara Bumi Sangkara, sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang tengah mengembangkan aset kripto berupa stablecoin berbasis Rupiah.

Menurut laporan Investing, langkah korporasi ini dieksekusi melalui kerja sama dengan Meili Capital Management Limited. Skema investasi menggunakan mekanisme non-tunai (cashless) lewat penerbitan saham biasa yang direpresentasikan dalam bentuk American Depositary Shares (ADS) atau instrumen ekuitas lainnya. Melalui kesepakatan ini, Lion Group akan mengamankan kepemilikan ekonomi tidak langsung sebesar 10% pada perusahaan target.

PT Nusantara Bumi Sangkara kini sedang berfokus membangun NIDR, sebuah stablecoin yang dipatok dengan nilai 1:1 terhadap Rupiah Indonesia dan dijamin penuh oleh aset cadangan (reserve assets). Kehadiran NIDR diproyeksikan untuk memfasilitasi layanan transfer dana lintas batas (cross-border) serta pertukaran nilai secara efisien.

Pengembangan teknologi ini mencakup ekosistem komprehensif, antara lain: pemanfaatan sistem blockchain dan smart contract tingkat industry, dan integrasi sistem pengendalian risiko berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat keamanan transaksi.

Proyek ini telah resmi mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia. Regulasi ini menjadi pilar kepercayaan krusial mengingat industri aset keuangan digital nasional kini berada penuh di bawah payung pengawasan OJK.

Sinergi Strategis Aset Digital dan Infrastruktur AI

Bagi Lion Group yang mengoperasikan platform perdagangan produk finansial kompleks seperti total return swap, contract-for-difference (CFD), dan opsi saham over-the-counter, ekspansi ini merupakan perpanjangan dari strategi Digital Asset Treasury mereka. Langkah ini juga berkaitan erat dengan rencana akuisisi Aquila Hash, Inc., perusahaan infrastruktur AI yang berbasis di Amerika Serikat.

Chief Executive Officer Lion Group, Wilson Wang, menjelaskan bahwa struktur transaksi non-tunai ini dipilih secara cermat demi melindungi modal internal.

“Transaksi ini tetap menjaga struktur modal perusahaan, sekaligus membuka peluang eksposur yang sangat berharga ke sektor stablecoin dan platform pembayaran digital yang sedang berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Wilson, dikutip Sabtu (27/6/2026).

Meskipun dalam setahun terakhir pergerakan saham korporasi mengalami tekanan, analisis data finansial pasar via InvestingPro menunjukkan bahwa saham Lion Group saat ini dinilai masih berada di posisi undervalued (di bawah nilai wajar). Hal ini menempatkannya sebagai salah satu instrumen yang memiliki potensi pembalikan nilai yang menarik di sektor infrastruktur keuangan digital berbasis AI dan blockchain masa depan. (*AMBS)

 

Exit mobile version