Kecenderungan Bisnis UMKM Saat Ramadan Setelah Melalui Dua Tahun Masa Pandemi

website

UMKM mulai beralih ke platform digital. (Foto: ilustrasi/youngster.id)

youngster.id - Kondisi pandemi telah mendorong akselerasi digital. Hal ini juga berlaku bagi para pelaku Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Menariknya di bulan Ramadan mereka memiliki kecenderungan bisnis yang berubah, terutama setelah melalui dua tahun pandemi covid-19.

Country Manager Exabytes Indonesia Indra Hartawan mengatakan setidaknya terdapat tiga poin penting mengenai kecenderungan bisnis UMKM di bulan Ramadhan kali ini. Yaitu mengutamakan pengalaman pelanggan, berfokus ke platformdaring, dan lebih memperhatikan tren.

“Para pelaku bisnis yang tadinya ogah-ogahan masuk ke ranah online, ketika ada pandemi langsung sedikit panik. Mereka jadi ingin tahu bagaimana caranya meningkatkan bisnis, bagaimana memanfaatkan tren, bagaimana cara berfokus ke marketplace,” kata Indra dalam keterangannya, Sabtu (16/4/2022).

Menurut Indra, sepanjang masa pandemic ini pelaku UMKM secara tidak langsung mendapat edukasi mengenai pentingnya digitalisasi. Karena itu, kini pelaku UMKM cenderung akan mengutamakan pengalaman pelanggan (customer experience) dari teknologi atau solusi digital yang sudah mereka miliki.

“Tak hanya dari sisi teknologi, pengalaman pelanggan terkait pilihan metode bertransaksi hingga penggunaan layanan logistik yang dapat memudahkan juga penting untuk selalu diperhatikan pelaku UMKM,” ungkapnya.

Kecenderungan kedua, menurut Indra, pelaku UMKM pemula dapat langsung berfokus pada platform penjualan daring. Indra mengatakan hal tersebut terjadi karena mereka akan mempertimbangkan biaya pengeluaran (cost) yang lebih murah ketimbang harus membuka toko secara fisik.

“Kalau mereka memulainya dengan online dulu, sambil mereka mungkin membentuk strategi omni-channel, mungkin cost akan lebih murah,” ujar Indra.

Kecenderungan ketiga yang tak kalah penting, pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan tren produk yang tengah berkembang atau yang sangat dibutuhkan di masa pascapandemi. Menurut Indra, para pelaku usaha dapat menggunakan alat pemasaran (tool marketing) yang tepat untuk mendatangkan traffic ke website toko mereka.

“Pelaku usaha harus melihat dan memaksimalkan peluang bisnis dengan memanfaatkan banyak kanal penjualan online sebagai prioritas seperti promosi di media sosial dan memaksimalkan website,” katanya.

Sementara itu Marketing Manager JDL Express Indonesia Iqbal Prakasa menilai bulan Ramadhan menjadi momen yang tepat bagi pebisnis atau seller untuk meningkatkan penjualan, salah satunya dengan menghadirkan produk hampers.

“Tahun 2022 ini boleh dikatakan tahun bangkitnya UMKM setelah dua tahun kita melewati pandemi. Jadi, ini waktu yang pas untuk melebarkan funnel marketing tidak hanya di marketplacesaja,” katanya.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version