Senin, 13 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Digital Business

Meski Internet Meluas, Tapi Pengguna E-Commerce Masih Terkonsentrasi di Kota Besar

13 Juli 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
e-commerce

Belanja online di e-commerce. (Foto: Ilustrasi/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Akses internet di Indonesia terus meluas dalam beberapa tahun terakhir. Namun, hal itu belum diiringi dengan aktivitas belanja maupun jualan online berkembang merata di seluruh daerah. Riset terbaru NEXT Indonesia Center mengungkapkan bahwa pengguna e-commerce di Indonesia masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan, terutama di Pulau Jawa.

Temuan ini menunjukkan bahwa koneksi internet saja belum cukup untuk mendorong pemerataan ekonomi digital.

Berdasarkan pengolahan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 NEXT Indonesia Center mendapati, sekitar 54 juta penduduk atau 19,18% populasi Indonesia tercatat aktif berbelanja secara daring. Sementara itu, masyarakat yang memanfaatkan internet untuk berjualan hanya mencapai 9,7 juta orang atau sekitar 3,43% dari total penduduk.

Peneliti NEXT Indonesia Center Reza Pratama mengatakan, besarnya transaksi e-commerce nasional belum mencerminkan pemerataan ekonomi digital. Menurutnya, akses internet perlu didukung oleh berbagai faktor lain agar masyarakat dapat memanfaatkan platform digital secara optimal.

“Internet memang dapat diakses dari berbagai wilayah, tetapi aktivitas e-commerce tetap bergantung pada kemudahan pengiriman barang, kestabilan sinyal, kemampuan masyarakat berbelanja, dan pemahaman digital. Tanpa perbaikan di aspek tersebut, ekonomi digital berpotensi memperlebar ketimpangan kesejahteraan,” ucapnya dikutip Senin (13/7/2026).

Reza menjelaskan, daerah dengan aktivitas e-commerce tinggi umumnya merupakan kawasan perkotaan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi, pusat pendidikan, sektor jasa yang berkembang, serta terhubung dengan pusat-pusat ekonomi nasional.

Dari sisi penjual online, Kabupaten Sleman menjadi daerah dengan rasio pelaku e-commerce tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 10,10 persen dari total penduduk. Posisi berikutnya ditempati Kota Salatiga, Kota Yogyakarta, Kota Batu, dan Kota Malang.

Sementara itu, Kota Yogyakarta mencatat rasio pembeli online tertinggi secara nasional dengan 36,98 persen penduduk aktif berbelanja melalui internet. Kota Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, dan Kota Bekasi juga masuk dalam daftar daerah dengan tingkat belanja daring tertinggi.

Menurut Reza, keberhasilan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman tidak terlepas dari berkembangnya sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta tingginya penetrasi internet yang mampu mendorong aktivitas konsumsi sekaligus produksi digital.

Sebaliknya, sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa, khususnya Indonesia Timur, masih menghadapi tantangan besar. Di Kabupaten Maluku Tenggara, misalnya, baru sekitar 23,83 persen desa yang memiliki Base Transceiver Station (BTS), sementara puluhan desa lainnya masih belum mendapatkan akses sinyal internet.

Meski demikian, NEXT Indonesia Center menilai pembangunan infrastruktur telekomunikasi saja belum cukup. Beberapa daerah yang sudah memiliki cakupan BTS tinggi, seperti Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Barat Daya, masih mencatat rasio pelaku e-commerce di bawah 2,5%.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan ekosistem yang lebih lengkap, mulai dari peningkatan daya beli masyarakat, literasi digital, kemudahan sistem pembayaran, hingga biaya logistik yang lebih efisien.

Atas temuan tersebut, NEXT Indonesia Center mendorong pemerintah pusat maupun daerah agar tidak hanya berfokus pada perluasan jaringan internet. Pengembangan ekonomi digital dinilai perlu dibarengi dengan penguatan ekosistem ekonomi daerah agar manfaat e-commerce dapat dirasakan lebih merata dan membuka lebih banyak peluang usaha di berbagai wilayah Indonesia.

 

STEVY WIDIA

Tags: belanja onlinee-commerceekonomi digitalinternet Indonesialiterasi digitalNEXT Indonesia CenterSusenas 2025UMKM digital
Previous Post

Konten Anak dan Keluarga Sumbang 22% Total Waktu Menonton di Netflix

Next Post

Minat Kreator Muda Garap Cerita Anak dan Keluarga Terus Meningkat

Related Posts

Indonesia Open Network
Digital Business

Tak Lagi Terikat Satu Platform, Indonesia Open Network Resmi Hadir untuk UMKM

13 Juli 2026
0
Indonesia Perlu Siapkan Spektrum Upper 6 GHz agar Tak Tertinggal di Era 6G
Technology

Indonesia Perlu Siapkan Spektrum Upper 6 GHz agar Tak Tertinggal di Era 6G

13 Juli 2026
0
Lion Parcel x Toco
Digital Business

Perluas Pilihan Logistik Seller, Lion Parcel Jalin Kemitraan Strategis Bersama Toco

9 Juli 2026
0
Load More
Next Post
Minat Kreator Muda Garap Cerita Anak dan Keluarga Terus Meningkat

Minat Kreator Muda Garap Cerita Anak dan Keluarga Terus Meningkat

Indonesia Perlu Siapkan Spektrum Upper 6 GHz agar Tak Tertinggal di Era 6G

Indonesia Perlu Siapkan Spektrum Upper 6 GHz agar Tak Tertinggal di Era 6G

Lalamove Driver Academy

Tingkatkan Kualitas Layanan, Lalamove Indonesia Hadirkan Kembali 'Driver Academy'

Discussion about this post

Recent Updates

Indonesia Open Network

Tak Lagi Terikat Satu Platform, Indonesia Open Network Resmi Hadir untuk UMKM

13 Juli 2026
Lalamove Driver Academy

Tingkatkan Kualitas Layanan, Lalamove Indonesia Hadirkan Kembali ‘Driver Academy’

13 Juli 2026
Indonesia Perlu Siapkan Spektrum Upper 6 GHz agar Tak Tertinggal di Era 6G

Indonesia Perlu Siapkan Spektrum Upper 6 GHz agar Tak Tertinggal di Era 6G

13 Juli 2026
Minat Kreator Muda Garap Cerita Anak dan Keluarga Terus Meningkat

Minat Kreator Muda Garap Cerita Anak dan Keluarga Terus Meningkat

13 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Indonesia Open Network

Tak Lagi Terikat Satu Platform, Indonesia Open Network Resmi Hadir untuk UMKM

13 Juli 2026
Lalamove Driver Academy

Tingkatkan Kualitas Layanan, Lalamove Indonesia Hadirkan Kembali ‘Driver Academy’

13 Juli 2026
Indonesia Perlu Siapkan Spektrum Upper 6 GHz agar Tak Tertinggal di Era 6G

Indonesia Perlu Siapkan Spektrum Upper 6 GHz agar Tak Tertinggal di Era 6G

13 Juli 2026
Minat Kreator Muda Garap Cerita Anak dan Keluarga Terus Meningkat

Minat Kreator Muda Garap Cerita Anak dan Keluarga Terus Meningkat

13 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version