youngster.id - Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, sukses membawa inovasi teknologi asal Indonesia ke sektor logistik skala internasional. Melalui solusi Fleet Operation Optimizer dan Supply Chain Integrator, perusahaan tech enabler ini terus mendorong percepatan transformasi digital pada operasional armada kendaraan dan rantai pasok industri.
Pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan analitik data telah membawa TransTRACK meraih kepercayaan dari lebih dari 1.200 pelanggan korporasi. Ekspansi layanannya kini tidak hanya mencakup wilayah Asia Tenggara, tetapi juga menjangkau pasar Australia dan Timur Tengah. Teknologi ini terbukti membantu berbagai sektor industri dalam meningkatkan efisiensi operasional, visibilitas armada, keselamatan, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Pertumbuhan pesat perusahaan juga ditandai dengan rekam jejak investasi yang solid. Laporan bisnis mencatat bahwa dukungan pendanaan tahap awal dari YCAB Ventures berhasil menghasilkan exit dengan imbal hasil (return) sebesar 8,6 kali lipat dari nilai investasi awal. Hal ini mencerminkan potensi fundamental perusahaan teknologi Indonesia dalam menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan bagi investor.
Bagi Anggia, transformasi digital yang berakselerasi di sektor logistik membuka ruang besar bagi inovasi baru. Industri yang semakin terdigitalisasi ini membutuhkan kolaborasi serta keberagaman perspektif agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia usaha.
“Inovasi dapat lahir dari siapa saja, termasuk perempuan yang memilih untuk berkarya di industri yang selama ini masih didominasi laki-laki. Saya berharap semakin banyak perempuan berani mengambil peluang, membangun solusi, dan memimpin perubahan,” ujar Anggia, dikutip Rabu (1/7/2026).
Atas kepemimpinan dan dampak bisnisnya, Anggia Meisesari terpilih sebagai satu dari tiga pengusaha perempuan di Asia Tenggara yang masuk dalam GLI in Action Case Study Series. Program ini diluncurkan oleh Investing in Women—inisiatif Pemerintah Australia—pada peringatan MSME Day untuk menyoroti keberhasilan sekaligus tantangan pengusaha perempuan dalam membangun bisnis inovatif berdampak sosial-ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post