Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Industry

Indonesia Darurat Sampah, Ini Bukan Sekadar Soal Jumlah

21 April 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
waste4change-Junerosano

Chief Executive Officer Waste4Change M Bijaksana Junerosano. (Foto: stevywidia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Bayangkan setiap hari kita membuang sesuatu yang kita anggap selesai begitu saja. Plastik bekas minuman, sisa makanan, hingga kemasan sekali pakai—semuanya hilang dari pandangan, tapi tidak pernah benar-benar lenyap. Pada kenyataannya, Indonesia menghasilkan sekitar 144.000 ton sampah per hari, atau setara dengan 12 Candi Borobudur, namun hanya 25% yang dikelola dengan baik.

Volume sampah yang dihasilkan memang meningkat, tetapi krisis ini bukan hanya soal jumlah. Indonesia darurat sampah karena sistem pengelolaan yang belum mampu mengimbangi laju produksi sampah yang terus bertambah.

Alih-alih berakhir di sistem yang terintegrasi, sebagian besar sampah justru tidak tertangani dengan baik. Banyak yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) terbuka, mencemari lingkungan, hingga mengalir ke sungai dan laut. Kondisi ini memperlihatkan bahwa masalah sampah di Indonesia bukan sekadar persoalan teknis, melainkan kegagalan sistemik.

Founder & Chief Executive Officer Waste4Change M Bijaksana Junerosano mengatakan, krisis sampah di Indonesia bukan sekadar soal jumlah yang terus meningkat, tetapi lebih dalam yaitu kegagalan sistem dan lemahnya penegakan hukum. Regulasi sudah ada, namun implementasinya masih jauh dari optimal. Akibatnya sekitar 75% pengelolaan sampah masih bermasalah.

Baca juga :   Tantangan dan Pengelolaan Keamanan dalam Mengembangkan Super App

“Sejumlah tragedi seperti longsornya tempat pemrosesan akhir (TPA) terus berulang.  Hal ini menunjukkan bahwa krisis ini bukan hal baru, namun belum ditangani secara serius. Bahkan, kondisi ini dikhawatirkan mulai dianggap “normal”, padahal jelas berbahaya dan melanggar hukum dan berbahaya bagi masyarakat,” paparnya pada gelar Refleksi Hari Bumi: Meninjau Ulang Sistem Pengelolaan Sampah Indonesia, Senin (20/4/2026) di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Sano ini menegaskan bahwa persoalan sampah di Indonesia ibarat gunung es. Di permukaan terlihat soal teknis, tetapi di dalamnya berkaitan dengan masalah yang lebih fundamental seperti moral, tata kelola, hingga praktik korupsi. Selain itu, Indonesia dinilai belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang holistik dan bisa ditegakkan.

Baca juga :   Kolaborasi Ades dan Gojek Untuk Lingkungan Bebas Sampah Plastik

“Pemerintah sudah memiliki regulasi yang jelas, tetapi tidak dijalankan dengan konsisten. Akibatnya, siapa pun bisa terlibat dalam pengelolaan sampah tanpa standar kompetensi yang jelas, sehingga sistem berjalan tidak profesional dan cenderung kacau,” ujarnya.

Sano juga berpedapat bahwa selama ini, pendekatan yang digunakan juga terlalu fokus pada tahap akhir (hilir), seperti membuang atau mengolah di TPA. Padahal, solusi seharusnya dimulai dari hulu, yakni pemilahan dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

“Sangat disayangkan adanya miskonsepsi yang berkembang di masyarakat bahwa “sampah adalah emas”. Pada kenyataannya, hanya 10%-20% sampah yang bernilai ekonomi, sementara sisanya justru membutuhkan biaya besar untuk diolah. Tanpa sistem pembiayaan yang jelas, pengelolaan sampah akan terus bergantung pada solusi jangka pendek yang tidak berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menyebut Indonesia memiliki potensi ekonomi sirkular hingga sekitar Rp500 triliun per tahun, tetapi peluang itu hanya bisa diwujudkan jika ada perbaikan dalam hal pengelolaan.

Baca juga :   Dukung Pengurangan Limbah Kecantikan, Sociolla Gelar Kampanye Waste Down Beauty Up

”Penyelesaian masalah sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi atau daur ulang. Kita membutuhkan perbaikan sistem secara menyeluruh, termasuk reformasi tata kelola, kolaborasi lintas pihak, dan perubahan perilaku masyarakat,” pungkasnya.

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan kepada pemerintah daerah bahwa TPA open dumping atau pembuangan terbuka harus diakhiri paling lambat pada Juli 2026. Akan ada Tindakan pidana untuk memaksa semua penyelenggara pengelolaan sampah menutup open dumping tersebut.

Pendekatan ekonomi sirkular pun dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang, di mana sumber daya dimanfaatkan secara berulang dan limbah ditekan seminimal mungkin.

Pada akhirnya, darurat sampah di Indonesia adalah cerminan dari masalah yang lebih besar. Selama tata kelola belum dibenahi dan sistem belum berjalan efektif, krisis ini akan terus berulang—dan dampaknya akan semakin luas bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

 

STEVY WIDIA

Tags: Indonesia darurat sampahjumlah sampah Indonesiakrisis sampah Indonesiamasalah sampah Indonesiapengelolaan sampah IndonesiaWaste4Change
Previous Post

Kesenjangan Kredit UMKM Tembus Rp2.400 Triliun, Amartha Dorong Pendanaan Inklusif di 50.000 Desa

Next Post

TRIV Gandeng Indomaret, Akses Investasi Kripto Makin Mudah

Related Posts

Rumah Pemulihan Material
Startup & Entrepreneurship

Kelola Sampah Terpadu, Sinar Mas Land dan Waste4Change Hadirkan Rumah Pemulihan Material

18 Desember 2025
0
Waste4Change
Startup & Entrepreneurship

Waste4Change Catat Pertumbuhan Rata-rata Tahunan 88% dan Kelola 64,9 Juta Kg Sampah dalam Satu Dekade

26 September 2025
0
Mohamad Bijaksana Junerosano - Waste4Change
Startup & Entrepreneurship

Waste4Change: Solusi Sirkular Penting dalam Mendorong Perubahan Sistemik

18 September 2025
0
Load More
Next Post
TRIV Gandeng Indomaret, Akses Investasi Kripto Makin Mudah

TRIV Gandeng Indomaret, Akses Investasi Kripto Makin Mudah

RRQ - PWC 2026

RRQ Tekuk Juara Dunia Toxido, Amankan Takhta Pan-Pacific Warfare Cup 2026

Paylater Makin Diminati, Ini Cara Pakainya Biar Tak Jadi Bumerang

Paylater Makin Diminati, Ini Cara Pakainya Biar Tak Jadi Bumerang

Discussion about this post

Recent Updates

Huawei Cloud Bawa “Pekerja Digital” Agar Bisnis Indonesia Naik Level

Huawei Cloud Bawa “Pekerja Digital” Agar Bisnis Indonesia Naik Level

21 April 2026
Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

21 April 2026
Ancaman Siber Berbasis Web

Serangan Backdoor Mengintai Bisnis di Asia Tenggara, Indonesia Catat 1,5 Juta Kasus

21 April 2026
Paylater Makin Diminati, Ini Cara Pakainya Biar Tak Jadi Bumerang

Paylater Makin Diminati, Ini Cara Pakainya Biar Tak Jadi Bumerang

21 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Huawei Cloud Bawa “Pekerja Digital” Agar Bisnis Indonesia Naik Level

Huawei Cloud Bawa “Pekerja Digital” Agar Bisnis Indonesia Naik Level

21 April 2026
Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

21 April 2026
Ancaman Siber Berbasis Web

Serangan Backdoor Mengintai Bisnis di Asia Tenggara, Indonesia Catat 1,5 Juta Kasus

21 April 2026
Paylater Makin Diminati, Ini Cara Pakainya Biar Tak Jadi Bumerang

Paylater Makin Diminati, Ini Cara Pakainya Biar Tak Jadi Bumerang

21 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version