Shopping Personality Gen Z Makin Beragam, Dari Pemburu Tren hingga Anti Ribet

shopping personality Gen Z

ki-ka Senior Director of Business Development Shopee Indonesia Adi Rahardja, Naykilla dan Tenxi. (Foto: istimewa/shopee)

youngster.id - Bagi Gen Z, belanja bukan lagi sekadar aktivitas untuk memenuhi kebutuhan. Pilihan produk yang masuk ke keranjang belanja juga dapat menjadi bagian dari cara mereka menunjukkan gaya, mengikuti tren, hingga mendukung hobi dan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, pola belanja generasi muda semakin beragam. Ada yang gemar berburu barang viral dan aksesori unik, sementara yang lain lebih suka mencari barang yang memang dibutuhkan tanpa ingin menghabiskan banyak waktu untuk memilih.

Fenomena ini turut terlihat dalam kampanye Shopee 9.9 Super Shopping Day 2026, yang mengangkat konsep shopping personality untuk menggambarkan perbedaan cara pengguna dalam memilih dan membeli produk.

Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, mengatakan generasi muda kini semakin eksploratif dalam berbelanja.

“Kami melihat pengguna, khususnya generasi muda semakin eksploratif dalam berbelanja. Pilihan produk tidak lagi hanya didorong oleh kebutuhan, tetapi juga tren, gaya hidup serta cara mereka mengekspresikan personality masing-masing,” ujar Adi pada jumpa pers, Rabu (26/8/2026) di Jakarta.

Menurut Adi, melalui kampanye 9.9 Super Shopping Day, Shopee berupaya menghadirkan pengalaman belanja yang relevan dan personal dengan memberikan ragam pilihan produk, promo spesial hingga fitur interaktif yang dekat dengan hal-hal yang disukai Gen Z.

Untuk itu, Shopee berkolaborasi dengan dua musisi muda, Naykilla dan Tenxi, dalam iklan terbaru melalui jingle “Kasih Aba-Aba 2.0”. Keduanya menjadi contoh bagaimana perbedaan karakter dapat tercermin dari pilihan belanja.

Bagi Naykilla, keranjang belanja menjadi ruang untuk mengeksplorasi berbagai hal yang sesuai dengan karakter dan gayanya.

“Apa yang aku beli atau ada di keranjang orange aku biasanya memang ‘aku banget’. Kalau ada item yang lagi viral, auto kepo! Apalagi yang centyl dan bisa dipakai buat bikin look aku makin seru,” ujarnya.

Ketertarikannya tidak hanya pada fashion. Naykilla juga menyukai berbagai aksesori kecil seperti face sticker, hair accessories, dan belt, hingga kebutuhan sehari-hari seperti skincare yang ditemukannya saat menjelajah platform.

Karakter tersebut menunjukkan tipe shopping personality yang menjadikan aktivitas belanja sebagai bagian dari eksplorasi gaya. Tren menjadi pemicu rasa ingin tahu, sementara produk yang dipilih menjadi cara untuk menampilkan karakter personal.

Berbeda dengan Naykilla, Tenxi memiliki pendekatan yang lebih praktis. Ia cenderung mencari barang yang memang dibutuhkan dan dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

“Kalau aku biasanya ga suka ribet, cari barang yang simpel dan memang butuh karena dipakai sehari-hari, tapi juga suka eksplor sesuatu yang bisa support hobi seperti bermusik,” kata Tenxi.

Bagi Tenxi, kemudahan menemukan berbagai kebutuhan dalam satu platform menjadi nilai penting. Ia dapat mencari produk yang dibutuhkan saat berada di rumah, studio, maupun ketika sedang bepergian.

Pola ini memperlihatkan karakter shopping personality yang lebih berorientasi pada fungsi dan efisiensi. Belanja dilakukan ketika ada kebutuhan, tetapi tetap terbuka terhadap produk yang dapat menunjang hobi.

Hal ini sejalan dengan pandangan Shopee bahwa perkembangan preferensi pengguna membuat pengalaman belanja perlu semakin relevan dan personal. Konsep shopping personality menjadi cara untuk melihat bahwa aktivitas belanja dapat menjadi bagian dari ekspresi diri.

Konsep tersebut juga membuat pengalaman belanja semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari Gen Z. Barang yang dibeli bisa menjadi pelengkap gaya, mendukung pekerjaan atau hobi, atau sekadar memenuhi kebutuhan praktis.  Jadi yang membedakan bukan hanya barang yang masuk keranjang, tetapi juga cerita, kebutuhan, dan karakter di balik setiap pilihan.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version