Pasar Asuransi Global Tembus US$7,1 Triliun, Laporan Bain & Company Ungkap Tantangan Struktural

Bain Company - asuransi

Pasar Asuransi Global Tembus US$7,1 Triliun, Laporan Bain & Company Ungkap Tantangan Struktural (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Premi asuransi global mencatatkan pertumbuhan kuat hingga mencapai estimasi US$7,1 triliun (sekitar Rp115.000 triliun) pada tahun 2025, naik dari US$6,7 triliun di tahun 2024. Nilai ini melonjak dua kali lipat dalam 15 tahun terakhir dari posisi US$3,6 triliun pada 2010.

Meski demikian, laporan terbaru Bain & Company berjudul “Strong Momentum in Insurance, but Structural Challenges Remain” mengingatkan bahwa perolehan keuntungan tersebut bersifat siklikal dan belum menyelesaikan tantangan struktural yang mendasar.

Laporan tersebut menyoroti bahwa peningkatan profitabilitas—khususnya pada segmen properti dan kecelakaan (property and casualty/P&C)—didorong oleh kenaikan tarif serta angka kerugian bencana alam yang relatif terkendali. Namun, keterjangkauan (affordability), celah perlindungan (protection gap), efisiensi investasi teknologi, dan persaingan rantai nilai asuransi masih menjadi persoalan krusial bagi industri ini.

Hambatan Keterjangkauan dan Kesenjangan Perlindungan

Di sektor P&C, kenaikan tarif premi asuransi rumah dan kendaraan selama beberapa tahun terakhir makin memberatkan keuangan rumah tangga. Sementara di sektor asuransi jiwa, kompleksitas produk dan bergesernya para penasihat keuangan ke segmen pasar atas (up-market) memperlebar kesenjangan akses nasihat keuangan (advice gap), meskipun kebutuhan masyarakat akan perlindungan tetap tinggi.

Di sisi lain, kesenjangan perlindungan masih terjadi di berbagai bidang mendasar, seperti layanan kesehatan, risiko kematian, bencana alam, hingga keamanan siber (cybersecurity).

“Pelaku industri asuransi sebaiknya menikmati momentum saat ini, tetapi jangan menganggapnya sebagai keunggulan struktural jangka panjang. Fase penciptaan nilai berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menekan cost of risk melalui pencegahan risiko, perluasan akses, peningkatan produktivitas berbasis AI, serta efisiensi modal,” ujar Andrew Schwedel, Partner di Bain & Company sekaligus penulis utama laporan tersebut, dikutip Rabu (22/7/2026).

Efisiensi Teknologi dan Fragmentasi Rantai Nilai

Meskipun investasi pada data, teknologi, dan kecerdasan artifisial (AI) terus meningkat, Bain & Company mencatat bahwa investasi ini belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan rasio beban operasional (expense ratio) industri secara keseluruhan. Penurunan perekrutan hingga 50% di 30 perusahaan asuransi terbesar di Amerika Utara dan Eropa sejak 2022 menjadi sinyal awal efisiensi biaya, namun peningkatan produktivitas tetap membutuhkan transformasi operasional yang lebih mendalam.

Di saat yang sama, rantai nilai industri asuransi makin terfragmentasi. Pertumbuhan sektor reasuransi—termasuk sidecars dan insurance-linked securities—mencatatkan kenaikan premi 28% periode 2019–2024, mengungguli pertumbuhan industri secara umum (24%). Kondisi ini menuntut perusahaan asuransi terintegrasi tradisional (integrated carriers) untuk beradaptasi agar tidak kehilangan porsi profitabilitas utama.

Empat Solusi Menekan Cost of Risk

Guna memperluas pasar dan menjaga relevansi bisnis, laporan Bain & Company merekomendasikan empat langkah strategis untuk menekan cost of risk. Langkah pertama berfokus pada sektor Klaim (Claims), di mana penggunaan teknologi pencegahan seperti pengereman darurat otomatis, sensor rumah pintar, hingga perangkat wearable kesehatan diperkirakan dapat menekan biaya klaim sebesar 10% hingga 20%.

Dari sisi Distribusi (Distribution), pemanfaatan alat bantu penasihat berbasis AI dan layanan konsultasi digital terpersonalisasi dinilai mampu mengatasi kelangkaan tenaga pemasar sekaligus memperluas akses masyarakat ke produk-produk yang kompleks. Sementara itu pada lini Operasional (Operations), penerapan agentic AI diarahkan untuk mengotomatisasi pekerjaan administratif dan mempercepat proses penyesuaian klaim (claims adjustment). Terakhir, di bidang Permodalan (Capital), standarisasi instrumen keuangan yang lebih baik menjadi kunci untuk menarik sumber investasi baru serta memperbesar kapasitas industri asuransi secara keseluruhan. (*AMBS)

 

Exit mobile version