Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Digital Business

Solusi Fragmentasi Pasar, Indonesia Open Network (ION) Akselerasi Digitalisasi UMKM Nasional

18 Juli 2026
in Digital Business
Reading Time: 3 mins read
Indonesia Open Network (ION)

Solusi Fragmentasi Pasar, Indonesia Open Network (ION) Akselerasi Digitalisasi UMKM Nasional (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kehadiran Indonesia Open Network (ION) menjadi babak baru dalam transformasi ekonomi nasional melalui penyediaan infrastruktur digital bersama yang inklusif. Diperkenalkan sebagai Digital Public Infrastructure (DPI), ION dirancang khusus untuk mengatasi masalah fragmentasi marketplace dan tingginya biaya logistik yang selama ini menjadi penghambat utama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke ekosistem formal.

Berbeda dengan platform e-commerce konvensional, ION bukanlah sebuah aplikasi perdagangan elektronik baru. ION berfungsi sebagai jaringan terbuka nasional yang mengintegrasikan aplikasi pembeli, sistem penjual, penyedia logistik, perbankan, hingga gerbang pembayaran lintas platform tanpa bergantung pada satu ekosistem tertutup tertentu.

Melalui prinsip “Join Once. Sell Everywhere”, pelaku usaha kini hanya perlu melakukan satu kali integrasi teknologi untuk dapat terhubung dan berjualan di berbagai jaringan digital sekaligus.

Memangkas Biaya Operasional dan Menghapus Monopoli Platform

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sekaligus Ketua Dewan Penasihat ION, Shinta Kamdani, menilai jaringan terbuka ini merupakan kunci interoperabilitas demi menurunkan hambatan inovasi dan efisiensi biaya usaha. Selama ini, digitalisasi 64,2 juta UMKM di Indonesia kerap terkendala oleh mahalnya biaya integrasi teknologi, keterbatasan akses pembiayaan, serta tingginya biaya untuk mendapatkan pelanggan (customer acquisition cost).

“ION membangun infrastruktur bersama yang menurunkan hambatan inovasi, mengurangi biaya usaha, dan membuka peluang bagi perusahaan dari berbagai skala untuk berkembang dalam perdagangan digital. Melalui jaringan terbuka, pelaku usaha memperoleh biaya transaksi yang lebih rendah, akses pasar yang lebih luas, serta konektivitas digital yang lebih baik,” urai Shinta, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Ekosistem ini turut memisahkan fungsi infrastruktur digital dari aplikasi komersial. Dampaknya, pelaku usaha maupun startup lokal dapat membangun layanan baru di atas jaringan yang sama tanpa harus membentur tembok monopoli pasar digital.

Menjangkau Sektor Informal Lewat Ekosistem Terintegrasi

Potensi jangka panjang ION diperkuat lewat kolaborasi lintas sektor, termasuk integrasi dengan Kementerian UMKM melalui program nasional SAPA UMKM (PASAR SAPA). Langkah ini ditargetkan mampu memfasilitasi sekitar 40 juta UMKM informal yang saat ini belum memiliki legalitas usaha agar dapat bertransaksi secara formal di pasar digital.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya pemerataan akses teknologi ini agar tidak lagi dibatasi oleh ukuran modal maupun lokasi geografis pelaku usaha.

“Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, layanan logistik, pembiayaan, layanan publik yang terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence),” jelas Maman.

Untuk memaksimalkan dampak di daerah, dikembangkan pula konsep ION Hyperlokal. Fitur ini dirancang untuk menghubungkan wilayah perdesaan, kecamatan, koperasi, petani, hingga pasar tradisional ke dalam ekosistem digital berbasis wilayah. Dengan demikian, rantai pasok dan distribusi logistik dapat dipenuhi terlebih dahulu dari komunitas lokal sebelum didorong menuju pasar nasional.

Dikembangkan secara mandiri agar sesuai dengan karakteristik dan regulasi kelembagaan di Indonesia, keberlanjutan infrastruktur nasional ini turut mendapat dukungan inkubasi global dari Google.org serta dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital guna memacu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Networks for Humanity juga bergabung sebagai mitra pengetahuan dengan membawa pengalaman internasional dalam pengembangan ekosistem digital yang terbuka, interoperabel, dan inklusif. Mitra pendiri ekosistem ION antara lain Indosat Ooredoo Hutchison, Protean e-Gov Technologies, Pidge, Remiges, Bajaj-Maxride, PlaceOrder, Haqdarshak, Integra Microsystems, Moving Tech Innovations, Infinys, ThoughtLine, Ayantram, dan Blitz. (*AMBS)

 

Tags: ApindoDigital Public Infrastructureekonomi digitalIndonesia Open NetworkIONUMKM
Previous Post

Tenable One Integrasikan Keamanan Aplikasi, Tangkal Risiko Cacat Kode Akibat Generative AI

Next Post

HackNusa 2026, Tantang Inovator Muda Atasi Krisis Keamanan Siber di Indonesia

Related Posts

Transformasi BRI
Industry

Dorong Transformasi BRIVolution Reignite, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026

31 Agustus 2026
0
Boost Indonesia
Startup & Entrepreneurship

Perkuat Ekspansi Fintek dan Kredit UMKM Indonesia, Boost Raih Investasi Rp374 Miliar dari IFC

31 Agustus 2026
0
Harbolnas 2026
Digital Business

Harbolnas 2026 Bidik Transaksi Rp40 Triliun, Makin Banyak Platform Ikut

29 Agustus 2026
0
Load More
Next Post
HackNusa 2026

HackNusa 2026, Tantang Inovator Muda Atasi Krisis Keamanan Siber di Indonesia

Garena dan Komdigi

Kolaborasi Garena dan Komdigi RI Perkuat Edukasi Healthy Gaming

Transaksi QRIS

Ekspansi QRIS Lintas Negara Menuju Jaringan QR Terbesar di Asia

Discussion about this post

Recent Updates

venture capital Asia Tenggara

Pasar ‘Venture Capital’ Asia Tenggara Anjlok, Investor Global Kian Selektif ke Indonesia

1 September 2026
Pendapatan Xiaomi

Xiaomi Catat Pendapatan Rp287 Triliun pada Kuartal II-2026, Bisnis EV dan AI Tumbuh Pesat

1 September 2026
Huawei Dorong Jaringan Kampus 10 Gbps untuk Era AI

Huawei Dorong Jaringan Kampus 10 Gbps untuk Era AI

1 September 2026
Geely Farizon Indonesia

Produsen Kendaraan Komersial Geely Farizon Resmikan Pabrik KD Pertama di Indonesia

1 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
venture capital Asia Tenggara

Pasar ‘Venture Capital’ Asia Tenggara Anjlok, Investor Global Kian Selektif ke Indonesia

1 September 2026
Pendapatan Xiaomi

Xiaomi Catat Pendapatan Rp287 Triliun pada Kuartal II-2026, Bisnis EV dan AI Tumbuh Pesat

1 September 2026
Huawei Dorong Jaringan Kampus 10 Gbps untuk Era AI

Huawei Dorong Jaringan Kampus 10 Gbps untuk Era AI

1 September 2026
Geely Farizon Indonesia

Produsen Kendaraan Komersial Geely Farizon Resmikan Pabrik KD Pertama di Indonesia

1 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version