youngster.id - Startup logistik, Kargo Technologies, melaporkan efisiensi yang signifikan setelah berhasil memangkas biaya operasional hingga sekitar 66,5% melalui implementasi armada kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Langkah ini mempertegas tren sektor logistik Asia Tenggara yang kini semakin fokus pada metrik performa armada dan nilai ekonomis operasional yang terukur.
Uji coba yang dilakukan pada awal tahun 2026 ini mencatat performa operasional sepanjang lebih dari 10.351 kilometer selama 50 hari kerja. Armada EV tersebut melintasi rute pengiriman perkotaan maupun antarkota di Jakarta dengan pelacakan telemetri terintegrasi melalui sistem Kargo Nexus.
Menurut data resmi perusahaan, armada truk listrik ini berhasil mencatatkan zero downtime atau tanpa ada waktu henti operasional akibat kendala teknis selama periode pengujian.
Data operasional dari Kargo Technologies menunjukkan efisiensi biaya yang masif jika dibandingkan dengan armada konvensional berbasis bahan bakar diesel pada rute yang setara: Biaya Operasional EV mencapai sekitar Rp2,82 juta selama periode pengukuran, Biaya Operasional Diesel mencapai Rp8,41 juta untuk rute dan jarak yang sebanding.
Melalui sistem telemetri yang terintegrasi, Kargo Technologies dapat memantau visibilitas operasional secara real-time, termasuk konsumsi energi, aktivitas rute, siklus pengisian daya (charging cycles), dan performa mesin. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat efisiensi energi truk listrik mencapai 4,4 km/kWh dalam kondisi lalu lintas padat (heavy traffic) dan meningkat hingga 6,4 km/kWh pada rute jalan terbuka (open-road).
Dampak positif dari efisiensi ini diproyeksikan akan semakin terlihat signifikan dalam skala armada yang lebih besar. Berdasarkan estimasi perusahaan, penghematan bahan bakar tahunan dapat mencapai sekitar Rp478 juta untuk pengoperasian 20 unit truk listrik, dan melonjak hingga Rp1,19 miliar jika menggunakan 50 unit truk listrik. Angka ini belum termasuk penghematan biaya perawatan tambahan yang tercakup dalam model operasional mereka.
Uji coba ini merupakan bagian dari strategi modernisasi logistik yang lebih luas serta peta jalan (roadmap) elektrifikasi armada milik Kargo Technologies.
Tiger Fang selaku Founder & CEO Kargo Technologies menekankan bahwa kendaraan listrik memungkinkan operator logistik untuk mengelola sistem transportasi dengan visibilitas yang jauh lebih baik dan pelacakan performa yang terukur.
“Kendaraan listrik memungkinkan kami melihat logistik tidak hanya sekadar alat transportasi biasa, melainkan sebagai sebuah sistem terintegrasi yang dapat dianalisis, diukur, dan terus ditingkatkan kualitasnya,” ujar Fang, dikutip Selasa (2/6/2026).
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjangnya, Kargo Technologies sebelumnya telah mengumumkan rencana ambisius untuk mengerahkan lebih dari 2.500 unit EV pada tahun 2026 ini.
Seiring dengan ekspansi jaringan logistik di Asia Tenggara, ketersediaan data performa operasional dan kesiapan infrastruktur pengisian daya kini menjadi faktor penentu utama bagi para pelaku industri untuk beralih secara komersial ke kendaraan listrik.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post