youngster.id - Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEkraf) menegaskan pentingnya peran strategis generasi muda sebagai penggerak inovasi, kewirausahaan, serta regenerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional. Pesatnya jumlah populasi Gen-Z dan Milenial—yang mencapai 49,27% dari total penduduk Indonesia berdasarkan data BPS 2025—menjadi modal kuat dalam memperkokoh ekosistem ekonomi kreatif.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, mengungkapkan bahwa keberlanjutan sektor UMKM membutuhkan proses alih generasi yang mampu menyatukan nilai-nilai tradisi dengan sudut pandang baru yang adaptif terhadap teknologi digital.
“Generasi muda perlu mengambil peran lebih besar, tidak hanya sebagai konsumen produk kreatif, tetapi sebagai pencipta karya, inovator, dan wirausaha baru. Berani berkarya, terus berinovasi, dan tetap jaga identitas Indonesia di tengah persaingan global,” ujar Thomas. dalam gelaran Youth Talk bertajuk “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Peran Anak Muda dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan” yang menjadi rangkaian pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, dikutip Selasa (25/8/2026).
Sinergi ASTA EKRAF dan Pilar Pengembangan BI
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menambahkan bahwa penguatan ekonomi kreatif dipacu melalui delapan klaster prioritas ASTA EKRAF, mencakup pengembangan talenta, ekosistem, pembiayaan, pemasaran, hingga diplomasi internasional. Sinergi ini juga diperkuat lewat Rencana Aksi Ekonomi Kreatif Tahap I 2026–2029.
“Dengan kolaborasi, semakin banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang terakselerasi. Dari local heroes yang go national hingga menjadi national champions yang go global,” tegas Riefky.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Bank Indonesia menjalankan strategi regenerasi UMKM melalui tiga pilar: korporatisasi kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pembiayaan. Langkah ini diwujudkan salah satunya lewat kompetisi Inovasi Wastra Nusantara bertajuk Citra Nusa yang melibatkan 580 UMKM wastra terpilih dari seluruh Indonesia.
Selain itu, BI memfasilitasi pembekalan pengelolaan bisnis di marketplace dan perluasan pasar bagi 2.156 UMKM, serta mendampingi penerapan praktik usaha hijau (green business) agar produk lokal memiliki daya saing berkelanjutan di kancah global.
STEVY WIDIA
