youngster.id - Perusahaan keamanan siber ITSEC Asia siap memperluas pendekatan pengembangan talenta melalui ITSEC Cybersecurity & AI Academy. Inisiatif ini ditujukan untuk mencetak tenaga profesional keamanan siber yang mampu mengoperasikan serta mengelola sistem berbasis AI secara efektif di lingkungan kerja nyata.
Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk Patrick Dannacher mengatakan, perluasan peran AI harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia. Bahkan, teknologi keamanan siber yang semakin canggih memerlukan talenta yang memahami tidak hanya alat, tetapi juga konteks ancaman dan pengelolaan risikonya.
“Teknologi saja tidak cukup. Masa depan dimiliki oleh mereka yang membangun kapabilitas sekaligus kapasitas,” ucapnya dikutip Senin (5/1/2026).
Untuk itu, memasuki 2026, Patrick menegaskan ITSEC akan melanjutkan penguatan peran AI dalam ekosistem keamanan sibernya, sekaligus memperluas pengembangan talenta untuk mendukung kebutuhan ketahanan siber nasional dan regional secara berkelanjutan.
“Inovasi ini kami lengkapi dengan kebutuhan pasar yang paling krusial yaitu talenta berstandar global melalui ITSEC Cybersecurity dan AI Academy,” katanya.
Menurut Patrick, menilai pemanfaatan AI menjadi penting di tengah keterbatasan sumber daya dan meningkatnya skala serangan siber di berbagai sektor industri. Selain itu, ITSEC turut menempatkan aspek tata kelola dalam penggunaan AI sebagai bagian dari strategi pengembangan layanan.
“Kami memperkuat layanan dan kinerja keuangan, sekaligus berfokus pada AI, bukan hanya sebagai jargon, tetapi sebagai kemampuan nyata yang dapat membantu organisasi mendeteksi ancaman lebih cepat, merespons dengan lebih cerdas dan mengukur tingkat keamanan,” ucapnya.
ITSEC mengintegrasikan AI ke dalam berbagai solusi dan layanan untuk mempercepat proses dari identifikasi sinyal ancaman hingga pengambilan keputusan, termasuk dengan memanfaatkan otomatisasi dan analisis cerdas dalam operasional Security Operations Center (SOC).
Pendekatan ini ditujukan untuk membantu tim keamanan merespons ancaman yang terus berevolusi secara lebih cepat dan terukur. Selain meningkatkan akurasi deteksi dan kecepatan respons, perluasan peran AI juga diarahkan untuk mendorong efisiensi operasional melalui penyederhanaan alur kerja keamanan siber.
“Kami mengembangkan solusi yang mendukung penerapan AI secara aman dan patuh terhadap standar industri, sejalan dengan kebutuhan organisasi dalam mengelola risiko teknologi baru,” pungkasnya.
STEVY WIDIA
