Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Digital Business

Kredivo dan LD FEB UI Rilis Temuan Awal Laporan Dampak Sosial Ekonomi Kredit Digital

2 September 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Kredivo dan LD FEB UI

Kredivo dan LD FEB UI Rilis Temuan Awal Laporan Dampak Sosial Ekonomi Kredit Digital (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kredivo Group berkolaborasi dengan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) siap meluncurkan Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo. Studi empiris ini mengkaji kontribusi layanan PayLater serta pinjaman tunai KrediFazz terhadap inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, dan dinamika ekonomi nasional.

Pengkajian ini hadir di tengah ketimpangan akses pembiayaan formal di Indonesia. Meskipun kepemilikan rekening bank naik dari 36% menjadi 56% dalam dekade terakhir, penetrasi kredit formal justru melorot dari 18% pada 2017 menjadi 15% pada 2024. Kondisi ini menyisakan kesenjangan pembiayaan UMKM nasional yang masih berkisar Rp1.290 triliun.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI, Paksi Walandouw, menjelaskan pentingnya laporan ini sebagai acuan berbasis data di tengah meluasnya penggunaan kredit digital.

“Di tengah pertumbuhan industri yang pesat dan diskursus publik yang berkembang, perspektif berbasis bukti menjadi penting untuk melihat bagaimana kredit digital benar-benar bekerja. Pertanyaan tentang dampaknya tidak lagi dapat dilihat hanya dari pertumbuhan industri, tetapi juga dari bagaimana ia memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat sehari-hari,” kata Paksi, dikutip Rabu (2/9/2026).

54% Pembiayaan Masuk Sektor Produktif

Riset yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif terhadap ratusan pengguna serta puluhan pelaku usaha di berbagai provinsi ini mengungkapkan temuan awal yang menarik, yakni adanya pergeseran pola pemanfaatan kredit digital dari sekadar belanja konsumtif menuju kebutuhan yang lebih produktif. Hal ini dibuktikan dengan data pada 2025, di mana sebanyak 54% pembiayaan Kredivo telah dialokasikan untuk sektor produktif seperti modal usaha, pendidikan, kesehatan, hingga renovasi rumah.

Selain itu, layanan ini juga memperluas akses kredit pertama, yang ditunjukkan oleh data bahwa satu dari enam pengguna aktif Kredivo pada 2025 merupakan pengakses kredit formal pertama (first-time borrower), dengan profil yang didominasi oleh kelompok rentan inklusi—yaitu 48% perempuan dan 57% berusia di bawah 30 tahun.

Dampak positif ini turut menyentuh pemberdayaan usaha mikro, di mana pada segmen UMKM, sebanyak 97% penerima pinjaman modal usaha Kredivo merupakan pelaku usaha mikro, dan sekitar 40% di antaranya berhasil mendapatkan akses kredit formal untuk pertama kalinya.

Satu Dekade Menjawab Kesenjangan Pembiayaan

Chief Marketing Officer Kredivo, Indina Andamari, menyampaikan bahwa hasil riset ini merefleksikan transformasi Kredivo selama sepuluh tahun beroperasi di Indonesia.

“Sepuluh tahun lalu, Kredivo hadir untuk membantu menjawab kesenjangan akses kredit. Studi ini memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kontribusi tersebut sekaligus menjadi masukan bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang semakin relevan, inklusif, dan bermanfaat bagi konsumen Indonesia,” ujar Indina.

Peluncuran resmi laporan lengkap pada pertengahan September 2026 mendatang diharapkan dapat menjadi referensi objektif bagi regulator, pelaku industri, dan akademisi dalam memetakan arah kebijakan serta penguatan ekosistem keuangan digital nasional.

 

STEVY WIDIA

Tags: ekonomi digitalinklusi keuanganKrediFazzkredit digitalKredivoLD FEB UIPayLaterUMKM
Previous Post

Akuisisi Startup oleh Startup Jadi Tren Strategi Exit Baru

Next Post

September Effect: Mitos atau Pola Nyata di Pasar Saham dan Kripto?

Related Posts

FedEx Export Challenge
Startup & Entrepreneurship

“FedEx Export Challenge”, Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

2 September 2026
0
Transformasi BRI
Industry

Dorong Transformasi BRIVolution Reignite, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026

31 Agustus 2026
0
Boost Indonesia
Startup & Entrepreneurship

Perkuat Ekspansi Fintek dan Kredit UMKM Indonesia, Boost Raih Investasi Rp374 Miliar dari IFC

31 Agustus 2026
0
Load More
Next Post
September Effect: Mitos atau Pola Nyata di Pasar Saham dan Kripto?

September Effect: Mitos atau Pola Nyata di Pasar Saham dan Kripto?

Discussion about this post

Recent Updates

September Effect: Mitos atau Pola Nyata di Pasar Saham dan Kripto?

September Effect: Mitos atau Pola Nyata di Pasar Saham dan Kripto?

2 September 2026
Kredivo dan LD FEB UI

Kredivo dan LD FEB UI Rilis Temuan Awal Laporan Dampak Sosial Ekonomi Kredit Digital

2 September 2026
Akuisisi startup oleh startup

Akuisisi Startup oleh Startup Jadi Tren Strategi Exit Baru

2 September 2026
aplikasi Indodax

Volume Transaksi Indodax Naik 16% pada Agustus 2026, Tembus Rp8,7 Triliun

2 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
September Effect: Mitos atau Pola Nyata di Pasar Saham dan Kripto?

September Effect: Mitos atau Pola Nyata di Pasar Saham dan Kripto?

2 September 2026
Kredivo dan LD FEB UI

Kredivo dan LD FEB UI Rilis Temuan Awal Laporan Dampak Sosial Ekonomi Kredit Digital

2 September 2026
Akuisisi startup oleh startup

Akuisisi Startup oleh Startup Jadi Tren Strategi Exit Baru

2 September 2026
aplikasi Indodax

Volume Transaksi Indodax Naik 16% pada Agustus 2026, Tembus Rp8,7 Triliun

2 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version