Sebelum Investasi Crypto, Karyawan Perlu Benahi Kondisi Keuangan

youngster.id - Ketidakpastian ekonomi membuat pengelolaan keuangan dan investasi semakin penting, termasuk bagi kalangan pekerja muda. Namun, sebelum mulai berinvestasi, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, mulai dari menjaga arus kas tetap positif hingga menyiapkan dana darurat.

Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, kesehatan finansial merupakan aspek penting yang perlu dijaga, sama halnya dengan kesehatan fisik. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan karakteristik setiap instrumen investasi menjadi bekal sebelum seseorang mengambil keputusan finansial.

“Sama halnya dengan kesehatan fisik, kesehatan finansial juga merupakan aspek penting yang perlu dijaga. Salah satu caranya adalah dengan memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dan investasi,” ujar Andy dikutip Kamis (5/11/2026).

Untuk itu, PT Pintu Kemana Saja (PINTU) bersama PT Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) menggelar program Pintu Goes to Office bertema “Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi.”  Kegiatan ini diikuti lebih dari 80 karyawan.

Andy mengingatkan bahwa aset crypto memiliki risiko tinggi dan volatilitas yang signifikan.

“Investor perlu melakukan riset menyeluruh, memahami profil risiko, serta mempertimbangkan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan, ” ujarnya lagi.

Melalui program Pintu Goes to Office, PINTU berharap edukasi literasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak perusahaan dan mendorong terbentuknya generasi investor yang cerdas serta bertanggung jawab.

Dalam sesi edukasi tersebut, tim Pintu Academy yang terdiri dari Blockchain & Crypto Researcher PINTU Ari Budi Santosa dan Blockchain & Crypto Trader PINTU Ilham Trierasyidi mengajak peserta mengevaluasi kondisi keuangan sehari-hari.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebocoran keuangan yang kerap tidak disadari. Contohnya, utang konsumtif, bunga paylater, hingga biaya langganan layanan digital yang sebenarnya sudah tidak digunakan.

Peserta juga diperkenalkan dengan urutan prioritas dalam mengelola keuangan, yaitu memastikan arus kas positif, menyiapkan dana darurat, kemudian mulai berinvestasi sesuai tujuan finansial.

Materi turut membahas dampak menunda investasi dalam jangka panjang melalui simulasi yang menunjukkan bagaimana penundaan selama lima tahun dapat memengaruhi hasil akhir investasi.

Kenali Risiko Sebelum Memilih Instrumen Investasi

Selain pengelolaan keuangan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik berbagai instrumen investasi, mulai dari deposito, reksa dana, emas, saham, hingga aset crypto. Khusus untuk aset crypto, peserta diperkenalkan dengan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), prinsip menggunakan uang dingin, serta pentingnya melakukan analisis fundamental dan teknikal sebelum membeli aset.

Materi lainnya mencakup tokenized stock yang memungkinkan akses terhadap saham Amerika Serikat melalui teknologi tokenisasi. Pembahasan meliputi cara kerja, batasan, hingga aspek perpajakan yang perlu dipahami investor.

CEO Good Doctor Technology Indonesia Danu Wicaksana menyambut baik kolaborasi edukasi tersebut. Menurutnya, perkembangan industri aset keuangan digital membuat pemahaman mengenai instrumen investasi semakin relevan bagi karyawan.

“Kehadiran PINTU melalui program edukasi ini menjadi kesempatan yang baik bagi rekan-rekan Good Doctor untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan industri aset keuangan digital, sekaligus memahami investasi aset crypto secara lebih mendalam,” katanya.

STEVY WIDIA

Exit mobile version