Selasa, 5 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Digital Business

Pertama Kalinya, Bukalapak Bukukan EBITDA Disesuaikan yang Positif di Q1/2024

1 Mei 2024
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Bukalapak

Pertama Kalinya, Bukalapak Bukukan EBITDA Disesuaikan yang Positif di Q1/2024 (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perusahaan ecommerce Bukalapak mengumumkan hasil keuangan yang tidak diaudit untuk kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2024. Bukalapak membukukan EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp15 miliar pada kuartal I 2024 dari minus Rp209 miliar pada kuartal I 2023.

Namun, Bukalapak masih mengalami rugi bersih sebesar Rp41 miliar, menyusut dari posisi rugi Rp1 triliun pada periode sama tahun lalu.

“Pencapaian pada kuartal pertama ini adalah salah satu momen penting dalam sejarah BUKA. Untuk pertama kalinya, kami meraih keuntungan berbasis EBITDA yang Disesuaikan per kuartal sepanjang 3 bulan pertama di tahun 2024. Hasil yang luar biasa ini dicapai melalui pertumbuhan pendapatan yang kuat, take rate yang terus meningkat—terutama di segmen Online to Offline (O2O)—serta upaya pengendalian biaya operasional yang efektif,” ujar Teddy Oetomo, Presiden Bukalapak, dikutip Rabu (1/5/2024).

Baca juga :   Bukalapak Ajak Masyarakat Indonesia Gemar Berinvestasi

Pendapatan inti—dihitung sebagai laba bersih yang dilaporkan tidak termasuk keuntungan/kerugian investasi, nilai tukar, goodwill, dan non-recurring items—mencapai Rp185 miliar, meningkat pesat dibandingkan kerugian Rp117 miliar yang dialami perusahaan pada kuartal pertama tahun lalu. Basis modal, rasio modal, dan neraca keuangan tetap kuat dengan kas, setara kas, dan investasi likuid senilai Rp19,1 triliun.

Pendapatan tumbuh sebesar 16% YoY pada kuartal pertama, dengan peningkatan pertumbuhan sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu di segmen O2O. Pertumbuhan segmen O2O yang sangat baik tersebut didorong oleh optimalisasi dari portofolio produk yang ditawarkan dan peningkatan ragam layanan dengan cakupan lebih luas untuk Mitra sehingga mendukung kesuksesan Mitra yang terus berlanjut.

Baca juga :   Itemku Gamecon, Konvensi Game dan NFT Pertama di Indonesia

Sekitar 64% dari Total Processing Value (TPV) berasal dari luar wilayah Tier 1 di Indonesia, di mana Bukalapak terus melihat pertumbuhan kuat dalam semua penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi di antara toko ritel mikro offline. Segmen O2O sendiri mewakili 55% pendapatan Bukalapak di kuartal pertama.

Margin kontribusi Bukalapak secara keseluruhan, dihitung sebagai laba kotor setelah biaya penjualan dan pemasaran, meningkat dari Rp104 miliar di Kuartal Pertama 2023 ke Rp124 miliar di Kuartal Pertama 2024. Margin kontribusi oleh segmen O2O sebagai persentase dari TPV naik 23 basis poin dari -0,10% dan kembali membawa angka positif untuk kedua kalinya sebesar 0,13% di Kuartal Pertama 2024.

Menurut Teddy, pihaknya akan fokus pada empat divisi bisnis, yaitu Mitra, mobile & console game, ritel O2O, dan layanan keuangan.

Baca juga :   Satu Dekade Beroperasi, Shopee Catat Peran dalam Pengembangan UMKM dan Brand Lokal

“Komitmen untuk memberikan yang terbaik dalam layanan bagi pelanggan terus menjadi kunci. Hal ini dilakukan melalui investasi dan inovasi dalam proposisi nilai pelanggan, menawarkan berbagai pilihan, pengalaman pengguna yang lebih baik di aplikasi, dan opsi pengiriman yang lebih baik,” tutup Teddy.

 

STEVY WIDIA

Tags: BukalapakEBITDAsegmen Online to Offline (O2O)Total Processing Value (TPV)
Previous Post

Reckitt Benckiser Tunjuk DDI untuk Mengelola Produknya di e-Commerce

Next Post

Dorong Peningkatan Kompetensi Karyawan, Erajaya Resmikan Corporate University

Related Posts

Pendapatan Bukalapak
Digital Business

Pendapatan Bukalapak Melonjak 63% di Kuartal I-2026, Segmen Gaming Jadi Motor Pertumbuhan Utama

30 April 2026
0
Adopsi Ai
Technology

Adopsi AI Perusahaan Private Equity Tembus 58%, Mulai Bayangi Venture Capital

8 April 2026
0
Kinerja Keuangan Bukalapak 2025
Digital Business

Pendapatan Bukalapak Melonjak 46% di 2025, Segmen Gaming Jadi Kontributor Utama

13 Maret 2026
0
Load More
Next Post
Erajaya Corporate University

Dorong Peningkatan Kompetensi Karyawan, Erajaya Resmikan Corporate University

Halodoc

Halodoc Tawarkan Layanan Vaksinasi dan Lab ke Rumah

IFC x KB Kookmin Card

IFC Gandeng KB Kookmin Card Salurkan Pembiayaan Senilai US$100 Juta ke Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

Sampoerna University - HSBC Business Case 2026

Juara Nasional, Sampoerna University Wakili Indonesia di Ajang Bisnis Asia Pasifik 2026

5 Mei 2026
Pendapatan Blibli

Pendapatan Blibli Meroket 67% di Kuartal I-2026, Strategi Omnichannel Jadi Penopang Utama

5 Mei 2026
Strategi Lintasarta Ekosistem AI

Lintasarta Perkuat Peran ‘Beyond AI Factory’ Guna Akselerasi Ekosistem Digital Terintegrasi

5 Mei 2026
Duluin Startup of the Year 2026

Kalahkan 30 Startup, Duluin Raih Gelar “Startup of the Year” di Kamboja

5 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Sampoerna University - HSBC Business Case 2026

Juara Nasional, Sampoerna University Wakili Indonesia di Ajang Bisnis Asia Pasifik 2026

5 Mei 2026
Pendapatan Blibli

Pendapatan Blibli Meroket 67% di Kuartal I-2026, Strategi Omnichannel Jadi Penopang Utama

5 Mei 2026
Strategi Lintasarta Ekosistem AI

Lintasarta Perkuat Peran ‘Beyond AI Factory’ Guna Akselerasi Ekosistem Digital Terintegrasi

5 Mei 2026
Duluin Startup of the Year 2026

Kalahkan 30 Startup, Duluin Raih Gelar “Startup of the Year” di Kamboja

5 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version