youngster.id - PT Bank DBS Indonesia mencatatkan kinerja positif dalam penyaluran pembiayaan keberlanjutan (sustainability financing) sepanjang tahun 2025. Berdasarkan Laporan Tahunan dan Keberlanjutan 2025, bank membukukan portofolio pembiayaan untuk kegiatan bisnis berkelanjutan sebesar Rp15,6 triliun, meningkat dari Rp14,1 triliun pada tahun 2024.
Realisasi pembiayaan hijau tersebut setara dengan 19,1% dari total penyaluran pinjaman bank. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Bank DBS Indonesia dalam mendukung Kategori Keuangan Usaha Berkelanjutan (KKUB) yang selaras dengan POJK No. 51/POJK.03/2017.
Dari aspek finansial secara menyeluruh, Bank DBS Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun, atau tumbuh sekitar 15,8% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,49 triliun. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik 2,54% menjadi Rp6,13 triliun, di tengah momentum bisnis yang stabil dan tekanan margin pasar.
Posisi permodalan bank juga terpantau kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) mencapai 22,22%, berada jauh di atas ketentuan regulator.
“Kami menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola (ESG) yang terintegrasi dalam setiap keputusan bisnis. Kinerja ini menegaskan posisi Bank DBS Indonesia dalam menyalurkan pendanaan ke sektor usaha yang berkontribusi pada ekonomi hijau dan inklusif di Indonesia,” ujar Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, Senin (8/6/2026).
Komitmen keberlanjutan Bank DBS Indonesia juga diwujudkan melalui pilar Perbankan Bertanggung Jawab. Secara kumulatif, bank telah menyalurkan lebih dari Rp3,8 triliun kepada individu berpenghasilan rendah melalui mitra ekosistem pembiayaan, serta mengalokasikan pinjaman modal kerja sebesar Rp70 miliar untuk pemberdayaan UMKM.
Kinerja ini tecermin dari Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang mencapai 6,97%, melampaui tolok ukur internal perusahaan. Dukungan ritel berbasis ESG juga diperluas lewat produk Spark Savings, reksa dana tematik ESG, dan obligasi hijau.
Di sisi lain, kontribusi sosial terus diperluas lewat DBS Foundation dengan mengalokasikan hibah senilai SGD850.000 kepada lima wirausaha sosial lokal, yaitu DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.
Lewat konsistensi agenda keberlanjutan ini, Bank DBS Indonesia berhasil menyabet sejumlah penghargaan bergengsi pada tahun 2026, termasuk Best Sustainable Bank dari Finance Asia Award selama dua tahun berturut-turut, serta penghargaan Project Finance House of the Year dari Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2026.
STEVY WIDIA
