youngster.id - Laju adopsi digital Indonesia yang meroket bak pisau bermata dua. Di satu sisi membuka peluang ekonomi kreatif yang luar biasa, namun di sisi lain menyimpan kerentanan besar terhadap ancaman siber yang kian kompleks. Kondisi ini mendorong, Telkom University berkolaborasi dengan perusahaan keamanan siber global, Kaspersky menggelar HackNusa – From Ideas to Impact.
Ini adalah kompetisi hackathon keamanan siber tingkat nasional yang dirancang khusus untuk menjaring Gen-Z dan generasi inovator Indonesia berikutnya agar mampu melahirkan solusi praktis dan berdampak nyata bagi ekosistem digital tanah air.
Kepala Kaspersky Academy Evgeniya Russkikh mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis di tengah tingginya permintaan industri akan profesional di bidang keamanan digital yang andal.
“Seiring Indonesia terus meningkatkan adopsi digital dan berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur digital, lanskap keamanan sibernya menjadi semakin kompleks seiring dengan meningkatnya ancaman siber. Dengan semua perubahan teknologi yang cepat ini, permintaan akan profesional keamanan siber semakin meningkat,” ucapnya dikutip, Senin (20/7/2026).
Pendaftaran proposal dan bukti konsep (Proof of Concept/POC) program ini telah resmi dibuka secara online dan akan berlangsung hingga 21 Agustus 2026. Puncaknya, 30 tim terbaik yang lolos kurasi akan diundang untuk berkompetisi langsung secara tatap muka (offline) dalam babak final yang digelar pada 3 Oktober 2026 di kampus Telkom University, Bandung.
Evgeniya menambahkan, pihaknya berharap HackNusa dapat menjadi platform bagi para pemikir teknologi brilian untuk menguji keterampilan sekaligus memecahkan tantangan riil.
“Kami berkomitmen membina talenta lokal dalam lingkungan belajar yang menantang namun kondusif demi masa depan industri digital yang lebih tepercaya,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Informatika Telkom University Kemas Muslim menegaskan, pengembangan lini keamanan siber, AI, dan teknologi mutakhir merupakan prioritas utama institusinya.
“Membangun kolaborasi yang kuat dengan para pemimpin industri global seperti Kaspersky sangat penting bagi lembaga pendidikan tinggi untuk mempertahankan keunggulan akademik dan mendorong penelitian yang berdampak. HackNusa merupakan tonggak penting dalam memberdayakan generasi inovator Indonesia berikutnya untuk mengatasi ancaman digital dunia nyata,” katanya.
Bukan sekadar kompetisi coding biasa, HackNusa menantang para pengembang, mahasiswa, dan calon profesional teknologi untuk menyelesaikan problem solving pada tiga jalur krusial yang paling mendesak saat ini:
- Pembayaran Digital Aman & Fintech: Fokus pada penciptaan mekanisme transaksi yang lebih cerdas dan aman guna melindungi perputaran uang masyarakat dalam ekonomi digital yang tumbuh pesat.
- AI vs AI (Pertahanan Siber): Menantang peserta merancang sistem cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi, mencegah, sekaligus merespons serangan siber yang juga memanfaatkan teknologi AI yang kian canggih.
- Keamanan yang Berpusat pada Manusia (Human-Centric Security): Menjembatani gap teknologi dengan menciptakan solusi keamanan yang intuitif, inklusif, serta mudah dipahami dan diaplikasikan oleh masyarakat awam sekalipun.
Selain portofolio dan pengalaman berharga, tim juara HackNusa akan membawa pulang hadiah utama berupa uang tunai sebesar Rp13 juta. Selain itu, pemenang juga akan mendapatkan akses kursus pelatihan resmi dari Kaspersky senilai hingga US$2.500 guna mendongkrak keahlian dan rekognisi siber mereka di level internasional.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post