youngster.id - Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (Development Finance Institution/DFI), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI), mencatatkan komitmen pembiayaan kumulatif sebesar Rp294,5 triliun (sekitar US$16,55 miliar). Penyaluran dana ini telah menjangkau 31 provinsi serta 158 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menegaskan bahwa pemerataan pembangunan wilayah merupakan komitmen utama perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di luar pulau Jawa.
“Kemerdekaan bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan kewajiban berkelanjutan untuk memastikan setiap wilayah memiliki infrastruktur untuk berkembang. Ketika kami membiayai jalan tol di Sumatra, sistem air minum di Indonesia timur, atau jaringan serat optik di pelosok, kami membantu memastikan setiap daerah memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” ujar Reynaldi, dikutip Kamis (3/9/2026).
Pengalokasian pembiayaan PT SMI berfokus pada penguatan konektivitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sektor strategis. Sektor transportasi dan konektivitas menyerap porsi terbesar mencapai Rp145,4 triliun (US$8,17 miliar) untuk 160 proyek infrastruktur logistik dan mobilitas.
Di sektor telekomunikasi, dana sebesar Rp19,2 triliun (US$1,08 miliar) disalurkan ke 28 proyek guna memperkecil kesenjangan digital di daerah terpencil. Selain itu, komitmen senilai Rp4,9 triliun (US$275,41 juta) dialokasikan untuk 29 proyek fasilitas sosial di bidang kesehatan dan pendidikan, sementara sektor air bersih dan sanitasi menyerap Rp4,2 triliun (US$236,07 juta) yang ditujukan bagi 15 proyek pengelolaan limbah dan air bersih.
Portofolio Energi Terbarukan Melonjak Dua Kali Lipat
Selain infrastruktur fisik dan sosial, PT SMI mencatatkan percepatan signifikan pada portofolio energi terbarukan. Pada semester I 2026, pembiayaan sektor energi bersih mencapai Rp38,3 triliun (US$2,15 miliar) di 91 proyek, atau melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan catatan tahun 2023 sebesar Rp18,4 triliun.
“Setiap proyek infrastruktur yang kami biayai saat ini tidak hanya dinilai dari imbal hasil ekonomi, tetapi juga jejak lingkungan dan ketahanannya bagi generasi mendatang. Lonjakan portofolio energi terbarukan membuktikan bahwa transisi energi dan pembangunan nasional bukanlah dua hal yang saling bertentangan,” tambah Reynaldi.
Secara makroekonomi, setiap Rp1 pembiayaan yang disalurkan PT SMI diperkirakan mampu menghasilkan nilai output ekonomi hingga dua kali lipat (2x multiplier effect). Aktivitas konstruksi dan pembiayaan ini turut menyerap sekitar 160.000 tenaga kerja setiap tahunnya serta menghasilkan kapasitas energi terbarukan sebesar 5.283 MW secara nasional. (*AMBS)



















Discussion about this post