youngster.id - Konglomerasi keuangan Bank DBS Indonesia, melalui PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI), sukses mendukung PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI dalam penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026.
Instrumen finansial yang dipasarkan dengan nama Obligasi Ritel Infrastruktur PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau “ORIS” ini berhasil menghimpun dana senilai Rp150 miliar.
Dalam transaksi strategis tersebut, DBSVI berperan sebagai salah satu Penjamin Emisi Efek Utama sekaligus koordinator keseluruhan proses penerbitan. Sementara itu, DBSI bertindak sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek (MPPE).
Langkah ini menandai momen penting bagi penawaran obligasi korporasi berstatus investment grade yang ramah bagi investor ritel perorangan di Indonesia. Melalui ORIS, masyarakat kini memiliki akses mudah untuk berinvestasi pada instrumen pendapatan tetap sekaligus berkontribusi langsung dalam proyek pembangunan nasional.
PT SMI, yang merupakan entitas khusus di bawah Kementerian Keuangan RI, meluncurkan obligasi ritel perdana ini di tengah kondisi pasar yang dinamis. Meski demikian, antusiasme pasar terpantau sangat tinggi berkat fundamental keuangan perusahaan yang solid.
Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya peringkat kredit tertinggi idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Rating ini mencerminkan kelayakan kredit PT SMI yang patut dicontoh serta risiko gagal bayar yang sangat rendah.
President Director PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengungkapkan rasa bangganya atas kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen Bank DBS dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang komprehensif dan inovatif.
“Kolaborasi ini tidak hanya menonjolkan kekuatan finansial Bank DBS Indonesia, tetapi juga mencerminkan dedikasi kami dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Indonesia,” ujar Lim Chu Chong, dikutip Rabu (3/6/2026).
Senada dengan hal tersebut, Ad-interim President Director PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Andreas Oen, menambahkan bahwa tingginya minat investor ritel terhadap ORIS memperlihatkan prospek yang sangat cerah bagi sektor infrastruktur nasional ke depan.
Di saat yang bersamaan, kapasitas terintegrasi DBS Group kian dipertegas di kancah internasional. DBS Bank Ltd. ditunjuk sebagai Sole Global Coordinator (Koordinator Global Tunggal) untuk penerbitan obligasi global PT SMI senilai US$300 juta.
Obligasi internasional tersebut meraih peringkat Baa2 dari Moody’s dan BBB dari Fitch, serta sukses mencatatkan permintaan tinggi dengan buku pemesanan (order book) yang sangat kuat. Hal ini membuktikan keahlian DBS Group dalam mengelola emisi efek baik dalam denominasi Rupiah (IDR) maupun Dolar AS (USD).
Kerja sama dalam penerbitan ORIS 2026 ini memperpanjang rekam jejak kemitraan strategis jangka panjang yang telah dibangun Bank DBS bersama PT SMI. Selama beberapa tahun terakhir, Bank DBS telah mendukung berbagai instrumen pasar modal utang dan pinjaman korporasi PT SMI, yang meliputi: Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2024, Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2023, Obligasi Berkelanjutan II Tahap V Tahun 2020. Juga, fasilitas Pinjaman Sindikasi Berbasis Keberlanjutan (Sustainability-Linked Loan) senilai US$600 juta pada Desember 2025, di mana DBS Bank Ltd bertindak sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner, serta Bank DBS Indonesia sebagai Facility Agent.
Melalui sinergi pembiayaan hijau dan berkelanjutan ini, kedua instansi berkomitmen untuk terus mempercepat penyediaan infrastruktur nasional demi menyokong kemajuan ekonomi digital dan fisik Indonesia.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post