youngster.id - Platform perdagangan aset kripto FLOQ menjalin kolaborasi strategis dengan ASTER melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperluas akses pengguna Indonesia terhadap ekosistem Web3. Kerja sama ini mencakup eksplorasi integrasi produk, perluasan jaringan, program referral, hingga aktivasi komunitas digital di pasar lokal.
ASTER merupakan platform perdagangan terdesentralisasi (Decentralized Exchange/DEX) hasil merger antara Astherus dan APX Finance yang didukung oleh YZi Labs (sebelumnya Binance Labs). Sejak terdaftar di platform FLOQ pada Oktober 2025, aset ASTER telah dimiliki oleh sekitar 1.500 pengguna dan konsisten masuk dalam daftar 10 aset kripto paling aktif diperdagangkan di FLOQ.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan merespons traksi organik yang tinggi serta memperkuat pengalaman pengguna lokal terhadap produk teknologi Web3 global.
“ASTER telah menunjukkan aktivitas perdagangan yang kuat di antara pengguna kami. Kami melihat peluang untuk memperluas kolaborasi, mulai dari aksesibilitas aset hingga potensi integrasi produk, perluasan jaringan, dan aktivasi komunitas agar menciptakan manfaat nyata bagi perkembangan ekosistem Web3 Indonesia,” ujar Yudhono, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Juru bicara ASTER menambahkan bahwa Indonesia merupakan pasar krusial bagi tahap adopsi Web3 berikutnya. Kombinasi infrastruktur terdesentralisasi milik ASTER dan distribusi lokal FLOQ—yang kini memiliki lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar—dapat menjembatani penggunanya ke peluang Web3 global secara lebih mudah.
Eksplorasi Integrasi Produk Perpetual DEX dan Pasar RWA
Salah satu poin utama dalam pembahasan MoU ini adalah potensi integrasi fitur Aster Perpetual DEX ke dalam ekosistem dompet (wallet) FLOQ. Layanan ini memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak perpetual secara on-chain tanpa tanggal kadaluarsa langsung dari dompet digital mereka.
Selain perpetual trading, ASTER juga menawarkan produk inovatif Pre-IPO Perpetuals yang memberikan eksposur terhadap valuasi perusahaan swasta sebelum penawaran umum perdana, seperti kontrak $SPCX untuk SpaceX. Pasar aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) semacam ini tercatat tumbuh pesat di ranah DEX global dan berpotensi diperkenalkan ke pasar Indonesia.
Meskipun demikian, bentuk integrasi teknis, mekanisme revenue sharing, serta jadwal peluncuran resmi masih dalam tahap evaluasi dan pemenuhan persetujuan regulasi dari bursa kripto serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kolaborasi ini melengkapi daftar kemitraan strategis FLOQ sebelumnya yang telah terjalin dengan berbagai korporasi nasional seperti Tiket, Telkomsel, dan Blibli. (*AMBS)
