youngster.id - Akses investor Indonesia terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) asal Amerika Serikat (AS) berpotensi semakin luas melalui pemanfaatan teknologi blockchain. Ondo Finance bersama platform aset digital lokal, FLOQ, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjajaki penyediaan tokenisasi saham dan ETF pasar modal AS bagi masyarakat di Indonesia.
Lewat lini produk Ondo Stocks, Ondo Finance saat ini mengelola lebih dari 430 tokenisasi saham dan ETF. Layanan ini memungkinkan investor di luar AS yang memenuhi syarat untuk memperoleh eksposur ekonomi secara onchain terhadap berbagai aset raksasa dunia, seperti Nvidia, Apple, Amazon, Alphabet, Meta, dan Tesla, serta ETF terkemuka SPDR S&P 500 (SPY) dan Invesco QQQ.
Seluruh aset pendukung (underlying assets) dari token berbasis Ondo Stocks disimpan secara aman melalui broker-dealer yang terdaftar resmi di AS. Meski demikian, FLOQ dan Ondo Finance menegaskan bahwa belum ada jenis saham atau ETF tertentu yang dikonfirmasi akan langsung meluncur di Indonesia dalam waktu dekat.
Optimalkan Potensi Pasar Aset Digital Indonesia
Langkah kolaborasi ini bertepatan dengan pertumbuhan ekosistem keuangan digital domestik yang masif. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen aset keuangan digital di Indonesia telah menembus 22,93 juta akun per Juli 2026, naik 1,03% dibandingkan bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, transaksi aset kripto domestik tercatat sebesar Rp20,52 triliun.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan bahwa potensi besar pasar Indonesia kini membutuhkan inovasi yang melampaui sekadar penambahan jenis aset kripto lokal.
“Kami percaya bahwa tahap berikutnya bukan sekadar menambahkan lebih banyak aset, melainkan menjajaki bagaimana produk keuangan global dan infrastruktur pasar baru dapat diakses oleh masyarakat Indonesia,” ujar Yudhono, dikutip Kamis (10/9/2026).
Senada dengan hal tersebut, Senior Director for Asia Pacific Ondo Finance, Rania Rahardja, menilai Indonesia merupakan salah satu pasar krusial di Asia Tenggara berkat komunitas digitalnya yang aktif.
“Di Ondo, kami membangun infrastruktur untuk membawa saham dan ETF secara onchain. FLOQ memberi kami mitra lokal yang kuat untuk menjajaki bagaimana aset pasar tokenisasi dapat menjangkau masyarakat di Indonesia secara bertanggung jawab,” jelas Rania.
Selain evaluasi teknis, kedua perusahaan berkomitmen menggelar program edukasi komprehensif bagi komunitas investor. Materi tersebut mencakup mekanisme kerja tokenisasi, hubungan antara token dengan underlying asset, mekanisme penebusan (redemption), hingga pemahaman manajemen risiko investasi. (*AMBS)
