youngster.id - Bank Indonesia (BI) terus memperluas jangkauan sistem pembayaran digital nasional di kancah internasional. Setelah resmi menghubungkan jaringan dengan China pada April lalu, Indonesia kini tengah mengakselerasi integrasi interkoneksi pembayaran dengan India yang ditargetkan meluncur penuh pada akhir tahun 2026.
Langkah strategis ini akan menghubungkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan jaringan pembayaran bank real-time milik India, Unified Payments Interface (UPI). Melalui interkoneksi ini, konsumen dan pelaku usaha di kedua negara dapat melakukan serta menerima pembayaran lintas batas secara instan hanya dengan menggunakan aplikasi perbankan atau dompet digital (e-wallet) yang sudah mereka miliki.
Ekspansi masif ini menempatkan QRIS di titik temu tiga pasar pembayaran berbasis QR terbesar di Asia. Langkah ini menjadi fondasi kuat dalam mendorong penggunaan mata uang lokal (local currency settlement) untuk transaksi lintas batas, menekan biaya konversi valuta asing, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jaringan kartu global dan dolar AS.
Sebagai perbandingan kapasitas harian: China memproses lebih dari 1,2 miliar transaksi seluler dan QR per hari, India (UPI) menangani lebih dari 400 million transaksi per hari, sedangkan Indonesia (QRIS) memproses sekitar 170 juta transaksi per hari.
Meski volume domestik China dan India jauh melampaui Indonesia, keunggulan utama QRIS terletak pada aspek interoperabilitas globalnya. Berbeda dengan ekosistem QR China yang didominasi oleh platform raksasa swasta seperti Alipay dan WeChat Pay, QRIS sejak awal dirancang sebagai standar nasional tunggal yang berlaku di seluruh bank dan dompet digital, sehingga jauh lebih mudah diintegrasikan dengan sistem pembayaran luar negeri.
Lonjakan Transaksi Lintas Batas dan Dampak bagi UMKM
Perluasan konektivitas internasional ini terbukti langsung mendongkrak volume pemakaian di lapangan. Data Bank Indonesia menunjukkan nilai transaksi QRIS lintas batas melonjak tajam hingga 380% year-on-year (yoy) menjadi Rp2,71 triliun pada lima bulan pertama tahun 2026. Di saat yang sama, volume transaksi tumbuh 339% mencapai 2,06 juta transaksi.
Wisatawan asing menjadi motor utama pergerakan ini dengan menyumbang 83% dari total aktivitas belanja (senilai Rp2,25 triliun). Pengguna asal Malaysia memberikan kontribusi terbesar yakni 58%, disusul oleh turis asal China sebesar 39%.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengaitkan lonjakan signifikan ini dengan tingginya mobilitas lintas negara, pemulihan sektor pariwisata, serta masifnya kerja sama pembayaran koridor internasional yang dijalin oleh Bank Indonesia.
“QRIS Tap terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring perluasan implementasi dan meningkatnya adopsi pembayaran digital berbasis contactless,” ujar Filianingsih, dikutip Senin (20/7/2026).
Kehadiran koridor baru seperti China dan India membuka peluang besar bagi lebih dari 40 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang menguasai 99% ceruk bisnis nasional. Dengan tarif Merchant Discount Rate (MDR) QRIS yang hanya sebesar 0,7%, biaya yang ditanggung merchant lokal jauh lebih murah ketimbang biaya transaksi kartu kredit konvensional.
CEO Dana, Vince Iswara, optimistis konektivitas ini membuka jalan bagi UMKM untuk go internasional. “Kami melihat ini sebagai peluang bagi Indonesia untuk melangkah ke luar negeri. Dengan konektivitas ini, transaksi remitansi maupun belanja turis masuk dari China dan negara Asia lainnya menjadi jauh lebih terjangkau,” kata Vince.
Sejauh ini, QRIS telah digunakan sebagai alat pembayaran di beberapa negara. Thailand menjadi negara pertama di luar negeri yang terhubung dengan QRIS melalui kerja sama pembayaran lintas negara sejak tahun 2021. Setelah itu konektivitas QRIS diperluas ke Malaysia dan Singapura pada tahun 2023.
Pada Agustus 2025, Jepang meluncurkan interoperabilitas QRIS melalui sistem JPQR Global. Pada April 2026, QRIS memperluas jaringan pembayaran digital lintas negara ke Korea Selatan. Saat ini BI tengah dalam tahap pengembangan dan penjajakan untuk memperluas layanan QRIS cross-border ke Arab Saudi. Perluasan ini diprioritaskan untuk mempermudah transaksi para jamaah haji dan umrah Indonesia tanpa perlu repot menukarkan uang tunai. (*AMBS)



















Discussion about this post