youngster.id - Pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia terus mencatatkan tren positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 28,96 juta investor per Juni 2026, atau melesat 42,31% sejak awal tahun. Uniknya, sebanyak 54% dari total investor tersebut berasal dari Generasi Z (Gen Z), dan hampir 80% investor baru berusia di bawah 30 tahun.
Lonjakan investor muda yang terbiasa dengan layanan digital serba cepat ini mendorong manajer investasi Syailendra Capital mempercepat proses onboarding pengguna. Syailendra Capital resmi menggandeng Privy, Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) berinduk Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), untuk memperkuat verifikasi identitas elektronik pada aplikasi reksa dana online miliknya, YO! Inves
Melalui integrasi teknologi sertifikat elektronik Privy, proses verifikasi identitas pengguna berhasil dipangkas signifikan menjadi hanya tiga menit per pengguna. Sebelumnya, verifikasi dilakukan secara manual dengan mencocokkan data kependudukan ke Portal Dukcapil, yang membutuhkan waktu relatif lebih lama.
Chief Operating Officer (COO) Syailendra Capital, Gunanta Afrima, menegaskan bahwa kemudahan dan efisiensi registrasi menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan calon investor ritel.
“Bagi kami, proses verifikasi identitas pengguna bukan sekadar tahapan administrasi, namun menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan pengguna sejak interaksi pertama. Terlebih, pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia yang didominasi oleh kalangan muda perlu diimbangi dengan pengalaman registrasi yang lebih efisien,” ujar Gunanta, dikutip Kamis (6/8/2026).
Gunanta menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat fundamental operasional, meningkatkan kapasitas layanan, serta menjaga kepatuhan regulasi secara berkelanjutan.
Proteksi Digital Trust dan Perlindungan Garansi
Di sisi lain, Co-Founder & CEO Privy, Marshall Pribadi, menyampaikan bahwa adopsi investasi digital yang pesat perlu dibentengi oleh infrastruktur digital trust yang tangguh demi mencegah pembukaan akun palsu maupun penyalahgunaan identitas.
Sebagai PSrE terlisensi, Privy melakukan verifikasi identitas menyeluruh menggunakan teknologi biometrik pemindaian wajah (liveness detection) yang tervalidasi dan terhubung langsung dengan basis data Dukcapil.
“Setiap identitas yang telah diverifikasi dan menggunakan sertifikat elektronik dari Privy dilindungi dengan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar. Hal ini memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna maupun institusi terhadap risiko fraud atau penyalahgunaan sertifikat elektronik,” jelas Marshall.
Hingga saat ini, Privy telah dipercaya oleh lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi serta digunakan oleh lebih dari 200.000 organisasi dan institusi di seluruh Indonesia.
Melalui kemitraan strategis ini, Syailendra Capital dan Privy berharap dapat menciptakan ekosistem transaksi pasar modal yang tidak hanya serba instan dan efisien, tetapi juga aman serta tepercaya bagi masyarakat Indonesia.
STEVY WIDIA
